
Histopatologi adalah cabang biologi yang mempelajari kondisi dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit. Histopatologi sangat penting dalam kaitan dengan diagnosis penyakit karena salah satu pertimbangan dalam penegakan diagnosis adalah melalui hasil pengamatan terhadap jaringan yang diduga terganggu.
Histopatologi dapat dilakukan dengan mengambil sampel jaringan (misalnya seperti dalam penentuan kanker payudara) atau dengan mengamati jaringan setelah kematian terjadi. Dengan membandingkan kondisi jaringan sehat terhadap jaringan sampel dapat diketahui apakah suatu penyakit yang diduga benar-benar menyerang atau tidak. Ilmu ini dipelajari dalam semua bidang patologi, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan.[1]
Tahapan pemeriksaan histopatologi
- Pengambilan jaringan (biopsi).
- Fiksasi jaringan, biasanya menggunakan formalin.
- Pembuatan preparat jaringan.
- Pewarnaan, misalnya dengan hematoksilin-eosin (HE).
- Pengamatan di bawah mikroskop oleh dokter patologi anatomi.
Contoh penggunaan
- Diagnosis tumor atau kanker.
- Pemeriksaan peradangan organ.
- Deteksi infeksi tertentu pada jaringan.[2]
Referensi
| Basis data pengawasan otoritas: Nasional |
|---|
Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
- ↑ "https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/histopathology?utm_source=chatgpt.com". www.cancer.gov (dalam bahasa Inggris). 2011-02-02. Diakses tanggal 2026-05-11.
{{cite web}}: Tautan eksternal dalam|title= - ↑ "Selamat Datang di Situs Resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia". www.kemkes.go.id. Diakses tanggal 2026-05-11.