Jumat, 30 Oktober 2026
16:43 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

IAS Support Indonesia

Bagikan:
PT IAS Support Indonesia
Nama sebelumnyaPT Angkasa Pura Schiphol (1996-2011)
PT Angkasa Pura Solusi (2011-2024)
JenisPerseroan terbatas
Industrisupporting partner
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Muhammad Putra Pariadi[1]
(Direktur Utama)
Willem Rampangilei[1]
(Komisaris Utama)
Merek
  • Sapphire
  • Wraps2Go
  • Jetlag Cart Corner
  • SMMILE
Layanan
  • Pengamanan dan pembersihan fasilitas bandara
  • Pengoperasian dan pemeliharaan peralatan bandara
  • Pengelolaan lahan parkir dan kawasan komersial bandara
  • Pengemasan bagasi
  • Pelayanan penumpang di bandara
PemilikPT Integrasi Aviasi Solusi

PT IAS Support Indonesia adalah anak usaha dari Injourney Aviation Services yang terutama menyediakan layanan manajemen fasilitas untuk bandar udara.[2]

Sejarah

Perusahaan ini didirikan oleh Angkasa Pura II dan Schiphol Group pada bulan April 1996 dengan nama PT Angkasa Pura Schiphol untuk berbisnis di bidang konsultansi pengelolaan bandara. Pada tahun 2000, perusahaan ini berekspansi ke bisnis alih daya komputer. Tiga tahun kemudian, perusahaan ini juga berekspansi ke bisnis media. Pada tahun 2006, perusahaan ini berekspansi ke bisnis pelayanan penumpang di bandara dengan nama "Sapphire". Pada tahun 2011, Angkasa Pura II membeli seluruh saham perusahaan ini yang dipegang oleh Schiphol Group dan mengubah nama perusahaan ini menjadi PT Angkasa Pura Solusi.

Pada tahun 2012, perusahaan ini berekspansi ke bisnis pengelolaan lahan parkir. Setahun kemudian, perusahaan ini berekspansi ke bisnis teknologi informasi dan penyediaan lounge eksekutif. Pada tahun 2014, perusahaan ini berekspansi ke bisnis polisi bandar udara. Setahun kemudian, perusahaan ini mulai mengelola lounge khusus jamaah umroh. Pada tahun 2016, perusahaan ini berekspansi ke bisnis manajemen fasilitas, O&M, dan pengelolaan kawasan komersial bandara. Setahun kemudian, perusahaan ini berekspansi ke bisnis rekayasa fasilitas dan penyediaan pramuantar.[3]

Pada tahun 2018, perusahaan ini meluncurkan kawasan komersial dengan nama Jetlag Cart Corner serta mendirikan PT Angkasa Pura Solusi Integra untuk berbisnis di bidang penyediaan tenaga kerja alih daya dan penyelenggaraan acara. Pada tahun 2019, perusahaan ini mendirikan PT Angkasa Pura Sarana Digital untuk berbisnis di bidang teknologi informasi.[2] Pada bulan Desember 2019, melalui kerja sama dengan UnionSPACE, perusahaan ini meluncurkan ruang kerja bersama premium di Bandara Soekarno-Hatta dengan nama APSpace.[4]

Pada tahun 2023, Angkasa Pura II menyerahkan seluruh saham perusahaan ini ke PT Angkasa Pura Kargo sebagai bagian dari upaya untuk membentuk subholding di internal Injourney yang bergerak di bidang pendukung operasional bandara.[5] Pada tahun 2024, PT Angkasa Pura Propertindo, PT Angkasa Pura Solusi Integra, dan PT Angkasa Pura Sarana Digital digabung ke dalam perusahaan ini.[6] Nama dari perusahaan ini kemudian juga diubah menjadi seperti sekarang.

Referensi

  1. 1 2 https://iassupport.id/id/tentang-kami. {{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  2. 1 2 "Sekilas Perusahaan". PT Angkasa Pura Solusi. Diakses tanggal 10 April 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Asikin, Mohamad Nur (31 Agustus 2017). "Simak Nih, Per Tanggal 1 September Porter Hilang di Bandara Soetta". Jawa Pos. Diakses tanggal 5 Agustus 2024.
  4. ↑ Anggraeni, Rina (4 Desember 2019). "Bandara Soekarno-Hatta Kini Miliki Coworking Space Premium". Sindonews. Diakses tanggal 5 Agustus 2024.
  5. ↑ "Laporan Tahunan 2023". PT Angkasa Pura II. Diakses tanggal 13 Mei 2024.
  6. ↑ Adventy, Artha (5 Agustus 2024). "4 Entitas Angkasa Pura Merger, Genjot Operasional dan Keuangan". Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 25 Oktober 2024.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan