Senin, 28 September 2026
04:51 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Ibrahim bin Walid

Ibrahim bin Walid

Khalifah Umayyah Ketigabelas (744)

Infobox orangIbrahim bin Walid
330px-Dihrem_of_Ibrahim_ibn_al-Walid.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kematian29 Januari 750 Suntingan nilai di Wikidata
Zab Hilir Suntingan nilai di Wikidata
Penyebab kematianTenggelam Suntingan nilai di Wikidata
13 Khalifah Umayyah
4 Oktober 744 – 4 Desember 744
← Yazid bin Walid – Marwan bin Muhammad → Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaIslam Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpemimpin militer,Khalifah,gubernur,politikus,emir Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
KeluargaKekhalifahan Umayyah Suntingan nilai di Wikidata
AyahAl-Walid bin Abdul-Malik Suntingan nilai di Wikidata
SaudaraYazid bin Walid, Umar bin al-Walid bin Abdul Malik, Al-Abbas bin al-Walid bin Abdul Malik, Abdul Aziz bin al-Walid bin Abdul Malik, Bisyr bin al-Walid bin Abdul Malik dan Masrur bin al-Walid Suntingan nilai di Wikidata

Ibrahim bin Al-Walid (bahasa Arab:إبراهيم بن الوليد) ialah Khalifah ke-13 Daulah Bani Umayyah yang memiliki pusat pemerintahan di Damaskus. Ia menjadi khalifah menggantikan saudaranya Yazid bin Walid (Yazid III) melalui surat wasiat yang ditulis oleh Qathn.[1][2] Ia hanya memerintah dalam waktu yang singkat pada tahun 744 M yaitu hanya selama 70 hari sebelum akhirnya ia bersembunyi dari ketakutan terhadap lawan-lawan politiknya.[2][3]

Pemberontakan yang Dialami

Ibrahim bin Walid naik takhta ketika kondisi pemerintah Daulah Bani Umayyah sedang tidak stabil. Banyak terjadi perselisihan di antara keluarga Umayyah sendiri. Selain itu, Ibrahim bin Walid tidak sepenuhnya didukung menjadi khalifah dan ditentang oleh beberapa pejabat pada masa itu.[1]

Salah satu pejabat yang secara terang-terangan menyatakan ketidak setujuannya terhadap kenaikan takhta Ibrahim bin Walid menjadi khalifah adalah Marwan bin Muhammad. Marwan bin Muhammad adalah gubernur yang membawahi empat wilayah sekaligus, yaitu Kaukasus, Armenia, Mosul, dan Azerbaijan. Tindakan yang secara nyata ditunjukkan oleh Marwan bin Muhammad untuk menentang Ibrahim bin Walid adalah ia mengerahkan delapan puluh ribu pasukan ke Damaskus untuk menyerang pemerintahan Ibrahim bin Walid. Hal ini merupakan pemberontakan terbesar yang dihadapi oleh Ibrahim bin Walid.[1]

Menghadapi pemberontakan yang terjadi, Ibrahim bin Walid meminta bantuan dari sepupunya yaitu Sulaiman bin Hisyam dan menjadikannya panglima utama. Sulaiman bin Hisyam kemudian membuat strategi dengan cara melakukan pendekatan kepada gubernur di Palestina, Suriah, Irak, dan daerah-daerah lain di sekitarnya. Gubernur-gubernur tersebut setuju untuk mempertahankan Ibrahim bin Walid sebagai khalifah dan penguasa tertinggi di Daulah Bani Umayyah.[1]

Sulaiman bin Hisyam dengan bantuan para gubernur berhasil mengumpulkan seratus dua puluh ribu pasukan yang siap bergerak di bawah pimpinan Sulaiman bin Hisyam selaku panglima utama untuk melakukan perlawanan terhadap pasukan Marwan bin Muhammad. Ibrahim bin Walid merasa lega dikarenakan jumlah pasukannya jauh lebih banyak dibandingkan dengan pasukan dari Marwan bin Muhammad. Akan tetapi, meskipun kalah jumlah Marwan bin Muhammad adalah orang yang sangat berpengalaman dalam medan perang dikarenakan selama hidupnya ia selalu terlibat dalam perang-perang besar yang dilakukan oleh Bani Umayyah untuk melawan musuh-musuhnya.[1] Sebaliknya, Sulaiman bin Hisyam meski seorang panglima, ia dibesarkan di lingkungan istana, bergelut dengan kemewahan. Ia pun tak begitu menguasai medan peperangan.[3]

Alhasil, dengan strategi yang dilakukan Marwan bin Muhammad dalam mengalahkan pasukan Ibrahim bin Walid yang memiliki jumlah pasukan lebih besar. Bahkan pasukan Ibrahim bin Walid kocar-kacir dan tercerai-berai sehingga Marwan bin Muhammad berhasil memasuki istana dan berhasil membuat Ibrahim bin Walid terpaksa turun takhta dan menyerahkan jabatan kekhalifahan kepada Marwan bin Muhammad. Meskipun begitu, Ibrahim bin Walid tetap dibiarkan hidup dalam perlindungan Marwan bin Muhammad dan meninggal pada tahun 132 Hijriah (750 M).[1]

Pada masa pemerintahan Khalifah Ibrahim bin Walid, telah dilakukan penerjemahan buku-buku filsafat Yunani ke dalam bahasa Arab. Hal ini mengakibatkan lahirnya golongan Mutakallimin, seperti Mu'tazilah, Jabariyah, Ahlus Sunnah, dsb.

Bibliografi

Ibrahim bin Walid
Marwani
Cabang kadet Bani Umayyah
Lahir:  ? Meninggal: 25 Januari 750
Jabatan Islam Sunni
Didahului oleh:
Yazid bin Al-Walid
Khalifah
4 Oktober 744 – 4 Desember 744
Diteruskan oleh:
Marwan bin Muhammad
Tokoh-tokoh awal
Khalifah di Damaskus
Amir di Kordoba
Khalifah di Kordoba
Wilayah penting
Pro-Umayyah
Anti-Umayyah
Peristiwa penting

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Abduh, Bilif (2023). Ensiklopedia Tokoh Islam Dunia. Yogyakarta: Checklist. hlm. 153–155. ISBN 978-602-5479-65-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 "Ibrahim bin Walid, 70 Malam Menjadi Khalifah Dinasti Umayyah". SINDOnews Kalam. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-01-01. Diakses tanggal 2024-01-01.
  3. 1 2 "Daulah Umayyah: Ibrahim bin Walid bin Abdul Malik (744 M) Khalifah 70 Hari". Republika Online. 2011-04-24. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-11-08. Diakses tanggal 2024-01-01.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan