| I Love Boosters | |
|---|---|
Poster resmi | |
| Sutradara | Boots Riley |
| Produser |
|
| Ditulis oleh | Boots Riley |
| Pemeran | |
| Penata musik | Tune-Yards |
| Sinematografer | Natasha Braier |
| Editor |
|
Perusahaan produksi |
|
| Distributor | |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 113 menit[2] |
| Negara | Amerika Serikat |
| Bahasa | Inggris |
| Anggaran | $20 juta[3] |
| Pendapatan kotor | $9.7 juta[4][5] |
I Love Boosters adalah film komedi kriminal absurd Amerika Serikat tahun 2026 yang ditulis dan disutradarai oleh Boots Riley. Menceritakan petualangan sekelompok pencuri toko pakaian, film ini menampilkan pemeran ansambel yang meliputi Keke Palmer, Naomi Ackie, Taylour Paige, Poppy Liu, Eiza González, LaKeith Stanfield, Will Poulter, Don Cheadle dan Demi Moore.
Film ini diputar perdana di Festival Film & TV South by Southwest 2026 pada 12 Maret 2026, dan dirilis secara teatrikal di Amerika Serikat oleh Neon pada 22 Mei. Film ini menerima ulasan positif dari para kritikus.
Plot
Di wilayah San Francisco Bay Area; Corvette, Mariah, dan Sade, yang dikenal secara kolektif sebagai "Velvet Gang", rutin mencuri pakaian dari jaringan mode Metro Designers milik desainer Christie Smith. Mereka menjual pakaian curian tersebut dengan harga miring demi menyambung hidup. Christie sering tampil di media untuk membahas visinya mengenai mode sebagai seni transformatif. Dalam salah satu kesempatan, ia mencemooh Velvet Gang sebagai "perempuan kota kelas rendahan yang brengsek".
Corvette, seorang calon desainer mode yang mengagumi karya Christie, menyelinap ke kantor Christie dengan bersembunyi di dalam gerobak kopi; ia tak sengaja mendengar Christie membicarakan setelan jas seharga 100.000 dolar. Saat mencoba keluar diam-diam, ia tepergok oleh Christie; Corvette memberikan nama palsu, namun mengungkapkan kekaguman tulusnya terhadap Christie, serta mengaku bahwa ia juga merancang pakaian sendiri. Corvette berulang kali bertemu dengan seorang pria misterius yang mengenakan cincin kelingking. Sade menceritakan kisah tentang seorang teman yang pernah berhubungan intim dengan pria tersebut; pria itu ternyata jelmaan iblis yang menyedot jiwa si teman saat sedang melakukan seks oral.
Velvet Gang mendapatkan pekerjaan di salah satu toko Metro Designers dengan rencana mencuri stok barang di sana. Corvette menyadari bahwa salah satu koleksi baru Christie ternyata identik dengan rancangannya sendiri. Sebelum kelompok itu sempat melancarkan aksi pencurian, isi toko tersebut sudah lebih dulu dikuras habis oleh orang lain; rekaman CCTV memperlihatkan seorang wanita yang menyedot seluruh barang dagangan ke dalam tasnya. Kelompok itu melacak dan menangkap wanita tersebut. Wanita itu, Jianhu, mengungkapkan bahwa ia adalah pekerja di pabrik Metro Designers di Tiongkok. Akibat kondisi kerja yang buruk di pabrik tersebut, bibi Jianhu meninggal dunia dan ibunya menderita kanker. Bersama sepupunya, Li Pan, Jianhu menemukan bahwa fasilitas pabrik itu telah menggunakan alat teleportasi untuk menghemat biaya pengiriman. Mereka mencuri alat-alat tersebut, dan kini Jianhu melakukan teleportasi barang dagangan Metro Designers kembali ke Tiongkok sebagai upaya tawar-menawar untuk menuntut upah dan kondisi kerja yang lebih baik bagi para pekerja pabrik. Velvet Gang dan Jianhu akhirnya bekerja sama.
Violeta, mantan rekan kerja mereka, mencoba membujuk mereka untuk membantunya melawan kondisi kerja yang buruk di Metro Designers, namun Velvet Gang menolak. Dengan bantuan Violeta, mereka menemukan bahwa perangkat teleportasi tersebut memiliki dua pengaturan lain yang didasarkan pada materialisme dialektis: "akselerator situasional", yang memperuncing konflik inheren pada objek yang dituju, dan pengaturan "dekonstruksi", yang mengurai objek tersebut kembali menjadi elemen-elemen pembentuknya. Setelah mendekonstruksi beberapa pakaian Metro Designers, Jianhu mendapati luka di tangannya telah sembuh, karena nilai dari kerja yang telah ia curahkan untuk membuat pakaian itu kembali ke tubuhnya.
Velvet Gang dan Jianhu menyusup ke peragaan busana Metro Designers dengan bantuan pria bercincin kelingking, dan menggunakan perangkat tersebut untuk mendekonstruksi pakaian-pakaian itu. Mereka menemukan ruangan tempat setelan jas seharga $100.000 disimpan. Setelan-setelan itu dikenakan oleh tokoh-tokoh media terkemuka; saat kelompok itu memerintahkan mereka melepas setelan tersebut, mereka ternyata juga melepas kulit mereka sendiri: setelan seharga $100.000 itu adalah "setelan kulit" yang dirancang oleh Christie untuk tujuan propaganda. Velvet Gang melarikan diri dari lokasi kejadian, lolos dari kejaran polisi maupun orang-orang yang kini tak berkulit itu.
Corvette dan Sade berselisih paham; Corvette ingin memusnahkan setelan-setelan seharga $100.000 itu, sementara Sade ingin menjualnya demi menjamin masa depan anak-anaknya. Corvette akhirnya setuju untuk menjualnya dan membiarkan Sade pergi membawa setelan-setelan tersebut, sementara ia sendiri menggunakan perangkat itu untuk berpindah-pindah antara Tiongkok dan Amerika Serikat guna menghindari aparat di kedua wilayah, dibantu oleh para pekerja pabrik yang bersatu melindungi Corvette dan Li Pan. Velvet Gang berkumpul kembali di lokasi peragaan busana, tempat Violeta telah mengorganisir aksi protes kecil. Mereka menggunakan perangkat tersebut pada pengaturan "akselerator situasional" untuk mengubah aksi protes di peragaan busana maupun di pabrik menjadi aksi mogok kerja massal.
Beberapa waktu kemudian, sebuah laporan berita mengabarkan bahwa aksi mogok kerja telah meluas ke seluruh dunia dan para pekerja berhasil meraih pencapaian signifikan. Jianhu mendapati bahwa dengan mendekonstruksi pakaian menggunakan perangkat tersebut, kanker yang diderita ibunya juga ikut sembuh. Pria bercincin kelingking itu mengaku sebagai iblis penghisap jiwa namun tetap meminta Corvette untuk bersamanya, dengan dalih bahwa cinta sejati akan mengubahnya menjadi manusia; Corvette menolak tawaran tersebut. Akhirnya Velvet Gang membuka pusat komunitas yang menjual pakaian dengan harga terjangkau.
Pemeran
- Keke Palmer sebagai Corvette
- Naomi Ackie sebagai Sade
- Taylour Paige sebagai Mariah
- Robin Thede sebagai Mariah Berkulit Cerah
- Poppy Liu sebagai Jianhu
- Eiza González sebagai Violeta
- LaKeith Stanfield sebagai Pinky Ring Guy
- Will Poulter sebagai Grayson
- Don Cheadle sebagai Dr. Jack
- Demi Moore sebagai Christie Smith
- Rachel Walters sebagai Stevie
- Kerris Dorsey sebagai Jamie
- Kara Young sebagai Ibu yang Menangis
- Adam DeVine sebagai Kekasih Christie
- Jason Ritter sebagai Anggota Komunitas yang Terhormat
- Viggo Mortensen sebagai Pengisi suara narator dokumenter Heine Schlumpf
- Najah Bradley sebagai Mansion
- Jermaine Fowler sebagai Pria Muda Keren
- Alan Z sebagai Li Pan
- Ming Sun sebagai Ibu Jianhu
- Eric André sebagai Polisi Tank Futuristik
- Kate Berlant sebagai Pengisi suara Manajer Mal di PA.
Produksi
Film ini ditulis dan disutradarai oleh Boots Riley, dan berdasarkan lagu "I Love Boosters!" oleh grupnya, The Coup.[3] Aaron Ryder dan Andrew Swett memproduseri film ini atas nama Ryder Picture Company. Pembiayaan berasal dari Neon[1] dan Waypoint Entertainment. Pada Oktober 2024, pemeran ansambel dilaporkan termasuk Keke Palmer, Demi Moore, LaKeith Stanfield, Naomi Ackie, Eiza González, Poppy Liu, Taylour Paige dan Will Poulter.[1][6] Melissa Barrera ditawari peran secara pribadi oleh Riley tetapi harus menolak karena bentrok jadwal; Barrera sendiri menyatakan bahwa itu dimaksudkan sebagai peran comeback-nya setelah masuk daftar hitam dari industri film.[7] Pengambilan gambar utama dimulai pada 7 November 2024, di Atlanta,[8] dengan Natasha Braier sebagai sinematografer.[9]
Musik
Musik film ini digubah dan dimainkan oleh Tune-Yards, dirilis pada 22 Mei 2026. Riley dan Palmer juga merekam EP soundtrack asli untuk film ini, yang dirilis pada 8 Mei 2026. Lagu-lagunya ditulis oleh Alina Kanin, Ben Boye, Mike Aaberg, Jesse Strauss, Lauren Palmer, Dominic Dalay dan Joel Robinow.[10][11][12] Single pertama dari EP tersebut, "2-D", dirilis pada 17 April 2026. Kedua proyek tersebut dirilis melalui Neon.
Soundtrack
| No. | Judul | Durasi |
|---|---|---|
| 1. | "Cassandra" | 4:17 |
| 2. | "100% Angel" | 3:25 |
| 3. | "Text Message Unsent" | 4:36 |
| 4. | "2-D" | 3:53 |
| 5. | "Pull the Cord" | 2:25 |
Score
| No. | Judul | Durasi |
|---|---|---|
| 1. | "Hi Ho" | 0:55 |
| 2. | "Lonely Plunk" | 2:54 |
| 3. | "Bossa Plunk" | 1:46 |
| 4. | "Pinky Ring Dude" | 2:52 |
| 5. | "Documentary Muzak" | 1:41 |
| 6. | "Clown Theme" | 2:00 |
| 7. | "Dr. Jack" | 2:41 |
| 8. | "Corvasieracy" | 1:14 |
| 9. | "Boosting" | 1:27 |
| 10. | "Hi Ho Wild Vamp" | 3:31 |
| 11. | "The Stolen Design" | 0:42 |
| 12. | "You Don't Have a Plan?" | 1:13 |
| 13. | "Metrofunk" | 1:11 |
| 14. | "Jianhu" | 4:56 |
| 15. | "Situational Accelerator" | 1:13 |
| 16. | "Skinless" | 3:29 |
| 17. | "Epic Chase, Pt. 1" | 2:11 |
| 18. | "Epic Chase, Pt. 2" | 2:34 |
| 19. | "Mall Rage" | 1:08 |
| 20. | "Foot Chase" | 3:17 |
| 21. | "Three Devices" | 1:50 |
| 22. | "Triumph" | 2:47 |
| 23. | "Touching the World" | 1:38 |
| 24. | "Hi Ho (Extended)" | 4:20 |
Perilisan
I Love Boosters melakukan pemutaran perdananya sebagai film pembuka di Festival Film & TV South by Southwest pada 12 Maret 2026. Film ini juga menjadi film pembuka pada 7 Mei untuk Festival Film Internasional Seattle 2026.[13]
Neon menjadwalkan perilisan di Amerika Serikat pada 22 Mei 2026, dengan perilisan serentak di Kanada.[14][15] Pada November 2025, Riley mengungkapkan bahwa, seperti filmnya sebelumnya Sorry to Bother You, distribusi internasional I Love Boosters akan ditangani oleh Focus Features dan Universal Pictures.[16] Film ini dirilis di VOD pada 23 Juni 2026, dan akan dirilis di DVD, Blu-ray dan Ultra HD Blu-ray pada 22 September 2026.[17]
Penerimaan
Box office
I Love Boosters menghasilkan pendapatan domestik sebesar $9,7 juta dengan anggaran produksi sekitar $20 juta.[4][5] Boots Riley menganggapnya sebagai kegagalan box office.[18]
Tanggapan kritikus
Di situs web agregator pengulasRotten Tomatoes, 92 dari 154 ulasan kritikus positif, dengan peringkat rata-rata 7.6/10.Konsensus situs web menyatakan: "Sebagai sebuah kritik kapitalisme yang lantang dan riuh, I Love Boosters melesat menembus kekacauan yang terkendali dengan cermat dari imajinasi penulis sekaligus sutradara Boots Riley, menyuguhkan komedi yang tak hanya jenaka tetapi juga menggugah pikiran."[19] Metacritic, yang menggunakan rata-rata tertimbang , memberikan film ini skor 71 dari 100, berdasarkan 35 kritikus, yang menunjukkan ulasan "umumnya menguntungkan".[20] Penonton yang disurvei oleh CinemaScore memberikan film ini nilai rata-rata "B" pada skala A+ hingga F.[21]
Amy Nicholson dari Los Angeles Times menyebut I Love Boosters sebagai "Sebuah suguhan maksimalis yang memanjakan", menggambarkan film ini sebagai "Sebuah karya agitprop yang mengutamakan hiburan bagi penonton. Karya ini sarat dengan pengamatan mengenai kerja sama tim, ketimpangan dan kesuksesan, namun dikemas sebagai tontonan megah ala komedi stoner yang penuh gaya, lengkap dengan keberanian untuk menertawakan realisme secara satir layaknya gaya Monty Python."[22] Odie Henderson dari The Boston Globe memberi film ini skor tiga dari empat bintang, dan menulis: "Saya harus mengapresiasi Boots Riley, bukan hanya karena ia menciptakan film yang benar-benar gila seperti I Love Boosters, tetapi juga karena ia melandasinya dengan tuntutan keras agar kelas pekerja dihormati. Seluruh jajaran pemainnya sangat antusias untuk terlibat, terutama Palmer dan Moore, yang keduanya tampil memukau."[23]
Kritikus The New York Times, Maya Phillips, menyoroti penampilan Palmer dan desain kostum serta produksi, dan menulis bahwa, "Meskipun Riley memiliki keahlian mumpuni dalam menciptakan pergeseran nada yang unik—baik dalam dialog maupun humor visual—sebagian unsur kekonyolan dalam film ini terasa lebih klise ala kartun ketimbang sentuhan inovatif khasnya [...], sehingga mengorbankan pesan politik yang lebih koheren dan tajam."[24] Radheyan Simonpillai dari The Guardian memberi film ini tiga dari lima bintang, menyebutnya "berani dan sangat lucu" tetapi menulis bahwa, "Meskipun setiap aktor berhasil memberikan kesan yang mencolok dan tak terlupakan, karakter mereka terasa terbatas hingga ke tingkat yang menjengkelkan. Kita tidak benar-benar menjalin kedekatan dengan Corvette dan krunya, tidak sampai pada tahap mengenal dan menyukai mereka cukup dalam untuk tetap setia mengikuti cerita saat alurnya mulai kacau."[25]
Referensi
- 1 2 3 Kroll, Justin (Oktober 8, 2024). "Keke Palmer, Demi Moore, LaKeith Stanfield And Naomi Ackie To Star In Boots Riley's Next Movie 'I Love Boosters' At Neon". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 10, 2024. Diakses tanggal Oktober 8, 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "I Love Boosters (2026) (16)". Irish Film Classification Office. Juni 17, 2026. Diakses tanggal Juni 17, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Hailu, Salome (Maret 4, 2026). "Keke Palmer Fights the System: The 'I Love Boosters' Star on Getting Political With Boots Riley and the 'Dehumanizing Machinery' of Child Stardom". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 4, 2026. Diakses tanggal Maret 4, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 "I Love Boosters". The Numbers. Diakses tanggal Juli 5, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 "I Love Boosters". Box Office Mojo. Diakses tanggal Juli 5, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Grobar, Matt (Oktober 28, 2024). "Eiza González, Poppy Liu, Taylour Paige & Will Poulter Join Boots Riley's Neon Pic 'I Love Boosters'". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 12, 2024. Diakses tanggal November 14, 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Stern, Marlow (Mei 6, 2026). "Melissa Barrera Was Canceled by Hollywood for Speaking Out Against Israel. She's Still Fighting Her Way Back". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 7, 2026. Diakses tanggal Mei 7, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Ho, Rodney (November 7, 2024). "What's filming in Georgia in November 2024?". The Atlanta Journal-Constitution. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 9, 2024. Diakses tanggal November 9, 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Natasha Braier CV". Lux Artists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 13, 2024. Diakses tanggal November 14, 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Film Music Reporter (Mei 22, 2026). "'I Love Boosters' Score Album Released". Film Music Reporter. Diakses tanggal Mei 22, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "I Love Boosters: The Soundtrack Songs You Love Performed By Keke Palmer". Soundtracks, Scores, and More. Lakeshore Records. Mei 8, 2026. Diakses tanggal Mei 22, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hamilton, James (Mei 9, 2026). "Soundwaves: Keke Palmer I Love Boosters Original Motion Picture Soundtrack". Geekstronomy. Diakses tanggal Mei 22, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Seattle International Film Festival: Opening Night Film and Party". SIFF. 2026-03-23. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2026-03-23. Diakses tanggal 2026-03-23.
- ↑ Bentz, Adam (November 3, 2025). "Demi Moore Sci-Fi Movie Gets First Look Image & Holiday 2026 Release Date". Screen Rant. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 3, 2025. Diakses tanggal November 4, 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Garner, Glenn (Desember 4, 2025). "Boots Riley's 'I Love Boosters' Will Open SXSW 2026". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 4, 2025. Diakses tanggal Desember 4, 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Instagram". www.instagram.com. Diakses tanggal Desember 22, 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Dodge, Jeff (2026-06-22). "Keke Palmer's New Sci-Fi Thriller Officially Releases On Digital Tomorrow". Screen Rant. Diakses tanggal 2026-06-22.
- ↑ @BootsRiley (2 Juli 2026). "The Wizard Of Oz Citizen Kane It's A Wonderful Life The Wiz Blade Runner Fight Club I Love Boosters Box office disappointments- but we still have international to go this fall" (Kicauan). Diakses tanggal 14 Juli 2026 – via X (sebelumnya Twitter).
- ↑ "I Love Boosters". Rotten Tomatoes. Fandango Media. Diakses tanggal 17 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "I Love Boosters". Metacritic. Fandom, Inc. Diakses tanggal Agustus 12, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Home". CinemaScore. Diakses tanggal 23 Mei 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Nicholson, Amy (Mei 21, 2026). "Fashion and politics get a radical makeover in the riotous 'I Love Boosters'". Los Angeles Times. Diakses tanggal Juni 8, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Henderson, Odie (Mei 20, 2026). "'I Love Boosters' is a raunchy, outrageous ode to the working class". The Boston Globe. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 20, 2026. Diakses tanggal Juni 8, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Phillips, Maya (Mei 21, 2026). "'I Love Boosters' Review: A Fashion-Forward Sense of Justice". The New York Times. Diakses tanggal Juni 8, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Simonpillai, Radheyan (Mei 19, 2026). "I Love Boosters review – Boots Riley's absurdist shoplifting comedy is a mixed bag". The Guardian. Diakses tanggal Juni 8, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
- I Love Boosters di IMDb (dalam bahasa Inggris)
