Jumat, 30 Oktober 2026
05:51 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Huang Tingjian

Huang Tingjian

Bagikan:
Huang Tingjian
黃庭堅
250px-Huang_Tingjian.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Huang Tingjian.
Lahir9 Agustus, 1045
Meninggal24 Mei 1105(1105-05-24) (umur 59)
County Cangnan, Guangxi, Tiongkok
PekerjaanKaligrafer, pelukis penyair
Huang Tingjian
Hanzi tradisional: 黃庭堅
Hanzi sederhana: 黄庭坚
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Huáng Tíngjiān
- Wade-Giles: Huang T'ing-chien
Luzhi
Hanzi tradisional: 魯直
Hanzi sederhana: 鲁直
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Lǔzhí
Ini adalah nama Tionghoa; marganya adalah Huang.

Huang Tingjian (Hanzi sederhana:黄庭坚; Hanzi tradisional:黃庭堅; Wade–Giles:Huang T'ing-chien; 1045–1105) adalah seorang kaligrafer Tiongkok, pelukis, dan penyair dari Dinasti Song. Ia terutama dikenal sebagai penulis kaligrafi selain juga dikagumi karena lukisan dan puisinya. Dia adalah salah satu dari Empat Master dari Dinasti Song (Hanzi:宋四家), ia merupakan teman masa muda Su Shi dan dipengaruhi oleh teman-temannya dalam praktik melukis (Hanzi sederhana:文人画; Hanzi tradisional:文人畫), kaligrafi, dan puisi.

Huang Tingjian memiliki 3 istri selama hidupnya, dan memiliki satu putra dari istrinya yang ketiga. Istri pertamanya adalah putri cendekiawan, Sun Jue (1028-1090). Dia meninggal pada 1070. Istri keduanya dari klan Xie, mereka memiliki seorang anak perempuan, sebelum kematiannya, di Damingfu, pada tahun 1079. Istri ketiganya melahirkan putra satu-satunya, yang dia beri nama tidak biasa yaitu "Empat Puluh" , karena dia berusia 40 tahun ketika putranya lahir.[1]

Kesehatan Huang Tingjian buruk sepanjang hidupnya. Masalah kesehatannya kompleks yaitu "beriberi, batuk, pilek parah, demam malaria, sakit kepala, pusing, dan pada tahun-tahun berikutnya, gangguan jantung, nyeri dada dan lengan."[2]

Pada awal musim dingin tahun 1105, Huang Tingjian meninggal, sendirian, di tempat pengasingan di Yizhou, terpisah dari keluarganya. Pemakamannya diatur oleh orang asing, yang memang melakukan perjalanan ke Yizhou, berharap untuk dapat bertemu dan berkenalan dengannya.[3]

Galeri

  • Ilustrasi dari "Koridor Panjang". Kiri ke kanan: Su Shi, Fo Yin (佛印), dan Huang Tingjian, sedang minum anggur.
    Ilustrasi dari "Koridor Panjang". Kiri ke kanan: Su Shi, Fo Yin (佛印), dan Huang Tingjian, sedang minum anggur.
Puisi di Aula Pinus dan Angin.
Versi puisi "Peringatan Makanan Dingin" karya Su Shi, termasuk beberapa kaligrafi Huang Tingjian. Kaligrafi Su Shi di sebelah kanan. Kaligrafi Huang Tingjian di sebelah kiri.

Catatan

  1. ↑ Murck, 159
  2. ↑ Murck, note 5, page 331, following Shen Fu
  3. ↑ Murck, 187-188

Referensi

  • Encyclopædia Britannica, copyrighted 1994-2005.
  • Murck, Alfreda (2000). Poetry and Painting in Song China: The Subtle Art of Dissent. Cambridge (Massachusetts) and London: Harvard University Asia Center for the Harvard-Yenching Institute. ISBN0-674-00782-4.
  • Willets, William, Chinese Calligraphy: Its History and Aesthetic Motivation, Oxford University Press, 1981.
  • Wang Yao-t'ing, Looking at Chinese Painting, Nigensha Publishing Co. Ltd., Tokyo, Japan (first English edition 1996), p, 78. ISBN4-544-02066-2

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan