Senin, 19 Oktober 2026
15:46 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Hormon peptida

Hormon peptida

Bagikan:
Hormone whose molecules are peptidesTemplat:SHORTDESC:Hormone whose molecules are peptides
250px-1804_Binding_of_Water-Soluble_Hormones.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi yang menunjukkan pengikatan hormon peptida ke reseptor sel

Hormon peptida adalah hormon yang tersusun dari molekul peptida. Hormon-hormon ini memengaruhi sistem endokrin manusia dan hewan.[1] Sebagian besar hormon diklasifikasikan sebagai hormon berbasis asam amino (amina, peptida, atau protein) atau hormon steroid. Hormon berbasis asam amino larut dalam air dan bekerja pada sel target melalui sistem penghantar kedua; sedangkan hormon steroid, yang larut dalam lipid, berdifusi melalui membran plasma untuk berinteraksi langsung dengan reseptor intraseluler di dalam inti sel.

Seperti semua peptida, hormon peptida disintesis dalam sel dari asam amino berdasarkan transkrip mRNA, yang berasal dari templat DNA di dalam inti sel. Prekursor awal, yang dikenal sebagai preprohormon, mengalami pemrosesan di retikulum endoplasma. Ini termasuk penghapusan peptida sinyal N-terminus, dan dalam beberapa kasus, glikosilasi, menghasilkan prohormon. Prohormon ini kemudian dikemas ke dalam vesikel sekretori, yang disimpan dan dilepaskan melalui eksositosis sebagai respons terhadap rangsangan spesifik, seperti peningkatan kadar Ca2+ intraseluler dan cAMP.[2]

Prohormon sering mengandung sekuens asam amino tambahan yang diperlukan untuk pelipatan yang tepat tetapi tidak untuk aktivitas hormonal. Endopeptidase spesifik membelah prohormon sebelum sekresi, menghasilkan hormon matang yang aktif secara biologis. Setelah berada di aliran darah, hormon peptida bergerak ke seluruh tubuh dan berikatan dengan reseptor spesifik pada membran sel target.

Beberapa neurotransmiter disekresikan dan dilepaskan dengan cara yang mirip dengan hormon peptida, dan beberapa "neuropeptida" berfungsi sebagai neurotransmiter dalam sistem saraf dan hormon dalam aliran darah.

Ketika hormon peptida berikatan dengan reseptornya di permukaan sel, ia mengaktifkan penghantar kedua di dalam sitoplasma, memicu jalur transduksi sinyal yang mengarah pada respons seluler spesifik.[3]

Peptida tertentu, seperti angiotensin II, faktor pertumbuhan fibroblas dasar-2, dan protein terkait hormon paratiroid, juga dapat berinteraksi dengan reseptor intraseluler di sitoplasma atau nukleus melalui mekanisme intrakrin.[4]

Daftar sebagian hormon peptida pada manusia

  1. Hormon adrenokortikotropik (ACTH)
  2. Adropin
  3. Amilin
  4. Angiotensin
  5. Peptida natriuretik atrium (ANP)
  6. Kalsitonin
  7. Kolesistokinin (CCK)
  8. Gastrin
  9. Grelin
  10. Glukagon
  11. Polipeptida insulinotropik yang bergantung pada glukosa (GIP)
  12. Peptida mirip glukagon-1 (GLP-1)
  13. Hormon pertumbuhan
  14. Hormon perangsang folikel (FSH)
  15. Gonadotropin korionik manusia (hCG)
  16. Insulin
  17. Leptin
  18. Hormon pelutein (LH)
  19. Hormon perangsang melanosit (MSH)
  20. Oreksin/Hipokretin
  21. Oksitosin
  22. Hormon paratiroid (PTH)
  23. Prolaktin
  24. Renin
  25. Somatostatin
  26. Hormon perangsang tiroid (TSH)
  27. Hormon pelepas tirotropin (TRH)
  28. Vasopresin, juga disebut arginina vasopresin (AVP) atau hormon antidiuretik (ADH)
  29. Peptida usus vasoaktif (VIP)
  30. Somatotropin (GH1)
  31. Hormon pelepas gonadotropin 1 (GNRH1)
  32. Hormon pelepas gonadotropin 2 (GNRH2)
  33. Hormon pelepas hormon pertumbuhan (GHRH)
  34. Hormon mirip hormon paratiroid (PTHLH)
  35. Hormon pelepas kortikotropin (CRH)
  36. Hormon antimüllerian (AMH)
  37. Hormon somatomamotropin korionik 1 (CSH1)
  38. Hormon somatomamotropin korionik 2 (CSH2)
  39. Hormon pengonsentrasi pro-melanin (PMCH)
  40. Resistin (RETN)

Referensi

  1. ↑ Siddle K, Hutton JC (1991). Peptide Hormone Secretion/Peptide Hormone Action: A Practical Approach. Oxford University Press. ISBN 0-19-963073-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Hutton JC (1991). Peptide Hormone Secretion: A Practical Approach. Hull University Press. ISBN 0-19-963068-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Wermuth CG (2003). The Practice of Medicinal Chemistry. Academic Press. ISBN 0-12-744481-5.
  4. ↑ Kraemer WJ, Rogol AD (2005). The Endocrine System in Sports and Exercise. Blackwell Publishing. ISBN 1-4051-3017-2.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan