Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah. Cari sumber: "Henry Yosodiningrat" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (April 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Henry Yosodiningrat | |
|---|---|
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 1 April 1954 (umur 72) Pesisir Barat, Lampung, Indonesia |
| Partai politik | PDI-P |
| Suami/istri | Soeltiana Endang Moerniningsih (cerai) |
| Anak | 4 |
| Almamater | Universitas Islam Indonesia Universitas Trisakti Universitas Islam Sultan Agung |
| Pekerjaan | Pengacara, politikus |
Henry Yosodiningrat (lahir 1 April 1954) adalah seorang pengacara dan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pernah menjadi anggota DPR-RI periode (2014-2019). Ia juga merupakan pendiri dan juga Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat).[1]
Masa Kecil dan Pendidikan
Masa kanak-kanak dan pendidikan sekolah dasar dijalani Henry berpindah-pindah, antara lain SR di Pasar Krui, Pugung Tampak, SD Negeri 1 Liwa dan di Metro karena mengikuti tugas ayahnya yaitu camat.[1]
Setelah tamat SD di SD Negeri 8 Metro pada tahun 1967, Henry melanjutkan pendidikannya ke SMP Negeri di Metro dan tamat pada tahun 1970. Henry pun berpindah-pindah SMA. Mulai dari SMA Negeri Metro pindah ke SMA Negeri 3 Palembang, kembali lagi ke Metro kemudian pindah jauh ke Yogyakarta. Henry merupakan Alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia dan meraih gelar Sarjana Hukum pada 1981. Sebagai keturunan dari generasi ke-13 Sai Batin marga Pugung Penengahan, Henry diberi gelar Kapitan Mahkota Raja ketika ia menikah dengan Rr. Soeltiana Endang Moerniningsih.
Referensi
Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |