Selasa, 03 November 2026
21:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Ibnu Kullab

Ibnu Kullab

Bagikan:
Ibnu Kullab
Abdullah bin Sa'id bin Kullab
250px-IMG%D0%9A%D1%83%D0%BB%D0%BB%D1%8F%D0%B1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KunyaAbu Muhammad
Meninggal245 H
KebangsaanKekhalifahan Abbasiyah
Murid-murid
  • Al Harits Al Muhasyibi

Abu Muhammad Abdullah bin Sa'id bin Kullab Al-Qathan Al-Bashri, yang dikenal sebagai Ibnu Kullab, adalah salah satu ulama Ahlus Sunnah Wal Jama'ah dan ahli teologi (mutakallim) paling terkemuka di Basra pada zamannya. Ia merupakan pengarang beberapa kitab dalam membantah Mu'tazilah . Ilmu kalamnya dipelajari oleh Dawud bin Ali Azh-Zhahiri, sebagaimana dikatakan oleh Abu Thahir Adz-Dzuhli. Disebutkan juga bahwa Al-Harith Al-Muhasibi mempelajari ilmu debat dan dialektika (nazhar dan jadal) darinya. Ia dijuluki "Kulab" karena kemampuannya menarik lawan debat dengan penjelasan dan kefasihannya. Pengikut-pengikutnya disebut Kullabiyyah, dan ia sering membantah kelompok kaum Jahmiyah dan Mu'tazilah .

Para Pengikutnya

Muncul sebuah kelompok dari Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang membela pendapat Ibnu Kullab dan mengadopsinya, mereka dikenal dengan nama Al-Kullabiyyah ( di antaranya adalah Al-Harits Al-Muhasibi, Abu Al-Abbas Al-Qalanisi, Abu Ali Ats-Tsaqafi, dan Abu Bakr Al-Sabghi ).Demikian pula, Banyak ulama terkemuka mengikuti metode yang sama dari Ibnu Kullab, termasuk Abu Al-Hasan Al-Asy'ari dan Abu Mansur Al-Maturidi .

Dan Al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani menganggap Imam al-Bukhari sebagai salah seorang pengikutnya, dengan mengatakan tentangnya: “Adapun dalam masalah ilmu kalam, maka kebanyakan berasal dari al-Karabisi, Ibnu Kullab dan yang seperti keduanya.” [1] Abd al-Qahir al-Baghdadi menyebutkan bahwa di antara murid-muridnya adalah: ( Abdul Aziz al-Makki al-Kattani, muridnya al-Husayn bin Fadl al-Bajali, dan al-Junaid al-Baghdadi ).[2] Ibnu Qadi Syuhbah berkata: “Saya melihat dalam perkataan Syaikh Abdullah al-Yafi'i bahwa Ibnu Kullab pernah bertanya kepada al-Junaid tentang tauhid, yang itu perkataan ujian.” [3]

Karya-karyanya

Ibnu Kullab telah menulis lebih dari 200 buku, namun buku-buku tersebut telah hilang dan musnah, meskipun beberapa diantaranya masih ada dalam kandungan buku-buku lain, seperti “ Maqalat al-Islamiyyin ” karya al-Asy’ari .[4]

Dan di antara kitab-kitabnya yang disebutkan dalam biografinya:

  1. Khalq al-Af'al
  2. Al-Radd 'ala al-Mu'tazilah (Sanggahan terhadap Mu'tazilah)
  3. Al-Shifat[4]
  4. Al-Tauhid
  5. Al-Radd 'ala al-Hasywiyyah [5] (Sanggahan terhadap Hasywiyyah)

Kematiannya

Terdapat perbedaan pendapat mengenai tempat dan tanggal wafatnya. Al-Dzahabi menyatakan bahwa ia hidup sebelum tahun 240 H, sedangkan Al-Baghdadi menetapkannya pada tahun 241 H.

Lihat juga

Sumber

Referensi

  1. ↑ فتح الباري بشرح البخاري، تأليف: ابن حجر العسقلاني، طبعة السلفية، 1/ 234.
  2. ↑ أصول الدين، تأليف: أبي منصور البغدادي، طبعة دار الفنون، ص: 309.
  3. ↑ طبقات الشافعية، تأليف: ابن قاضي شهية، 1/ 78.
  4. 1 2 الفهرست لابن النديم، ص 383
  5. ↑ هدية العارفين، البغدادي، ج1 ص 440
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan