Jumat, 30 Oktober 2026
03:30 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Hne

Hne

Bagikan:
Hne
250px-Burmese_Hne.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi Buluh ganda
Alat musik terkait
Shawm Pi (instrumen)

Hne (bahasa Burma: နှဲ; juga dieja hnè) adalah trompet berbentuk kerucut berbuluh ganda yang digunakan dalam musik Myanmar. Hne menjadi salah satu instrumen utama dalam ansambel tradisional Myanmar disebut Hsaing Waing. Dalam ansambel ini, hne berperan sebagai perangkat melodi utama yang menonjol di antara gong, drum, dan alat musik perkusi lainnya.[1] Alat musik ini biasanya digunakan untuk pertunjukan luar ruang, prosesi besar, upacara keagamaan, dan perayaan rakyat.[2]

Etimologi

Catatan tertulis paling awal yang masih ada untuk kata hne berasal dari tahun 1491 M, dan kemungkinan besar merupakan kata serapan dari bahasa Mon Pertengahan, yaitu sanoy. Kata sanoy sendiri dipinjam dari bahasa Persia, shanai.[3]

Sejarah

Hne merupakan instrumen yang berakar kuat dalam tradisi musik Asia Tenggara. Alat musik ini kemungkinan berkembang dari keluarga instrumen shawm yang berasal dari wilayah Persia, kemudian menyebar ke Asia Tenggara melalui jalur perdagangan dan pertukaran budaya yang intens. Selain dari pengaruh Persia, pengaruh dari negeri tetangga juga muncul dalam sejarah hne. Alat musik seperti pi nai Thailand dan sralaii Kamboja memengaruhi alat musik ini.[2] Pada masa kerajaan‑kerajaan Burma, hne telah digunakan secara luas dalam upacara istana dan prosesi keagamaan sehingga membuatnya menjadi bagian integral dari ritual resmi dan pertunjukan musik seremonial.[4]

Deskripsi

Hne punya buluh enam lapis (disebut hnegan) yang dibuat dari daun muda pohon siwalan, direndam air selama enam bulan. Badan hne terbuat dari kayu, bentuknya meruncing seperti kerucut, dengan tujuh lubang jari di bagian depan yang berjejer lurus, dan di ujungnya ada lonceng (ချူ, chu) yang mengeluarkan suara keras dan nyaring.[3] Alat ini dimainkan dalam kelompok musik bersama xilofon, gong, dan drum yang disetel nadanya. Ada dua ukuran hne, yaitu yang kecil disebut hne galay (နှဲကလေး), dan yang besar disebut hne gyi (နှဲကြီး). Hne yang kecil dipakai untuk lagu-lagu biasa dengan tangga nada mayor standar, sementara hne yang besar untuk lagu-lagu megah dengan nada yang lebih rendah dan dalam.[5]

Referensi

  1. ↑ "Music and Dance from Myanmar: Shwe Man Thabin Zat Pwe Program" (Dokumen). New York: Asia Society. hlm. 13.{{cite document}}: Parameter tidak dikenal |url= diabaikan
  2. 1 2 "hne". Organology: Musical Instruments Encyclopedia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-06.
  3. 1 2 Okell, John (1971). "The Burmese Double-Reed "Nhai"". Asian Music. 2 (1). University of Texas Press: 25–31. doi:10.2307/833810. JSTOR 833810.
  4. ↑ "Making Inventory of Craftsmanship and Performing Arts of Bamar Traditional Musical Instruments" (Dokumen). Archive-Unesco. hlm. 223.{{cite document}}: Parameter tidak dikenal |url= diabaikan
  5. ↑ Khin Zaw (1940). "Burmese Music (A Preliminary Enquiry)". Bulletin of the School of Oriental and African Studies. 10 (3). School of Oriental and African Studies: 738. doi:10.1017/s0041977x0008873x. JSTOR 608839.
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan