Minggu, 04 Oktober 2026
23:04 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Sindrom Cushing

Sindrom Cushing

sekumpulan tanda dan gejala yang diakibatkan oleh peningkatan kadar hormon kortisol melebihi batas normal

Bagikan:
330px-Cushing_syndrome_svg_hariadhi.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gejala Sindrom Cushing[1]
250px-CushingsBody.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Increased hair and stria in a 30 year old female patient with iatrogenic Cushing's syndrome
Gl%C3%A1ndula_suprarrenal.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Diagram dengan legenda menunjukkan kelenjar adrenal, ginjal dan ureter, serta vena cava inferior dan ginjal, serta aorta dan arteri ginjal.

Sindrom Cushing, atau kadang disebut juga hiperkortisolisme, adalah sekumpulan tanda dan gejala yang diakibatkan oleh peningkatan kadar hormon kortisol melebihi batas normal.[2] Penyakit ini secara sistemik ditandai dengan obesitas sentral, hipertensi, diabetes melitus, osteoporosis, atrofi otot, dislipidemia, batu ginjal, dan moon face (wajah bulat).[3]

Sejarah

Pada tahun 1932, Harvey W. Cushing, seorang ahli bedah saraf Amerika, melaporkan 12 pasien yang menderita gangguan metabolik serius yang ia kaitkan dengan tumor basofilik pada kelenjar pituitari.[4] Gangguan ini ditandai oleh produksi hormon kortisol yang berlebihan, menyebabkan gejala seperti obesitas sentral, hipertensi, dan gangguan metabolisme. Pada tahun yang sama, peneliti Bishop dan Close mengusulkan nama "sindrom Cushing" untuk kondisi ini.[5]

Penyebab

Sebagian besar kasus sindrom Cushing disebabkan oleh penggunaan obat glukokortikoid eksogen (iatrogenik), tetapi ada juga yang disebabkan oleh produksi kortisol yang berlebihan secara endogen. Semua mekanisme tersebut mengarah pada kondisi kelebihan kortisol dalam tubuh.[6]

Eksogen

Cushing sindrom eksogen dapat disebabkan oleh konsumsi obat yang mengandung kortikosteroid seperti medroksiprogesteron asetat[7][8] yang biasa digunakan untuk berbagai pengobatan penyakit akut atau konsumsi bahan kontrasepsi yang mengandung estrogen seperti mestranol.[9]

Endogen

Tiga penyebab utama sindrom Cushing endogen meliputi gangguan hipotalamus-hipofisis primer, tumor non-hipofisis, dan neoplasma adrenokortikal primer.[6] Pada gangguan hipotalamus-hipofisis primer, terjadi sekresi berlebihan hormon adrenokortikotropik (ACTH). Kondisi ini dapat disebabkan oleh prosedur adrenalektomi yang mengakibatkan terjadinya adenoma pada kelenjar hipofisis.[10][11]

Gejala

Gejala yang menjadi ciri khas dari sindrom Cushing adalah peningkatan berat badan akibat akumulasi lemak di bagian tubuh tertentu, terutama di area perut, wajah (moon face), serta leher belakang dan punggung bagian atas (sering disebut sebagai "buffalo hump").[12] Berikut adalah beberapa gejala dari sindrom Cushing:[13]

Gejala yang Umum Terjadi Gejala yang Jarang Terjadi
Penurunan libido Abnormalitas EKG atau aterosklerosis
Obesitas atau peningkatan berat badan Penumpukan lemak di bagian dorsal
Bengkak di wajah Edema
Moon face Abnormalitas toleransi glukosa
Perubahan siklus menstruasi Osteopenia atau fraktur
Striae Sakit kepala
Hipertensi Nyeri punggung
Hirsutisme Infeksi berulang
Ekimosis Nyeri perut
Letargi, depresi Jerawat
Kelemahan otot bagian proksimal Kebotakan pada wanita

Lihat pula

Rujukan

  1. ↑ "Cushing syndrome". Mayo Clinic. Maret 28, 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 25, 2015. Diakses tanggal 2015-05-25.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Nishioka, Hiroshi; Yamada, Shozo (2019-11). "Cushing's Disease". Journal of Clinical Medicine (dalam bahasa Inggris). 8 (11): 1951. doi:10.3390/jcm8111951. ISSN 2077-0383. PMC 6912360. PMID 31726770.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  3. ↑ Ko, Eugene; Panchal, Neeraj (2020-10-01). "Pigmented Lesions". Dermatologic Clinics. Oral Medicine in Dermatology. 38 (4): 485–494. doi:10.1016/j.det.2020.05.009. ISSN 0733-8635.
  4. ↑ Cushing, Harvey (1994-09). "The Basophil Adenomas of the Pituitary Body and Their Clinical Manifestations (Pituitary Basophilism) 1". Obesity Research (dalam bahasa Inggris). 2 (5): 486–508. doi:10.1002/j.1550-8528.1994.tb00097.x. ISSN 1071-7323.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. ↑ Lindholm, J. (2000-10-01). "Cushing's Syndrome: Historical Aspects". Pituitary (dalam bahasa Inggris). 3 (2): 97–104. doi:10.1023/A:1009905808033. ISSN 1573-7403.
  6. 1 2 Kumar, Vinay; Abbas, Abul K.; Aster, Jon C.; Deyrup, Andrea T. (2023). Robbins & Kumar basic pathology (Edisi Eleventh edition). Philadelphia, PA: Elsevier. ISBN 978-0-323-79018-5. OCLC 1351696609.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahan
  7. ↑ (Inggris) "Medroxyprogesterone induced Cushing's syndrome". Department of Endocrinology, Royal North Shore Hospital; Learoyd D, McElduff A. Diakses tanggal 2011-04-20.
  8. ↑ (Inggris) "The Cushing syndrome induced by medroxyprogesterone acetate". Toronto General Hospital; Siminoski K, Goss P, Drucker DJ. Diakses tanggal 2011-04-20.
  9. ↑ (Inggris) "The effect of oral contraceptives on cortisol metabolism". C. W. Burke. Diakses tanggal 2011-04-20.
  10. ↑ (Inggris) "ACTH-producing pituitary tumors following adrenalectomy for Cushing's syndrome". NELSON DH, MEAKIN JW, THORN GW. Diakses tanggal 2011-04-20.
  11. ↑ (Inggris) "The prevalence of pituitary adenomas: a systematic review". Department of Medicine, University of Toronto and Mount Sinai Hospital; Ezzat S, Asa SL, Couldwell WT, Barr CE, Dodge WE, Vance ML, McCutcheon IE. Diakses tanggal 2011-04-20.
  12. ↑ Braun, Leah T.; Riester, Anna; Oßwald-Kopp, Andrea; Fazel, Julia; Rubinstein, German; Bidlingmaier, Martin; Beuschlein, Felix; Reincke, Martin (2019-11-08). "Toward a Diagnostic Score in Cushing's Syndrome". Frontiers in Endocrinology (dalam bahasa English). 10. doi:10.3389/fendo.2019.00766. ISSN 1664-2392. PMC 6856055. PMID 31787931.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  13. ↑ Nieman, Lynnette K (2015-10). "Cushing's syndrome: update on signs, symptoms and biochemical screening". European Journal of Endocrinology. 173 (4): M33–M38. doi:10.1530/eje-15-0464. ISSN 0804-4643. PMC 4553096. PMID 26156970.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan