Senin, 21 September 2026
08:19 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Paracanthurus

Paracanthurus

spesies ikan hias Pasifik

Paracanthurus
250px-Paletten-Doktorfisch_M%C3%BCnster.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Subfilum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Subfamili:
Tribus:
Genus:
Paracanthurus

Bleeker, 1863
Spesies:
P. hepatus

Artikel takson sembarang

Paracanthurus hepatus,atau yang biasa dikenal dengan nama ikan leter enam, blue tang, dan Dory, adalah salah satu spesies botana. Ikan yang banyak dicari oleh pemelihara ikan ini merupakan satu-satunya spesies ikan dalam genus Paracanthurus.[2][3]

Deskripsi

Paracanthurus hepatus memiliki tubuh berwarna biru tua, ekor kuning, serta corak hitam pada bagian atas yang menyerupai angka 6. Panjang tubuh saat pertama kali mencapai kematangan seksual adalah 15 cm. Individu dewasa umumnya memiliki bobot sekitar 600 g dan jantan biasanya lebih besar dibanding betina.

Paracanthurus memiliki sisik-sisik kecil, masing-masing dengan ctenii pendek di permukaan atasnya. Sisik pada duri ekor memiliki ctenii sekitar tiga kali lebih panjang dibanding sisik di bagian tubuh lainnya. Sisik yang terletak di bagian anterior kepala, antara mata dan rahang atas, lebih besar dan dilengkapi pelat tulang yang bertuberkel.

Paracanthurus memiliki bentuk tubuh pipih lateral, berbentuk elips, dan moncong terminal. Ikan ini memiliki sembilan duri keras punggung, 26–28 duri lunak punggung, tiga duri keras anal, 24–26 duri lunak anal berwarna kuning, serta 16 duri pada sirip ekor dengan lobus atas dan bawah sedikit menonjol. Sirip perut terdiri dari satu duri keras dan tiga duri lunak.

Ekologi

Paracanthurus merupakan spesies laut diurnal yang menempati habitat neritik di sepanjang garis pantai. Ikan ini ditemukan di perairan jernih di area terumbu laut lepas yang terbuka atau di celah terumbu karang yang berarus sedang hingga kuat. Selain di terumbu karang, spesies ini juga diketahui hidup di padang lamun, hutan bakau, hamparan alga, dan terumbu batu. Paracanthurus hidup di kisaran kedalaman 2 meter hingga 40 meter. Mereka hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil beranggotakan 8 hingga 14 ekor. Ikan ini juga dapat ditemukan di dekat karang Pocillopora di area beralga terumbu karang. Individu juvenil sering ditemukan berkelompok dengan memanfaatkan karang Acropora sebagai tempat berlindung. Jumlah jantan dan betina cenderung seimbang dengan rasio 1:1.

Ikan ini penting bagi kesehatan terumbu karang karena memakan alga yang jika dibiarkan dapat mencekik karang akibat pertumbuhan berlebih.

Makanan

Individu juvenil pada umumnya memakan plankton. Saat dewasa, ikan ini bersifat omnivora dan memakan tidak hanya zooplankton, tetapi juga alga rambut.

Siklus hidup

Pemijahan berlangsung sepanjang tahun, dengan puncak antara bulan April hingga September. Pemijahan terjadi pada sore hingga malam hari di sekitar lereng bagian luar terumbu. Peristiwa ini ditandai dengan perubahan warna tubuh dari biru gelap menjadi biru pucat. Jantan secara agresif menggoda betina dalam kelompok, lalu keduanya melesat ke arah permukaan air sambil melepaskan telur dan sperma.

Telur Paracanthurus berukuran kecil, sekitar 0,8 milimeter. Telur ini bersifat pelagik dan masing-masing mengandung satu tetesan minyak untuk membantu mengapung. Telur yang dibuahi menetas dalam waktu 24 jam, menghasilkan larva kecil, tembus cahaya, dengan perut keperakan dan duri ekor sederhana. Setelah tubuh menjadi berwarna, corak hitam muncul, tetapi hanya baru membentuk angka 6 saat mencapai kematangan.

Ikan ini mencapai kematangan seksual pada usia 9–12 bulan, dengan ukuran sekitar 15 cm. Tingkat fekunditas cenderung meningkat seiring bertambahnya bobot tubuh.

Ikan-ikan dari famili Acanthuridae, termasuk Paracanthurus, menghasilkan larva altrisial yang tidak menerima perawatan induk. Setelah menetas, larva bergantung pada cadangan kuning telur untuk bertahan hidup selama dua hingga tiga hari pertama kehidupannya.

Popularitas

Ikan ini dipopulerkan oleh karakter Dory di film Finding Nemo pada 2003 dan sekuelnya, Finding Dory, yang dirilis pada 2016. Dalam kedua film tersebut, suara Dory diisi oleh Ellen DeGeneres (dalam Bahasa Inggris) dan Fransiska Kristiana Tola (dalam Bahasa Indonesia).

Setelah perilisan Finding Nemo, media melaporkan adanya fenomena peningkatan pembelian terhadap ikan Nemo (ikan badut ocellaris) dan Dory, hingga dijuluki sebagai Nemo effect. Namun, keabsahan Nemo effect tersebut diperdebatkan di jurnal ilmiah. Meski begitu, gelombang rumor serupa kembali beredar di internet setelah perilisan Finding Dory pada tahun 2016.[4]

Referensi

  1. Froese, Rainer and Pauly, Daniel, eds. (2007). "Paracanthurus hepatus" in FishBase. March 2007 version.
  2. Debelius, Helmut (1993). Indian Ocean Tropical Fish Guide: Maledives [i.e. Maldives], Sri Lanka, Mauritius, Madagascar, East Africa, Seychelles, Arabian Sea, Red Sea. Aquaprint. ISBN 3-927991-01-5.
  3. Weisberger, Mindy (17 June 2016). "Finding Dory's Underwater Clan in the Real World". LiveScience. Retrieved 17 June 2016.
  1. McIlwain, J.; Choat, J.H.; Abesamis, R.; Clements, K.D.; Myers, R.; Nanola, C.; Rocha, L.A.; Russell, B.; Stockwell, B. (2012). "Paracanthurus hepatus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2012 e.T177972A1507676. doi:10.2305/IUCN.UK.2012.RLTS.T177972A1507676.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. Froese, Rainer and Pauly, Daniel, eds. (2007). "Paracanthurus hepatus" di situs FishBase. Versi March 2007.
  3. "Paracanthurus hepatus". Integrated Taxonomic Information System.
  4. Veríssimo, Diogo; Anderson, Sean; Tlusty, Michael (2020-04). "Did the movie Finding Dory increase demand for blue tang fish?". Ambio. 49 (4): 903–911. doi:10.1007/s13280-019-01233-7. ISSN 1654-7209. PMC 7028816. PMID 31410777.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan