Selasa, 03 November 2026
22:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Heterogenitas tumor

Heterogenitas tumor

Bagikan:
500px-Clonal_evolution_and_development_of_tumor_heterogeneity.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Evolusi klonal dan perkembangan heterogenitas tumor: kanker muncul melalui mutasi seluler somatik bertahap yang berujung pada beberapa populasi sub-klonal. Gambar oleh El-Sayes et al.[1]

Heterogenitas tumor menggambarkan suatu pengamatan bahwa sel-sel tumor yang berbeda dapat menunjukkan profil morfologi dan fenotipe yang berbeda, termasuk morfologi seluler, ekspresi gen, metabolisme, motilitas, proliferasi, dan potensi metastasis.[2] Heterogenitas tumor dapat terjadi di antara tumor yang berbeda dalam tubuh (heterogenitas inter-tumor) dan di dalam tumor yang sama (heterogenitas intra-tumor).[3] Tingkat heterogenitas intra-tumor yang paling minimal adalah konsekuensi sederhana dari ketidaksempurnaan replikasi DNA: setiap kali sel (normal atau kanker) membelah, beberapa mutasi diperoleh, yang nantinya menyebabkan terbentuknya populasi sel kanker yang beragam.[4]

Selain karena ketidaksempurnaan replikasi DNA yang niscaya bagi semua jenis sel, heterogenitas intratumoral dapat muncul melalui perubahan genetik, epigenetik, dan protein yang mendorong seleksi fenotipik sebagai respons terhadap tekanan lingkungan.[5] Secara fungsional, heterogenitas memberikan tumor kemampuan beradaptasi yang signifikan terhadap berbagai perubahan lingkungan.[5] Kemampuan ini mencakup kerja sama yang saling menguntungkan di antara sel-sel tumor, yang mendukung berbagai karakteristik hallmark of cancer seperti meningkatnya proliferasi, metastasis, hingga kelangsungan hidup populasi sel klonal yang telah beradaptasi untuk berkembang di bawah kondisi tertentu seperti hipoksia atau kemoterapi.[5] Interaksi antar sel yang dinamis ini dipandu seleksi Darwinian yang terjadi antara populasi sel tumor klonal dengan lingkungan mikro tumor.[5]

Heterogenitas sel kanker menimbulkan tantangan yang signifikan dalam merancang strategi pengobatan yang efektif.[6] Dengan demikian, penelitian untuk memahami dan mengkarakterisasi heterogenitas tumor sangatlah penting dilakukan sehingga para dokter dan peneliti memiliki pemahaman yang lebih baik tentang penyebab dan progresi tumor itu sendiri. Penelitian yang lebih detail mengenai heterogenitas tumor ini berpotensi memandu terciptanya strategi pengobatan yang lebih baik yang menggabungkan pengetahuan tentang heterogenitas untuk menghasilkan efektivitas terapi yang lebih tinggi.[7]

Referensi

  1. ↑ El-Sayes, Nader; Vito, Alyssa; Mossman, Karen (2021-01). "Tumor Heterogeneity: A Great Barrier in the Age of Cancer Immunotherapy". Cancers (dalam bahasa Inggris). 13 (4): 806. doi:10.3390/cancers13040806. ISSN 2072-6694. PMC 7918981.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  2. ↑ Marusyk, Andriy; Polyak, Kornelia (2010-01). "Tumor heterogeneity: Causes and consequences". Biochimica et Biophysica Acta (BBA) - Reviews on Cancer (dalam bahasa Inggris). 1805 (1): 105–117. doi:10.1016/j.bbcan.2009.11.002. PMC 2814927. PMID 19931353.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  3. ↑ Liu, Jinping; Dang, Hien; Wang, Xin Wei (2018-01). "The significance of intertumor and intratumor heterogeneity in liver cancer". Experimental & Molecular Medicine (dalam bahasa Inggris). 50 (1): e416–e416. doi:10.1038/emm.2017.165. ISSN 2092-6413.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. ↑ Vogelstein, Bert; Papadopoulos, Nickolas; Velculescu, Victor E.; Zhou, Shibin; Diaz, Luis A.; Kinzler, Kenneth W. (2013-03-29). "Cancer Genome Landscapes". Science (dalam bahasa Inggris). 339 (6127): 1546–1558. doi:10.1126/science.1235122. ISSN 0036-8075. PMC 3749880. PMID 23539594.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  5. 1 2 3 4 Ramón y Cajal, Santiago; Sesé, Marta; Capdevila, Claudia; Aasen, Trond; De Mattos-Arruda, Leticia; Diaz-Cano, Salvador J.; Hernández-Losa, Javier; Castellví, Josep (2020-02). "Clinical implications of intratumor heterogeneity: challenges and opportunities". Journal of Molecular Medicine (dalam bahasa Inggris). 98 (2): 161–177. doi:10.1007/s00109-020-01874-2. ISSN 0946-2716.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  6. ↑ Zhu, Liang; Jiang, Minlin; Wang, Hao; Sun, Hui; Zhu, Jun; Zhao, Wencheng; Fang, Qiyu; Yu, Jia; Chen, Peixin (2021-08). "A narrative review of tumor heterogeneity and challenges to tumor drug therapy". Annals of Translational Medicine (dalam bahasa Inggris). 9 (16): 1351–1351. doi:10.21037/atm-21-1948. ISSN 2305-5847.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  7. ↑ Reiter, Johannes G.; Makohon-Moore, Alvin P.; Gerold, Jeffrey M.; Heyde, Alexander; Attiyeh, Marc A.; Kohutek, Zachary A.; Tokheim, Collin J.; Brown, Alexia; DeBlasio, Rayne M. (2018-09-07). "Minimal functional driver gene heterogeneity among untreated metastases". Science (dalam bahasa Inggris). 361 (6406): 1033–1037. doi:10.1126/science.aat7171. ISSN 0036-8075. PMC 6329287. PMID 30190408.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan