Minggu, 11 Oktober 2026
19:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Sangketan

Sangketan

Bagikan:
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Heliotropium indium.
Artikel ini bukan mengenai Jarong.
Sangketan
250px-Heliotropium_indicum_at_Kadavoor.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Boraginales
Famili: Heliotropiaceae
Genus: Heliotropium
Spesies:
H. indicum
Nama binomial
Heliotropium indicum
Sinonim

Heliophytum indicum
Heliotropium parviflorum
Tiaridium indicum

Sangketan atau buntut tikus[1] (Heliotropium indicum) adalah spesies tanaman berbunga dari genus Heliotropium. Tanaman ini termasuk ke dalam gulma yang tumbuh secara liar dan dapat ditemukan di ladang, pinggir sawah, pekarangan rumah dan tanah kosong. Meskipun demikian, tanaman ini juga bisa dijadikan obat tradisional.[2]

Pemerian

250px-Indian_heliotrope_%28Heliotropium_indicum%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sangketan

Terna setahun, tumbuh tegak, tinggi dapat mencapai 100 cm, berambut. Batang berambut kasar, daun tunggal berseling, bentuk bundar telur, tepi bergerigi atau beringgit, permukaan daun bagian atas dan bawah berambut halus. Bunganya kecil bergerombol di ujung batang dan berwarna lembayung. Batang bunga panjangnya ±10 cm, keluar dari ketiak daun atau ujung-ujung tangkai. Tumbuh di daerah beriklim kering dari dataran rendah hingga 800 mdpl.[3]

Persebaran

Sangketan tersebar luas di daerah beriklim tropis, oleh karena itu sangat sulit untuk menentukan daerah asalnya secara tepat. Beberapa penelitian mengusulkan bahwa sangketan berasal dari benua Asia, beberapa sumber mengatakan tumbuhan ini berasal dari Dunia Lama,[4][5] tetapi rujukan lain mengusulkan bahwa sangketan berasal dari Amerika tropis.[6]

Sangketan merupakan gulma di Afrika, kawasan Karibia, Amerika Utara tropis, dan Asia bagian selatan. Belakangan ini diintroduksi ke Australia di mana tumbuhan ini bisa ditemui di Wilayah Utara dan Queensland.[7]

Galeri

  • 250px-Arya-Heliotropium_indicum-sangketan-olahraga-2019_3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Arya-Heliotropium_indicum-sangketan-olahraga-2019_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Arya-Heliotropium_indicum-sangketan-olahraga-2019_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Arya-Heliotropium_indicum-sangketan-olahraga-2019_0.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. ↑ Anggraeni, Evi. "LAPORAN PENCANDRAAN BUNTUT TIKUS Heliotropium indicum L." (dalam bahasa Inggris). {{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. ↑ Adulaz (2016-12-15). "Sangketan, Rumput Liar yang Kaya Manfaat". VIVA.co.id. Diakses tanggal 2019-08-18.
  3. ↑ Badrunasar, A.; Santoso, H.B. (2017). Rachman, E.; Siarudin, M. (ed.). Tumbuhan Liar Berkhasiat Obat (PDF). Bogor: Forda Press. hlm. 125–127. ISBN 978-602-6961-15-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Hol, L.G.; Plucknett, D.L.; Pancho, J.V.; Herberger, J.P. (1977). The World's Worst Weeds: Distribution and Biology. Honolulu: University Press of Hawaii.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Kostermans, A.J.G.H.; Wirjahardja, S.; Dekker, R.J. (1987). Soerjani, M.; Kostermans, A.J.G.H.; Tjitrosoepomo, G. (ed.). The weeds: description, ecology and control. Weeds of rice in Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. hlm. 24–565.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Waterhouse, D.F. (1993). The major arthropod pests and weeds of agriculture in Southeast Asia. Canberra: ACIAR.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Craven, L.A. (1996). "A taxonomic revision of Heliotropium (Boraginaceae) in Australia". Australian Systematic Botany. 9 (4): 521–657. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-04-10. Diakses tanggal 2020-06-16.

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan