Minggu, 27 September 2026
04:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Henry Middleton

Henry Middleton

330px-Ships_Trading_in_the_East.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan tahun 1614 karya Hendrick Cornelisz Vroom yang menunjukkan kapal-kapal Inggris, Belanda, dan Spanyol di sebuah teluk di Hindia Timur.

Henry Middleton (wafat 1613) adalah seorang pelaut dan petualang berkebangsaan Inggris. Ia bernegosiasi dengan Sultan Ternate dan Sultan Tidore, bersaing dengan kepentingan Belanda dan Portugis di Hindia Timur, tetapi tetap berhasil membeli cengkeh.[1] Ia memiliki dua saudara laki-laki, John Middleton (wafat 1602 atau 1603), yang tertua adalah kapten kapal gali Perusahaan Hindia Timur (EIC) Hector dan direktur EIC, dan David Middleton, seorang pelaut yang bekerja untuk EIC.

Perjalanan Kedua

Ke luar negeri

Ekspedisi kedua ini menggunakan empat kapal yang sama seperti ekspedisi pertama, dengan Red Dragon kini berada di bawah komando langsung Middleton.[2] Armada berangkat dari Gravesend pada 25 Maret 1604, tetapi sempat tertahan di The Downs karena kekurangan awak kapal yang memadai.[2] Setelah kehilangan angin yang menguntungkan,[3] Middleton memutuskan untuk berlayar ke Plymouth guna menurunkan awak berlebih sebelum melanjutkan perjalanan.[4]

Pada 7 April, armada melewati Cabo da Roca di Portugal, dan pada 15 April mencapai Kepulauan Canary sebelum memasuki Samudra Atlantik tengah.[4] Sembilan hari kemudian, mereka berlabuh di Maio, Tanjung Verde, sekitar 570 kilometer dari pantai Afrika Barat, untuk mencari persediaan makanan segar dan air.[5] Namun, salah satu pedagang mereka hilang, dan meski 150 orang dikirim untuk mencari, mereka gagal menemukannya.[6] Middleton pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan tanpa menunggu lebih lama.[6]

Armada melintasi garis khatulistiwa pada 16 Mei dan baru melihat Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) hampir dua bulan kemudian.[7] Lebih dari 80 awak kapal terserang penyakit kudis laut (scurvy), tetapi kondisi cuaca buruk membuat mereka harus menunggu enam hari sebelum bisa menurunkan awak sakit ke darat.[8] Di Table Bay, mereka berhasil berdagang dengan penduduk setempat, memperoleh lebih dari 200 ekor domba dan sejumlah sapi.[9]

Pada 3 Agustus, Middleton memimpin sekelompok pria dengan pinnace dan beberapa perahu kecil untuk berburu paus di teluk.[10] Seekor paus kecil berhasil ditangkap, tetapi seekor paus besar menyerang perahu mereka, menyebabkan kapal bocor dan memaksa Middleton berpindah ke perahu lain. Setelah perjuangan berat, pinnace berhasil diselamatkan dan diperbaiki dalam tiga hari. Namun, hasil perburuan tidak memuaskan karena ukuran paus kecil dan tong penyimpanan yang buruk.[11][12]

Setelah menghadapi serangan dari penduduk asli, rombongan kembali ke kapal mereka pada 14 Agustus, dan pada 19 Agustus armada berlayar kembali dengan angin yang baik, melanjutkan perjalanan ke arah timur menuju kepulauan rempah-rempah.[13]

Rujukan

  1. ↑ "Middleton, Sir Henry (d 1613)". Oxford Dictionary of National Biography. Oxford University Press. 2018-02-06.
  2. 1 2 Middleton, Henry; Corney, Bolton (1856). The voyage of Sir Henry Middleton to Bantam and the Maluco Islands;. University of California. London, Printed for the Hakluyt society.
  3. ↑ Corney (1855), hlm. 2–3.
  4. 1 2 Corney (1855), hlm 3.
  5. ↑ Corney (1855), hlm. 4–5
  6. 1 2 Corney (1855), hlm 6.
  7. ↑ Corney (1855), hlm.6–7.
  8. ↑ Corney (1855), hlm. 7–8.
  9. ↑ Corney (1855), hlm 9.
  10. ↑ Corney (1855), hlm. 9–10.
  11. ↑ Corney (1855), hlm. 10–11.
  12. ↑ Corney (1855), hlm.11.
  13. ↑ Corney (1855), hlm.14.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan