Senin, 21 September 2026
21:59 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Hermanus

Hermanus Bin Bison (panggilan akrab Tompel; lahir -, meninggal di Sampit, 26 April 2020 pada usia 36 tahun) adalah seorang petani, aktivis lingkungan hidup dan agraria asal Desa Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Hermanus adalah salah satu dari tiga orang yang diduga dikriminalisasi dalam kasus pencurian sawit atas laporan PT. HMBP. Ketiganya merupakan aktivis yang giat menyuarakan hak-hak masyarakat Desa Penyang yang tanahnya diduga dipergunakan perusahaan sawit dengan menyalahi hak guna usaha. Hermanus meninggal dunia karena sakit ketika proses hukumnya terus berjalan.[1][2][3][4]

Catatan kaki

  1. "Pejuang Tanah Anti Sawit di Kotawaringin Timur Meninggal. Koalisi Lingkungan Minta Sidang Dihentikan!". Mongabay Environmental News (dalam bahasa American English). 2020-04-27. Diakses tanggal 2020-04-28.
  2. "Aktivis Meninggal di Masa Penahanan, Walhi Minta Setop Sidang". nasional. Diakses tanggal 2020-04-28.
  3. "Keadilan untuk Hermanus, Pejuang Agraria dan Lingkungan Hidup yang Meninggal dalam Masa Tahanan". WALHI (dalam bahasa Inggris). 2020-04-27. Diakses tanggal 2020-04-28.
  4. "Tak Diizinkan Berobat, Pejuang Agraria Hermanus Meninggal di Sel Tahanan". suara.com. 2020-04-28. Diakses tanggal 2020-04-28.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan