Senin, 12 Oktober 2026
21:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Ida Nasution

Bagikan:
Ini adalah nama Mandailing, marganya adalah Nasution.

Ida Nasution adalah seorang pejuang kemerdekaan, penulis esai dan penerjemah dari Indonesia.[1]

Riwayat Hidup Ringkas

Ida Nasution lahir pada tahun 1924 dan meninggal pada tahun 1948 dalam perjalanan antara Bogor dan Jakarta.[1] Ia menempuh pendidikan sastra di Universitas Indonesia.[1] Ia pernah menjadi redaktur ruang kebudayaan "Gelanggang" majalah Siasat.[1] Sebagai penerjemah, ia sangat handal. Di antara terjemahannya adalah Pemenang (Les Conquerents, karya Andre Gide dan dimuat oleh majalah Pembangunan).[1][2]

Namanya tercatat dalam gerakan kemerdekaan Indonesia setelah proklamasi melalui tulisan. Misalnya ia menjadi anggota redaksi di bawah pimpinan Mr. Asmaun, seorang teman Sjahrir, bersama Jacques de Kadt, Injo Beng Goat, beb Vuyk, dan Akki Djohana.[2] Pada tahun 1947, dalam buku Twee zielen, twee gedachten (Dua Jiwa, Dua Pikiran, 1993) tercatat, "Ida Nasuition adalah anggota redaksi Soedjatmoko (1922-1989), Kepala Penerangan Luar Negeri Kementerian Penerangan sampai waktu ia bertindak sebagai pemimpin redaksi.[2] Anggota redaksi lainnya adalah Soedarpo Sastrosatmono (lahir 1922), juga pegawai Kementrian Penerangan, dan Sanjoto (lahir 1923), Mien Wiranatakusuma (lahir 1924), menjadi sekretaris redaksi.[2] Pada tahun 1948, pada usia 24 tahun, hilang tanpa bekas dalam perjalanan naik mobil dari Jakarta ke Bogor. [2] Banyak pihak meyakini Ida Nasution telah diculik dan dibunuh oleh intelijen Belanda terkait tulisan-tulisannya.

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 (Indonesia)Korrie Layun Rampan., Leksikon Susastra Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, Hal. 203
  2. 1 2 3 4 5 (Indonesia) Sanjoto Sastromihardjo. Reformasi dalam perspektif Sanjoto. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1999, hal. xii-xiii
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan