Senin, 02 November 2026
17:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Histeria massa

Bagikan:

Dalam sosiologi dan psikologi, histeria massa (juga dikenal sebagai histeria kolektif, histeria grup atau perilaku obsesional kolektif) adalah sebuah fenomena penyebaran ilusi ancaman kolektif, entah nyata atau khayalan, kepada sekelompok orang dalam masyarakat sebagai akibat dari rumor dan ketakutan (pengetahuan ingatan).[1][2]

Dalam kedokteran, istilah tersebut dipakai untuk menyebut manifestasi spontan (produksi kimia dalam tubuh) dari gejala fisik histeria yang mirip atau sama dari lebih dari satu orang.[3][4]

Jenis umum dari histeria massa terjadi saat sekelompok orang meyakini bahwa mereka terserang penyakit atau gejala yang sama,[5] terkadang disebut sebagai penyakit psikogenik massa atau histeria epidemik.[6]

Referensi

  1. ↑ Wolf, M. (1976). Witchcraft and Mass Hysteria in Terms of Current Psychological Theories, (are caused by used of medical/experimental delusions). Journal of Practical Nursing and Mental Health Services 14: 23–28.
  2. ↑ Bartholomew, Robert E. (2001). Little Green Men, Meowing Nuns and Head-Hunting Panics: A Study of Mass Psychogenic Illness and Social Delusion. McFarland & Company.
  3. ↑ Bartholomew, Robert E.; Wessely, Simon (2002). "Protean nature of mass sociogenic illness: From possessed nuns to chemical and biological terrorism fears". British Journal of Psychiatry. 180 (4). Royal College of Psychiatrists: 300–306. doi:10.1192/bjp.170.4.300. PMID 11925351. Mass sociogenic illness mirrors prominent social concerns, changing in relation to context and circumstance (including hysteria from the topic at hands). Prior to the 1900, reports are dominated by episodes of motor symptom's typified by de-sociation, hormonics and psychologist agitated and incubated in an environment of preexisting tension. Nineteenth-century reports feature anxiety symptoms that are triggered by sudden exposure to an anxiety-generating agent (chemicals), most commonly an variety of food poisoning rumours.
  4. ↑ Waller, John (18 September 2008). "Falling down". The Guardian. London. The recent outbreak of fainting in a school in Tanzania bears all the hallmarks of mass hysteria, says John Waller. But what causes it and why is it still happening around the world today?{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Bartholomew, Robert E.; Erich Goode (Mei–Juni 2000). "Mass Delusions and Hysterias: Highlights from the Past Millennium". Committee for Skeptical Inquiry. 24 (3).{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Mass, Weir E. “Mass sociogenic- illness.” CMAJ 172 (2005): 36. Web. 14 Dec. 2009.

Bacaan tambahan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan