Rabu, 04 November 2026
18:23 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Hapsoro

Bagikan:

Hapsoro lahir pada tahun 1971 di Madiun, adalah aktivis lingkungan hidup asal Indonesia yang dikenal karena pengabdiannya dalam pelestarian sungai, pemberantasan penebangan liar, dan advokasi lingkungan di tingkat lokal dan nasional. Dia sering dipanggil “Bang Oiek” oleh kolega dan masyarakat sekitar.[1]

Kehidupan awal dan latar belakang

Hapsoro lahir di Madiun, Jawa Timur pada tahun 1971. Informasi mengenai pendidikan formalnya tidak banyak dipublikasikan secara lengkap, tetapi beliau pernah bekerja sebagai direktur program di Telapak, dan kemudian aktif di berbagai organisasi lingkungan seperti Forest Watch Indonesia (FWI).[butuh rujukan]

Aktivis lingkungan

Komunitas Peduli Ciliwung

Sejak sekitar tahun 2009, Hapsoro memimpin Komunitas Peduli Ciliwung (KPC), sebuah komunitas warga Bogor yang secara rutin (setiap Sabtu) turun ke tepi Sungai Ciliwung untuk memungut sampah. Aktivitas ini dilakukan tanpa dukungan institusi besar awalnya, murni sebagai aksi masyarakat. Titik-aksi pemungutan sampah dilakukan di beberapa bagian sungai, dari Katulampa hingga Cilebut, dan melibatkan sukarelawan dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, guru, pegawai, warga umum.[2][3]

Advokasi pemberantasan pembalakan liar dan konservasi kehutanan

Selain gerakan di Bogor, Hapsoro juga dikenal memperjuangkan isu penebangan hutan di Kalimantan, konservasi hutan, dan keanekaragaman hayati. Dia pernah bekerja di organisasi seperti Telapak dan Forest Watch Indonesia, dan aktif dalam kampanye advokasi terhadap kehutanan serta pengelolaan sumber daya alam yang adil dan lestari.[4]

Pengakuan dan penghargaan

Pada tanggal 19 Agustus 2021, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan penghargaan “Pejuang Lingkungan Hidup dan Kehutanan” kepada Hapsoro sebagai salah satu figur yang dianggap telah berjasa dalam pelestarian lingkungan di Indonesia setelah wafat.[5]

Kematian

Hapsoro meninggal dunia pada 23 Oktober 2012 di Bogor, diduga karena serangan jantung. Pada saat wafat, dia menjabat sebagai Ketua Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) serta memiliki peran aktif di Forest Watch Indonesia.[butuh rujukan]

Daftar referensi

  1. ↑ "Merayakan Semangat Perjuangan Hapsoro (Sang Pejuang Lingkungan)". Forest Watch Indonesia. Diakses tanggal 2025-09-25.
  2. ↑ Antony Lee & FX Puniman (18 Agustus 2011). "Guru "Pemulung" dari Sungai Ciliwung". Kompas.com. Diakses tanggal 25 September 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Saturi, Sapariah (2021-08-20). "KLHK Beri Penghargaan bagi Belasan Mendiang Pejuang Lingkungan Hidup". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2025-09-25.
  4. ↑ "Hapsoro". Konservasi DAS Ciliwung (dalam bahasa Inggris). 2012-05-05. Diakses tanggal 2025-09-25.
  5. ↑ "Tradisi Baru, Menteri LHK Berikan Penghargaan Pejuang Lingkungan dan Kehutanan". SINDOnews Nasional. Diakses tanggal 2025-09-25.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan