Kamis, 22 Oktober 2026
16:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Ikan dory

Ikan dory

Bagikan:
John Dory
Rentang waktu: Pleistosen hingga masa kini[1]
250px-Zeus.faber.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Pesce_San_Pietro_-_John_Dory.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Zeiformes
Famili: Zeidae
Genus: Zeus
Spesies:
Z. faber
Nama binomial
Zeus faber
Sinonim[2]
  • Zeus australis Richardson, 1845
  • Zeus faber mauritanicus Desbrosses, 1937
  • Zeus japonicus Valenciennes, 1835
  • Zeus pungio Cuvier, 1829

Ikan John Dory, atau secara singkat ikan dory, (terkadang dieja sebagai ikan dori) mengacu pada ikan dari genus Zeus, khususnya Zeus faber, yang tersebar luas. Ini adalah ikan laut pesisir demersal yang dapat dimakan dengan tubuh berwarna kuning zaitun yang dikompresi secara lateral yang memiliki bintik hitam besar, dan duri panjang di sirip punggung. Matanya yang besar di bagian depan kepala memberinya penglihatan binokular dan persepsi kedalaman, yang penting bagi predator. Bintik mata pada ikan dori di sisi tubuhnya juga membingungkan mangsanya yang akan ia lahap melalui mulutnya yang besar.[3][4]

Di Selandia Baru, suku Māori mengenalnya sebagai kuparu, dan di Pantai Timur Pulau Utara, mereka memberikan sebagian kepada Kapten James Cook pada pelayaran pertamanya ke Selandia Baru pada tahun 1769. Beberapa tong di antaranya diasamkan. Akibat sekuel film Finding Nemo, beberapa orang menganggap bahwa ikan dori adalah ikan berwarna biru cantik yang sebenarnya adalah ikan leter enam dan nama "dory" adalah julukan tokoh semata.

Morfologi

Ikan Dory tumbuh hingga ukuran maksimum 65 cm (2 kaki) dan 5 kilogram (12 lb) beratnya. Ia mempunyai 10 duri panjang pada sirip punggungnya dan 4 duri pada sirip duburnya. Ia memiliki sisik mikroskopis dan tajam yang mengelilingi tubuhnya. Ikan ini berwarna hijau zaitun dengan perut berwarna putih keperakan dan memiliki bintik hitam di sisinya. Matanya berada di dekat bagian atas kepalanya. Ia memiliki bentuk tubuh yang rata dan bulat dan merupakan perenang yang buruk.

Mangsa dan predator

Ikan Dory menangkap mangsa dengan menguntitnya, lalu menjulurkan rahangnya ke depan dalam struktur seperti tabung untuk menyedot ikan dengan air. Air kemudian mengalir keluar melalui insang; tulang pra-rahang atas, satu-satunya tulang bergigi pada ikan ini, digunakan untuk menggiling makanan.

Ikan Dory memiliki bodi yang tinggi dan terkompresi secara lateral – bodinya sangat tipis sehingga sulit terlihat dari depan. Mata besar di bagian depan kepala memberikan penglihatan binokular dan persepsi kedalaman yang dibutuhkan untuk menangkap mangsa. Bintik mata ini juga membingungkan mangsanya, yang kemudian bisa tersedot ke dalam mulutnya.[5]

Ia terutama memakan ikan yang lebih kecil, terutama ikan kawanan seperti sarden. Sesekali ia memakan cumi dan sotong.

Predator utamanya adalah hiu seperti hiu kelam, dan ikan bertulang besar.

Habitat

Ikan John Dory merupakan ikan pesisir bentopelagis, ditemukan di pesisir Afrika, Asia Tenggara, Selandia Baru, Australia, pesisir Jepang, dan di pesisir Eropa. Mereka tinggal di dekat dasar laut, hidup di kedalaman 5 hingga 360 meter (16 hingga 1.200 ft). Mereka biasanya menyendiri. Ikan John Dory lebih banyak ditemukan di perairan Pulau Utara Selandia Baru, dibandingkan perairan dingin di sekitar Pulau Selatan .[6]

Reproduksi dan umur

Ketika ikan dory berusia 3 atau 4 tahun, mereka siap bereproduksi. Hal ini terjadi sekitar akhir musim dingin. Mereka adalah penghambur substrat, artinya mereka melepaskan sperma dan sel telur ke dalam air untuk melakukan pembuahan. Umur tipikal adalah sekitar 12 tahun di alam liar.

Sebagai makanan

Penulis masakan Eliza Acton mengamati dalam bukunya tahun 1845, Masakan Modern untuk Keluarga Pribadi, bahwa ikan Dory "meskipun penampilannya tidak menarik, dianggap oleh beberapa orang sebagai ikan paling enak yang muncul di meja". Dia merekomendasikan untuk memanggangnya "dengan sangat lembut", hindari mengeringkannya di dalam oven.[7]

Ikan Dory adalah pilihan populer di kalangan koki profesional untuk makanan laut karena keserbagunaan ikannya, namun akses terhadap juru masak rumahan terbatas karena ikan ini biasanya tidak dijual di supermarket karena statusnya sebagai tangkapan sampingan .[8] Ikan Dory juga populer di Indonesia, karena popularitasnya terkadang oknum tertentu menjual daging ikan dory potong secara bebas yang padahal sebenarnya adalah daging ikan patin, hal ini karena tekstur kedua ikan tersebut sekilas hampir sama.[9]

Referensi

  1. ↑ Sepkoski, Jack (2002). "A compendium of fossil marine animal genera". Bulletins of American Paleontology. 363: 1–560. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-23. Diakses tanggal 2007-12-25.
  2. 1 2 Iwamoto, T. (2015). "Zeus faber". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2015 e.T198769A42390771. doi:10.2305/IUCN.UK.2015-4.RLTS.T198769A42390771.en. Diakses tanggal 1 Agustus 2025.
  3. ↑ New Zealand Coastal Fish: John Dory.
  4. ↑ Bray, Dianne. "John Dory, Zeus faber". Fishes of Australia. Diarsipkan dari asli tanggal 6 April 2017. Diakses tanggal 24 Agustus 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Walrond, Carl (2006) Coastal fish - Fish of the open sea floor, Te Ara: Encyclopedia of New Zealand.
  6. ↑ Vennell, Robert (5 Oktober 2022). Secrets of the Sea: The Story of New Zealand's Native Sea Creatures (dalam bahasa Inggris). HarperCollins Publishers. ISBN 978-1-77554-179-0. LCCN 2021388548. OCLC 1333444556. Wikidata Q114871191.
  7. ↑ Acton, Eliza (1860) [1845]. Modern Cookery for Private Families. Longman, Green, Longman, & Roberts. hlm. 58.
  8. ↑ Staff (8 Desember 2014). "How to cook John Dory". Great British Chefs. Diakses tanggal 22 Juni 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "7 Perbedaan Ikan Dori dan Ikan Patin, Jangan Sampai Salah". Liputan6. 10 Mei 2023. Diakses tanggal 24 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan