Sabtu, 17 Oktober 2026
00:01 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Terapi lintah

Terapi lintah

Bagikan:
330px-Blodigle_p%C3%A5_handa.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lintah yang sedang mengisap darah manusia

Terapi lintah atau hirudoterapi adalah terapi kesehatan yang menggunakan media lintah.[1] Terapi lintah telah dikenal sejak lama, bahkan sebelum masa kedokteran modern. Dahulu terapi lintah diyakini dapat mengatasi kelainan sistem saraf, masalah gigi dan kulit, meringankan nyeri, mengobati peradangan, serta infeksi.[2] Gigitan lintah itu akan meninggalkan bekas berbentuk huruf Y, yang nantinya akan sembuh tanpa bekas luka. Lintah yang digunakan untuk pengobatan adalah jenis Hirudo, yaitu Hirudo medicinalis, Hirudo troctina, Hirudo nipponia, Hirudo quinquestriata, Poecilobdella granulosa, Hirudinaria javanica, Hirudinaria manillensis, Haementeria officinalis, Hirudo orientalis, dan Haementeria depressa dan yang dikembangkan dalam lingkungan khusus.[2]

Manfaat

Lintah yang khusus digunakan untuk pengobatan, umumnya mengeluarkan air liur yang mengandung lebih dari 100 jenis protein saat mengisap darah, meski baru beberapa yang teruji dapat menyembuhkan. Protein inilah yang memiliki efek medis, seperti memperlancar peredaran darah, meredakan nyeri, hingga efek antiperadangan dan antimikroba.[2]

Risiko

Terapi lintah banyak dipilih karena relatif mudah dilakukan dan risiko efek sampingnya terbilang kecil. Meski demikian, terapi lintah juga memiliki risiko yang harus dipertimbangkan baik untuk terapi medis ataupun untuk prosedur kecantikan.[2]

Yang pertama harus diperhatikan adalah jenis lintah yang digunakan. Walau dinamakan terapi lintah, tetapi yang digunakan bukanlah lintah liar yang ada di lingkungan bebas. Lintah yang digunakan harus jenis Hirudo khusus pengobatan, disimpan dalam air bersih yang sudah diberikan klorin, dan harus berada dalam suhu 5-27 °C. Kemudian, lintah juga harus terlindungi dari paparan langsung sinar matahari.[2]

Selain itu, perlu diingat bahwa tidak semua orang bisa menjalani terapi lintah.[2]

Referensi

  1. ↑ "Blutegeltherapie". www.carstens-stiftung.de (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 2019-09-20.
  2. 1 2 3 4 5 6 "Jangan Geli, Terapi Lintah Banyak Manfaatnya". Alodokter. 2018-10-16. Diakses tanggal 2019-09-20.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan