Selasa, 22 September 2026
01:47 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

IFG Progress

IFG Progress merupakan sebuah lembaga wadah pemikir yang didirikan oleh Indonesia Financial Group sebagai induk holding asuransi milik BUMN. Sebelum menjadi induk holding, perusahaan ini bernama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI),[1] yang mana pada upaya percepatan pembentukan holding industri asuransi milik pemerintah ini, tidak terlepas dari permasalahan keuangan yang dialami oleh beberapa lembaga asurasi BUMN, di antaranya terdapat kasus gagal bayar yang dialami oleh Jiwasraya.[2]

Oleh karena itu, sebagai langkah strategis dari pemerintah untuk memulihkan industri asurasi dan menyelamatkan polis nasabah Jiwasraya, maka pada APBN 2021, pemerintah mengelontorkan Penyertaan Modal Negara (PMN) pada IFG sebesar Rp21 triliun.[3] Adapun penyelamatan nasabah Jiwasraya, dilakukan dengan cara memberikan tawaran program restrukturisasi pada nasabah, yang selanjutnya catatan polis dipindahkan kepada anak usaha IFG yakni IFG Life.[4]

Tujuan

Tujuan dari IFG Progress adalah sebagai sumber atau penghasil pemikiran-pemikiran progresif untuk pemangku kebijakan, akademisi, maupun pelaku industri dalam memajukan industri jasa keuangan.[5]

Referensi

  1. Azzahra, Qanita (2020-10-20). "Holding Asuransi Terbentuk, BPUI Ganti Nama Jadi IFG". Gatra.com. Diakses tanggal 2022-03-22.
  2. Bir, Uli (2020-09-10). "Kronologi Jiwasraya dari Gagal Bayar hingga ke Pelukan BPUI". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 2022-03-22.
  3. Aldin, Ihya (2021-11-25). "Selesaikan Masalah Jiwasraya, IFG Akhirnya Terima PMN Rp 20 Triliun". katadata.co.id. Diakses tanggal 2022-03-22.
  4. Octaviano, Adrianus (2021--6-16). "Ini tahapan pemindahan polis Jiwasraya ke IFG Life". kontan.co.id. Diakses tanggal 2022-03-22.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. Admin, Admin (2022-03-11). "Kinerja Industri Asuransi Umum RI Underdeveloped, IFG Progress: Terlalu Bergantung pada Makroekonomi". indienews.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-10. Diakses tanggal 2022-03-23.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan