Selasa, 20 Oktober 2026
12:49 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Heterotrigona itama

Heterotrigona itama

Bagikan:
Heterotrigona itama
250px-Heterotrigona_itama.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Hymenoptera
Famili: Apidae
Genus: Heterotrigona
Spesies:
H. itama
Nama binomial
Heterotrigona itama
(Cockerell, 1918)

Heterotrigona itama adalah spesies lebah tanpa sengat dari famili Apidae yang tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Spesies ini dikenal sebagai "kelulut" atau kelulut hitam dan merupakan salah satu lebah yang paling penting dalam praktik meliponikultur di kawasan tersebut karena sifatnya yang jinak dan produktif.[1][2]

250px-Heterotrigona_itama_nest.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
H. itama di pintu masuk koloni

Taksonomi

Spesies ini pertama kali dideskripsikan sebagai Trigona itama oleh Cockerell pada tahun 1918 dengan lokasi tipe di Singapura.[3] Pada tahun 1939, Schwarz memindahkannya ke dalam genus Heterotrigona.[4]

Deskripsi

Lebah pekerja H. itama berukuran sekitar 5–7 mm dengan tubuh berwarna hitam. Sayapnya transparan hingga sedikit gelap.[4]

Sarang dibangun menggunakan cerumen, yaitu campuran lilin dan resin, dengan struktur sisiran horizontal. Pintu masuk sarang biasanya berbentuk tabung atau corong.[5]

Distribusi dan habitat

Spesies ini ditemukan di berbagai wilayah Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Thailand, Singapura, dan Indonesia. Di Indonesia, keberadaannya tercatat di Kalimantan, Sumatra, Jawa, dan Sulawesi.[6][7]

H. itama umumnya menghuni hutan tropis primer dan sekunder, tetapi juga mampu beradaptasi dengan lingkungan perkotaan dan lahan pertanian, terutama jika tersedia sarang buatan.

Catatan dari Sulawesi merupakan laporan yang relatif baru dalam literatur ilmiah, yang menunjukkan bahwa distribusi Heterotrigona itama di Indonesia kemungkinan lebih luas daripada yang sebelumnya diketahui.[6]

Biologi

Sebagai lebah eusosial, H. itama hidup dalam koloni yang dapat terdiri dari ribuan individu. Pekerja mengumpulkan nektar, polen, dan resin dari berbagai jenis tumbuhan.[1]

Preferensi pakan dapat bervariasi tergantung ketersediaan flora lokal, termasuk spesies seperti Muntingia calabura dan anggota genus Garcinia.[8]

Peran ekonomi

Heterotrigona itama merupakan salah satu spesies utama dalam industri meliponikultur di Asia Tenggara. Di Indonesia, lebah ini mulai banyak dibudidayakan untuk produksi madu kelulut, propolis, dan sebagai agen penyerbuk tanaman pertanian.

Madu

Madu yang dihasilkan, dikenal sebagai madu kelulut, memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti polifenol dan flavonoid.[9][10]

Budidaya

Teknik budidaya H. itama mencakup pemindahan koloni dari habitat alami ke kotak sarang serta perbanyakan koloni melalui pembelahan. Pengembangan metode seperti produksi ratu secara in vitro juga telah diteliti.[11]

Referensi

  1. 1 2 Fahimee, J. (2021). "Metabarcoding in Diet Assessment of Heterotrigona itama Based on trnL Marker towards Domestication Program". Insects. 12 (3): 205. doi:10.3390/insects12030205. Diakses tanggal 17 April 2026.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Wongsa, K. (2024). "Genetic structure of the commercial stingless bee Heterotrigona itama in Thailand". PLOS ONE. doi:10.1371/journal.pone.0312386. Diakses tanggal 17 April 2026.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Cockerell, T. D. A. (1918). "Descriptions and Records of Bees". Annals and Magazine of Natural History. 9 (2): 384–390. doi:10.1080/00222931808562542.{{cite journal}}: |access-date= memerlukan |url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Schwarz, H. F. (1939). "The Indo-Malayan species of Trigona". Bulletin of the American Museum of Natural History (dalam bahasa Inggris). 76 (3): 83–141. Diakses tanggal 17 April 2026.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Kelly, N. (2014). "Species Diversity and External Nest Characteristics of Stingless Bees in Meliponiculture" (PDF). Pertanika Journal of Tropical Agricultural Science. 37 (3): 293–304. Diakses tanggal 17 April 2026.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 Trianto, Manap; Arisuryanti, Tuty; Purwanto, Hari; Ubaidillah, Rosichon (2025). "First record of Heterotrigona itama (Cockerell) from Sulawesi Island, Indonesia". Indian Journal of Entomology. 87 (2): 248–250. doi:10.55446/IJE.2024.2124. Diakses tanggal 19 April 2026.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Wee, C. Y. (2020). "First Draft Genome Assembly of the Malaysian Stingless Bee, Heterotrigona itama". Data. 5 (4): 112. doi:10.3390/data5040112. Diakses tanggal 17 April 2026.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Basari, N. (2021). "Flowers morphology and nectar concentration determine the preferred food source of stingless bee, Heterotrigona itama". Journal of Asia-Pacific Entomology. doi:10.1016/j.aspen.2021.02.004. Diakses tanggal 17 April 2026.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Ahmad, F. (2019). "Anti-Cancer Properties of Heterotrigona itama sp. Honey Via Induction of Apoptosis in Malignant Glioma Cells". Malaysian Journal of Medical Sciences. 26 (2): 30–39. doi:10.21315/mjms2019.26.2.4. Diakses tanggal 17 April 2026.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Ramli, N. Z. (2019). "The Beneficial Effects of Stingless Bee Honey from Heterotrigona itama against Metabolic Syndrome". Nutrients. doi:10.3390/nu11020326. Diakses tanggal 17 April 2026.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Fahimee, J. (2024). "Development of Heterotrigona itama (Cockerell, 1918) queens by in vitro culture for conservation purposes". Journal of Apicultural Research. 63 (1). doi:10.1080/00218839.2022.2075528. Diakses tanggal 17 April 2026.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan