Jumat, 25 September 2026
15:47 WIB
TERKINI
Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara

Helot

Helot (bahasa Yunani: Εἵλωτες, Heílôtes) adalah kelompok penduduk tak merdeka yang merupakan populasi terbanyak di Lakonia dan di keseluruhan Messenia (wilayah kekuasaan Sparta). Status pasti mereka banyak diperdebatkan bahkan sejak masa kuno: menurut Kritias, mereka adakah "budak khusus"[1][2] sedangkan menurut Pollux, status mereka adalah "antara orang merdeka dan budak".[3][4] Oleh Sparta, para helot diharuskan bekerja di bidang pertanian sebagai penyuplai bahan pangan bagi warga negara Sparta. Para helot secara ritual sering dianiaya, dihina, direndahkan, bahkan dibunuh; setiap musim gugur, pada Krypteia, tiap warga negara Sparta berhak membunuh helot tanpa ancaman hukuman apapun.[5][6][7]

Catatan kaki

  1. ↑ Apud Libanios, Orationes 25, 63 = Frag. 37 DK
  2. ↑ Plutarkhos, Kehidupan Lykurgos 28, 11.
  3. ↑ Pollux 3, 83. Ungkapan ini kemungkinan berasal dari Aristophanes dari Byzantium
  4. ↑ Cartledge, hlm.139.
  5. ↑ Plutarkhos, Kehidupan Lykurgos, 28, 3–7.
  6. ↑ Herakleides Lembos Fr. Hist. Gr. 2, 210.
  7. ↑ Athenaios, 657 D.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan