Kamis, 29 Oktober 2026
06:10 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Historia Langobardorum

Historia Langobardorum

Bagikan:
Historia Langobardorum
250px-HistoriaLangobardorum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Manuskrip Salzburg
BahasaLatin
SubjekSejarah orang Langobardi
GenreSejarah etnik

Historia Langobardorum ("Sejarah Orang Langobardi") adalah karya utama Paulus Diakonus yang ditulis pada akhir abad ke-8. Karya ini masih belum selesai, tetapi sudah terdiri dari enam buku yang ditulis dari tahun 787 hingga tahun 796 (kemungkinan besar di Montecassino).

Karya ini berisi tentang kisah orang Langobardi dari asal mula mereka berdasarkan mitologi hingga kematian Raja Liutprand pada tahun 743. Historia Langobardorum mengandung informasi yang berharga mengenai Kekaisaran Romawi Timur dan orang Franka. Kisahnya disampaikan dari sudut pandang seorang patriot Langobardi dan menunjukkan hubungan antara orang Franka dengan Langobardi. Paulus menggunakan dokumen Origo gentis Langobardorum, Liber pontificalis, catatan sejarah karya Sekundus dari Trento yang sudah hilang, dan tawarikh Benevento yang juga sudah hilang sebagai sumber primer; ia juga menjadikan karya Bede, Gregorius dari Tours, dan Isidore dari Sevilla sebagai sumber.[1]

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Laura Pani pada tahun 2000, terdapat 115 kodeks Historia Langobardorum yang masih ada saat kini. Karya ini populer pada abad pertengahan seperti yang terlihat dari jumlah salinannya dan persebarannya di seluruh Eropa Barat.

Referensi

  1. ↑ Chisholm 1911, hlm. 964.

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisource Latin memiliki teks asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Ikon rintisan

Artikel bertopik buku ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan