Minggu, 18 Oktober 2026
04:35 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Hussain Muhammad Ershad

Hussain Muhammad Ershad

Bagikan:
Hussain Muhammad Ershad
হুসেইন মুহাম্মদ এরশাদ
250px-Hussain_M._Ershad-2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemimpin Oposisi
Masa jabatan
3 Januari 2019 –14 Juli 2019
PendahuluRowshan Ershad
Presiden Bangladesh
Masa jabatan
11 Desember 1983 –6 Desember 1990
PendahuluAFM Ahsanuddin Chowdhury
PenggantiShahabuddin Ahmed
Kepala Staf Angkatan Darat
Masa jabatan
1 Desember 1978[1] –30 Agustus 1986
PresidenZiaur Rahman
Abdus Sattar
A. F. M. Ahsanuddin Chowdhury
PendahuluLetnan Jenderal Ziaur Rahman
PenggantiLetnan Jenderal Atiqur Rahman
Informasi pribadi
Lahir(1930-02-01)1 Februari 1930
Meninggal14 Juli 2019(2019-07-14) (umur 89)[2][3]
Partai politikPartai Jatiya (E)
Suami/istri
​
(m. 1956)​

Bidisha Siddique Ershad
​
​
(m. 2000;c. 2005)​
PendidikanUniversitas Dhaka
Sekolah Pelatihan Perwira, Kohat, Pakistan
Command and Staff College, Quetta, Pakistan
ProfesiPerwira militer, politikus
Penghargaan sipil
UN Population Award
UN Environment Award
Global Officials of Dignity Award
Karier militer
Pihak Pakistan (sebelum 1971)
 Bangladesh
Dinas/cabang Angkatan Darat Pakistan
 Angkatan Darat Bangladesh
PangkatLetnan Jenderal
KomandoKepala Staf Angkatan Darat,
Ajudan Jenderal Angkatan Darat,
Komandan Resimen Benggala Timur 7,
Komandan Resimen Benggala Timur 3

Hussain Muhammad Ershad (bahasa Bengali:হুসেইন মুহাম্মদ এরশাদ; 1 Februari 1930 – 14 Juli 2019) adalah seorang mantan Kepala Staf Angkatan Darat dan politikus Bangladesh yang menjabat sebagai Presiden Bangladesh dari tahun 1983 hingga 1990,[4] masa jabatannya sering dianggap sebagai masa kediktatoran militer.[5][6][7]

Dia merebut kekuasaan lewat sebuah kudeta tak berdarah terhadap Presiden Abdus Sattar pada 24 April 1982 (dengan memberlakukan darurat militer dan menangguhkan Konstitusi). Dia menyatakan diri sebagai Presiden pada tahun 1983,[8] dan kemudian memenangkan pemilihan presiden Bangladesh 1986 yang kontroversial.[9] Meskipun mengklaim secara sah telah memenangkan pemilihan tahun 1986, banyak yang menganggap rezimnya sebagai era kediktatoran militer.[5][6][7] Ershad menjabat Presiden hingga 1990, ketika ia dipaksa mengundurkan diri menyusul pemberontakan massa pro-demokrasi yang dipimpin oleh Khaleda Zia dan Sheikh Hasina. Ershad mendirikan Partai Jatiya pada tahun 1986 dan menjadi Anggota Parlemen untuk partai itu dari daerah pemilihan Rangpur-3 pada tahun 1991, dan berhasil terpilih kembali di semua pemilihan umum berikutnya.

Selama masa jabatannya, Ershad melakukan reformasi devolusi, privatisasi industri yang dinasionalisasi; memperluas sistem jalan raya nasional; dan pendirian SAARC; ia juga menginstruksikan kekuatan militer negaranya sebagai sekutu Amerika Serikat dalam Perang Teluk. Dia berkontribusi pada perkembangan infrastruktur dan pertumbuhan sosial-ekonomi, melepaskan industri-industri utama yang dinasionalisasi. Dia memulihkan rantai komando di Angkatan Bersenjata Bangladesh setelah kekacauan setelah pembunuhan Mujib.[10]

Ershad dianugerahi Penghargaan Populasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1987 atas kontribusinya terhadap masalah kependudukan dan lingkungan.[11][12]

Referensi

  1. ↑ Mascarenhas, Anthony. Bangladesh: A Legacy of Blood. Hodder and Stoughton.
  2. ↑ "Ershad passes away". The Daily Star. 14 Juli 2019.
  3. ↑ "Former Bangladesh army ruler Ershad dies aged 89". aljazeera.com. Diakses tanggal 14 Juli 2019.
  4. ↑ Islam, Sirajul; Miah, Sajahan; Khanam, Mahfuza; Ahmed, Sabbir, ed. (2012). "Ershad, Lt. General Hussein M". Banglapedia: the National Encyclopedia of Bangladesh (Edisi Online). Dhaka, Bangladesh: Banglapedia Trust, Asiatic Society of Bangladesh. ISBN 984-32-0576-6. OCLC 52727562. Diakses tanggal 17 Oktober 2026.
  5. 1 2 "Ershad: We have no specific demand at dialogue with PM". Dhaka Tribune. 2018-11-03. Diakses tanggal 2018-12-27.
  6. 1 2 Correspondent, Senior; bdnews24.com. "Ershad shows Tk 2.8m cash, says wife Raushon has Tk 262m in election affidavit". bdnews24.com. Diakses tanggal 2018-12-27.{{cite web}}: |last= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  7. 1 2 Maniruzzaman, Talukder (1992). "The Fall of the Military Dictator: 1991 Elections and the Prospect of Civilian Rule in Bangladesh". Pacific Affairs. 65 (2): 203–224. doi:10.2307/2760169. ISSN 0030-851X. JSTOR 2760169.
  8. ↑ Stevens, William K.; Times, Special To the New York (1983-12-12). "Bangladesh Leader in Military Regime Assumes Presidency". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2018-12-27.
  9. ↑ Weisman, Steven R.; Times, Special To the New York (1986-10-17). "Bangladesh Chief Claims Vote Victory". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2018-12-27.
  10. ↑ Codron, Jérémie (18 Oktober 2007). "Putting Factions 'Back in' the Civil-Military Relations Equation: Genesis, Maturation & Distortion of the Bangladeshi Army". South Asian Multidisciplinary Academic Journal: 55. doi:10.4000/samaj.230. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 April 2017. Diakses tanggal 23 November 2008.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "Award Laureates". www.unfpa.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-04-19.
  12. ↑ "UNEP Global 500 Laureates – Award Winners". Global500.org. 25 Februari 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 9 September 2010. Diakses tanggal 15 Januari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan