Sabtu, 03 Oktober 2026
10:51 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Honghuzi

Honghuzi

Halaman disambiguasi

Bagikan:
330px-Chinese_Mounted_Bandits_during_the_Battle_of_Mukden.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Honghuzi selama Pertempuran Mukden

Honghuzi (Hanzi:红胡子; harfiah: 'Janggut Merah') adalah perampok Tionghoa yang pernah beroperasi di wilayah perbatasan timur Tiongkok-Rusia, tepatnya di perbatasan antara wilayah Timur Jauh Rusia dengan Manchuria. Honghuzi menyerang para pemukim Rusia di wilayah Timur Jauh pada abad ke-19 dan ke-20. Menjelang akhir abad ke-19, honghuzi juga mengganggu upaya Rusia untuk membangun jalur kereta api Manchuria.[1] Honghuzi turut serta dalam Pemberontakan Boxer melawan Aliansi Delapan Negara, dan setelah terjadinya invasi Rusia ke Manchuria mereka melancarkan gerilya melawan pendudukan Rusia.

Kebanyakan anggota honghuzi berasal dari wilayah Tiongkok sebenarnya.[2] Banyak di antara mereka yang sebelumnya merupakan seorang tentara atau pengangguran.[3]

Referensi

  1. ↑ Xiang, Lanxin (2003). The Origins of the Boxer War: A Multinational Study. Routledge. hlm. 156. ISBN 0-7007-1563-0.
  2. ↑ Railways and the Russo-Japanese War: transporting war. Taylor & Francis. 2007. hlm. 53. ISBN 0-7146-5721-2. Diakses tanggal 18 Maret 2012. Another hazard faced by the Russian soldiers when they reached Manchuria was that of the Hunghutze, nomadic bandits, many of whom had migrated to Manchuria from China proper, but had done so as outlaws and criminals.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Man and Mystery in Asia (Edisi reprint). Kessinger Publishing. 2005. hlm. 156. ISBN 1-4179-1071-2. Diakses tanggal 18 Maret 2012. though the tiger men are for the most part themselves Chinese. They are separate, well-organized gangs of hunghutzes recruited from among the millions of the constantly hungry sons of the State of Heaven, the coolies out of work or the deserters from the undisciplined Chinese army.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan