Selasa, 27 Oktober 2026
15:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Hiu tanduk jepang

Hiu tanduk jepang

Bagikan:
Hiu tanduk jepang
250px-Heterodontus_japonicus_port_of_nagoya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Chondrichthyes
Subkelas: Elasmobranchii
Ordo: Heterodontiformes
Famili: Heterodontidae
Genus: Heterodontus
Spesies:
H. japonicus
Nama binomial
Heterodontus japonicus
250px-Heterodontus_japonicus_distmap.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Range of the Japanese bullhead shark
Sinonim

Cestracion japonicus Maclay & Macleay, 1884

Hiu tanduk jepang[1] (Heterodontus japonicus) adalah sebuah speises hiu kepala banteng yang ditemukan di Samudra Pasifik barat laut, di lepas Jepang, Korea dan Tiongkok. Spesies ini ditemukan pada kedalaman 6–37 m (20–121 ft) di sekitar dasar berbatu atau hutan kelp. Mencapai panjang hingga 1,2 m (3,9 ft), hiu tanduk jepang dapat diidentifikasi dengan kepalanya yang pendek dan tumpul, dua sirip dorsal tinggi dengan duri anterior, dan pola berupa garis-garis cokelat vertikal yang berbentuk tidak seragam. Spesies ini merupakan jenis hiu perenang lamban yang jinak, sebagian besar memakan invertebrata bercangkang dan ikan bertulang kecil. Hewan ini ovipar, dengan telur bertepi spiral yang ditelurkan di "sarang" komunal. Hiu tanduk jepang tidak memiliki kepentingan tinggi pada perikanan.

Referensi

  1. ↑ Staf Editorial JAL, author. "Pengalaman Wisata Unik Menyelam bersama Hiu dan Menyelam Makro dari Tokyo". JAL.{{cite web}}: |first= memiliki nama generik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan