Jumat, 23 Oktober 2026
03:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Henri Vieuxtemps

Henri Vieuxtemps

Bagikan:
Infobox orangHenri Vieuxtemps
250px-Henry_Vieuxtemps_par_Marie-Alexandre_Alophe.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran(fr) Henri François Joseph Vieuxtemps Suntingan nilai di Wikidata
17 Februari 1820 Suntingan nilai di Wikidata
Verviers Suntingan nilai di Wikidata
Kematian6 Juni 1881 Suntingan nilai di Wikidata (61 tahun)
Aljir Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanUniversity of Music and Performing Arts Vienna (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpenggubah lagu,dosen,music educator (en) Terjemahkan,pemain biola Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diRoyal Conservatory of Brussels (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
GenreMusik klasik Suntingan nilai di Wikidata
AliranMusik romantik Suntingan nilai di Wikidata
Murid dariSimon Sechter dan Anton Reicha Suntingan nilai di Wikidata
MuridEnrique Fernández Arbós dan Eugene Ysaye Suntingan nilai di Wikidata
InstrumenBiola Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
Pasangan nikahJosephine Eder (en) Terjemahkan (1845–) Suntingan nilai di Wikidata
AnakJulie Landowski,Maximilian Vieuxtemps Suntingan nilai di Wikidata
SaudaraLucien Vieuxtemps dan Jules Joseph Ernst Vieuxtemps Suntingan nilai di Wikidata
KerabatPaul Landowski (daughter's son (en) Terjemahkan) Suntingan nilai di Wikidata
Spotify: 4ceZFtLs8nvyVMyvcNlxJh Musicbrainz: a3552f21-dd32-4ff7-8310-dbc102f6a224 Discogs: 954795 IMSLP: Category:Vieuxtemps,_Henri Allmusic: mn0001765959 Modifica els identificadors a Wikidata
250px-Henri_Vieuxtemps_1842_Litho.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Henri Vieuxtemps, Lithograph by Josef Kriehuber, 1842

Henri Vieuxtemps (lahir di Verviers 17 Februari 1820; meninggal di Mustapha, Aljir 6 Juni 1881) adalah seorang komponis, violis bangsa Belgia.[1]

Riwayat Hidup Ringkas

250px-Josephine_Eder%2C_Madame_Henry_Vieuxtemps.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Josephine Eder-Vieuxtemps, pianis yang merupakan istri Henri Vieuxtemps.

Ia terkanal sebagai pemain violin handal dengan gaya musik dengan tempo stakato[2] Ia merupakan pemain musik yang modern.[2] Dia lahir bukan dari keluarga yang kaya. Ayahnya bekerja sebagai pemintal wool dan membuat alat-alat musik untuk menghidupi keluarganya, termasuk saudaranya yang kelak menjadi pemain cello di Halle Orchestra di Manchester.[2] Vieuxtemps mengenal musik semenjak usia 5 tahun, dipekernalkan oleh ayahnya sendiri.[2]

Henri Vieuxtemps belajar di bawah asuhan De Beriot dan memulai kesuksesan dalam bermusik pada tahun 1829.[1] Ia dijuluki sebagai anak ajaib akrena bakat musiknya, ia kemudian mendapatkan kesempatan untuk melakukan perjalanan ke seluruh Eropa.[1] Ia juga belajar tentang komposisi musik kepada Anton Reicha di Paris dengan tinggal di Paris selama beberapa tahun, tepatnya di St. Petersburg.[1] Bertahun-tahun kemudian, Vieuxtemps terus mengadakan perjalanan musik hingga pada akhirnya ia mendapatkan pekerjaan sebagai guru biola di konservatorium di Moskow.[1] Ia juga menjadi pemain biola di istana tsar hingga ± 6 tahun lamanya.[1] Setelah itu, ia kembali ke tanah airnya untuk mengajar di konservatorium di Brussel atas permintaan Gewaert.[1] Ia meninggal di Aljazair dalam perjalanan musiknya ke Afrika.[1] Saat ini, gubahan-gubahan lagunya sudah tidak dikenal orang, di antaranya terdapat 6 buah konser untuk biola, 3 buah kuartet gesek, beberapa musik fantasia dan materi studi.[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 7 (VAK-ZWI). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal. 3829
  2. 1 2 3 4 (Inggris)Margaret Campbell., The Great Violinists (Google eBuku). Faber & Faber, 2011
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan