Minggu, 11 Oktober 2026
07:42 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Hiu kepala banteng

Hiu kepala banteng

genus ikan

Bagikan:
Hiu kepala banteng
Rentang waktu: 183–0 jtyl Awal Toarkium – sekarang[1][2]
250px-Heterodontus_japonicus_port_of_nagoya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Heterodontus japonicus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Subkelas:
Superordo:
Ordo:
Heterodontiformes

Famili:
Heterodontidae

Genus:
Heterodontus

Spesies tipe
Heterodontus portusjacksoni
Spesies
Artikel takson sembarang

Hiu kepala banteng (Heterodontiformes, /ˌhɛtəroʊˈdɒntɪfɔːrmiːz/) adalah ordo kecil dari hiu modern (Neoselachii). Kesembilan spesiesnya ditempatkan dalam genus tunggal yakni Heterodontus, dalam famili tunggal Heterodontidae. Semua jenisnya berukuran relatif kecil, dengan spesies terbesar hanya mencapai panjang maksimum 1,65 meter. Mereka merupakan pengumpan dasar di perairan tropis dan subtropis. Mereka muncul dalam catatan fosil di zaman Jurasik Awal.

Deskripsi Fisik

Secara morfologis hiu ini tampak berbeda dengan hiu lainnya. Mulutnya terletak sepenuhnya di depan rongga mata. Tulang rawan labial ditemukan di bagian paling depan mulutnya. Alur hidung hadir dan menghubungkan nares eksternal ke mulut. Kapsul hidungnya berbentuk terompet dan terpisah dengan baik dari rongga mata. Terdapat lipatan kulit yang melingkar, tetapi proses rostral dari neurokranium tidak ada, meskipun ada fossa preserebral. Terakhir tempurung otaknya memiliki lambang supraorbital.

Matanya tidak memiliki membran pengelip. Terdapat spirakel tapi kecil. Ujung punggung lengkungan cabang keempat dan kelima terpasang, tetapi tidak menyatu menjadi "beliung" seperti pada hiu dalam ordo lamniformes. Heterodontiformes memiliki dua sirip punggung, dengan duri sirip, serta sirip dubur. Sirip punggung dan dubur juga mengandung tulang rawan basal.

Referensi

  1. ↑ Sepkoski, Jack (2002). "A compendium of fossil marine animal genera (Chondrichthyes entry)". Bulletins of American Paleontology. 364. ocean: 560. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-05-10. Diakses tanggal 2008-01-09.
  2. ↑ . N.p.. Web. 10 Jun 2013. http://paleodb.org/cgi-bin/bridge.pl?a=checkTaxonInfo&taxon_no=252518&is_real_user=1
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan