Sabtu, 24 Oktober 2026
10:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Hypercar

Hypercar

Bagikan:
Hypercar
330px-Koenigsegg_Jesko%2C_GIMS_2019%2C_Le_Grand-Saconnex_%28GIMS1049%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koenigsegg Jesko, salah satu contoh hypercar
Informasi
Masa produksi1990-an–sekarang
Bodi & rangka
KelasMobil sport, Mobil mewah
Bentuk kerangkaCoupe, Roadster
Tata letakMesin tengah atau mesin depan, penggerak roda belakang atau penggerak empat roda
Penyalur daya
MesinMesin pembakaran internal, hybrid, atau listrik (tergantung model)
TransmisiManual, otomatis, atau semi-otomatis
Dimensi
Berat kosongBervariasi, tapi sering kali menggunakan bahan ringan

Hypercar adalah istilah tidak resmi yang digunakan untuk menyebut mobil sport berperforma sangat tinggi yang melebihi kategori Supercar dalam hal tenaga, kecepatan, teknologi, dan harga. Meskipun tidak ada definisi baku yang disepakati secara universal, hypercar umumnya merujuk pada mobil dengan tenaga lebih dari 1.000 daya kuda, akselerasi sangat cepat, kecepatan maksimum di atas 350 km/jam, serta menggunakan teknologi dan material terkini seperti serat karbon dan sistem aerodinamika aktif.[1]

Sejarah

Istilah "hypercar" pertama kali digunakan pada awal 1990-an oleh Rocky Mountain Institute dalam proyek kendaraan konsep ramah lingkungan yang sangat efisien dan ringan. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan mobil dengan emisi rendah dan efisiensi energi yang tinggi, yang diwakili oleh konsep yang mereka sebut "Hypercar". Kendaraan dalam proyek ini didesain untuk menggabungkan teknologi canggih dengan performa yang sangat tinggi, meskipun dengan fokus pada keberlanjutan dan efisiensi bahan bakar, bukan kecepatan ekstrem seperti yang kita kenal sekarang.[2]

Namun, dalam konteks otomotif, istilah "hypercar" mulai dikenal luas pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, ketika mobil-mobil dengan performa luar biasa mulai muncul, seperti McLaren F1 (1992), yang sering dianggap sebagai pelopor dalam kategori hypercar. McLaren F1 menawarkan tenaga 618 HP dan mampu mencapai kecepatan maksimal 386 km/jam, yang pada saat itu merupakan rekor dunia. Mobil ini memiliki teknologi mutakhir dengan material serat karbon dan desain yang mengutamakan keseimbangan antara performa dan kenyamanan.[3]

Setelah McLaren F1, muncul beberapa hypercar lainnya yang semakin mempopulerkan istilah ini, terutama dengan hadirnya Bugatti Veyron pada tahun 2005. Bugatti Veyron dengan tenaga 1.001 HP dan kecepatan maksimum lebih dari 400 km/jam membuktikan bahwa mobil dengan performa luar biasa ini dapat diproduksi untuk konsumen, dengan harga yang sangat tinggi dan produksi terbatas. Veyron menjadi simbol dari kategori hypercar yang menggabungkan kecepatan, teknologi canggih, dan desain mewah dalam satu paket yang sangat eksklusif.[4]

Sementara itu, Bugatti Chiron yang menggantikan Veyron, memperkenalkan mesin W16 quad-turbocharged dengan tenaga 1.479 HP, menjadikannya salah satu mobil paling kuat dan tercepat di dunia. Chiron mampu mencapai kecepatan lebih dari 420 km/jam, dan dengan harga yang jauh lebih tinggi, ia mempertahankan statusnya sebagai salah satu hypercar paling eksklusif dan berperforma tinggi yang pernah ada.[5]

Sementara itu, mobil seperti Porsche 918 Spyder (2015), yang dianggap oleh banyak orang sebagai supercar, meskipun sangat berperforma tinggi dan menggunakan teknologi hybrid, tetap dikategorikan lebih rendah daripada hypercar. Dengan tenaga 887 HP dan kecepatan maksimal 340 km/jam, 918 Spyder masuk dalam kategori supercar karena meskipun memiliki tenaga luar biasa dan teknologi canggih, harganya dan performanya tidak berada pada level yang sama dengan mobil-mobil hypercar seperti Chiron atau Koenigsegg Jesko.[6]

Seiring berjalannya waktu, banyak produsen mobil lain mulai mengembangkan hypercar mereka sendiri, seperti Koenigsegg Agera, McLaren P1, Ferrari LaFerrari, dan Porsche 918 Spyder, yang semuanya menyajikan teknologi hybrid, desain aerodinamis canggih, dan tenaga mesin luar biasa untuk memberikan pengalaman berkendara yang tidak tertandingi. Era hypercar modern semakin berkembang dengan mobil-mobil seperti Aston Martin Valkyrie dan Mercedes-AMG One, yang memanfaatkan teknologi Formula 1 untuk menghadirkan performa ekstrem di jalan raya.[7]

Karakteristik

Hypercar umumnya memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Tenaga mesin sangat tinggi, biasanya lebih dari 1.000 daya kuda.
  • Akselerasi ekstrem, mampu mencapai 100 km/jam dalam waktu kurang dari tiga detik.
  • Kecepatan maksimum di atas 350 km/jam.
  • Menggunakan teknologi canggih seperti sistem hybrid, aerodinamika aktif, dan material serat karbon ringan.[7]
  • Diproduksi secara terbatas dan ditujukan untuk kolektor atau pasar eksklusif.

Contoh hypercar terkenal

Berikut beberapa contoh mobil yang secara umum dikategorikan sebagai hypercar:

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ "What is a Hypercar? The Ultimate Guide". Supercars.net. Diakses tanggal 14 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "The Original Hypercar Concept". RMI.org. Diakses tanggal 14 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "McLaren F1: The Greatest Car Ever?". Car and Driver. Diakses tanggal 14 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Bugatti Veyron Super Sport: The Fastest Car Ever". TopGear. Diakses tanggal 14 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Bugatti Chiron: The Ultimate Hypercar". Bugatti. Diakses tanggal 14 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Porsche 918 Spyder: A Hybrid Supercar". TopGear. Diakses tanggal 14 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 "What Makes a Car a Hypercar?". TopGear. Diakses tanggal 14 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan