Sabtu, 26 September 2026
20:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Hiu kepala banteng

Hiu kepala banteng

genus ikan

Hiu kepala banteng
Rentang waktu: 183–0 jtyl Awal Toarkium – sekarang[1][2]
250px-Heterodontus_japonicus_port_of_nagoya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Heterodontus japonicus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Subkelas:
Superordo:
Ordo:
Heterodontiformes

Famili:
Heterodontidae

Genus:
Heterodontus

Spesies tipe
Heterodontus portusjacksoni
Spesies
Artikel takson sembarang

Hiu kepala banteng (Heterodontiformes, /ˌhɛtəroʊˈdɒntɪfɔːrmiːz/) adalah ordo kecil dari hiu modern (Neoselachii). Kesembilan spesiesnya ditempatkan dalam genus tunggal yakni Heterodontus, dalam famili tunggal Heterodontidae. Semua jenisnya berukuran relatif kecil, dengan spesies terbesar hanya mencapai panjang maksimum 1,65 meter. Mereka merupakan pengumpan dasar di perairan tropis dan subtropis. Mereka muncul dalam catatan fosil di zaman Jurasik Awal.

Deskripsi Fisik

Secara morfologis hiu ini tampak berbeda dengan hiu lainnya. Mulutnya terletak sepenuhnya di depan rongga mata. Tulang rawan labial ditemukan di bagian paling depan mulutnya. Alur hidung hadir dan menghubungkan nares eksternal ke mulut. Kapsul hidungnya berbentuk terompet dan terpisah dengan baik dari rongga mata. Terdapat lipatan kulit yang melingkar, tetapi proses rostral dari neurokranium tidak ada, meskipun ada fossa preserebral. Terakhir tempurung otaknya memiliki lambang supraorbital.

Matanya tidak memiliki membran pengelip. Terdapat spirakel tapi kecil. Ujung punggung lengkungan cabang keempat dan kelima terpasang, tetapi tidak menyatu menjadi "beliung" seperti pada hiu dalam ordo lamniformes. Heterodontiformes memiliki dua sirip punggung, dengan duri sirip, serta sirip dubur. Sirip punggung dan dubur juga mengandung tulang rawan basal.

Referensi

  1. ↑ Sepkoski, Jack (2002). "A compendium of fossil marine animal genera (Chondrichthyes entry)". Bulletins of American Paleontology. 364. ocean: 560. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-05-10. Diakses tanggal 2008-01-09.
  2. ↑ . N.p.. Web. 10 Jun 2013. http://paleodb.org/cgi-bin/bridge.pl?a=checkTaxonInfo&taxon_no=252518&is_real_user=1
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan