Senin, 19 Oktober 2026
19:23 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Layang-layang batu

Layang-layang batu

Bagikan:
Layang-layang batu
250px-Hirundo_tahitica_javanica.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
H. javanica
Nama binomial
Hirundo javanica
Gmelin, 1789
Artikel takson sembarang

Layang-layang batu (Hirundo javanica) atau dalam bahasa Inggris dikenal juga sebagai Pacific Swallow adalah spesies burung dalam famili Hirundinidae. Burung ini tersebar luas dari Asia Selatan hingga Asia Tenggara.

Panjang tubuh sekitar 13 cm. Panjang sayap melebihi ekor, sehingga saat menutup kedua sayap saling bersilangan di bawah ekor. Bagian atas berwarna biru gelap dan tenggorokan berwarna merah karat. Layang-layang batu hidup dalam kelompok kecil. Menghuni di sekitar pemukiman penduduk dan lahan pertanian, sering terlihat pada area yang terbuka. Makanan utamanya adalah serangga. Berbeda dengan jenis burung walet yang sepanjang hari dapat menghabisakan waktunya untuk terbang, burung layang-layang batu kerap terlihat bertengger untuk beristirahat. Saat siang hari, sering kali terlihat menyambar air. Burung ini membangun sarang dengan bahan dasar lumpur pada permukaan yang keras seperti tebing dan dinding.

Galeri

  • Pose terbang
    Pose terbang
  • Menyambar air
    Menyambar air
  • Mengumpulkan material sarang
    Mengumpulkan material sarang
  • Bertengger
    Bertengger

Referensi

  1. ↑ "Hirundo tahitica". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2012.1. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 20 September 2012. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan