Sabtu, 07 November 2026
23:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Happi

Happi

Bagikan:
250px-Festival4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wanita mengenakan happi saat festival
250px-Edward_VIII_with_his_staff_wearing_Happi_1922.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Edward, Prince of Wales, dan Edward VIII dari Britania Raya, mengenakan happi

Happi (法被/半被, Happi) adalah mantel tradisional Jepang dengan lengan terbuka lebar, biasa dipakai selama festival. Biasanya terdapat simbol dan/atau tulisan pada bagian tepi depannya, dengan ukuran yang lebih besar di bagian belakang mantel, berupa nama festival atau asosiasi yang berpartisipasi; mungkin juga terdapat kanji untuk festival (祭り, matsuri).

Sejarah

Selama zaman Edo, petugas pemadam kebakaran mulai mengenakan happi, mengikuti jejak samurai, dengan sebagian besar tidak terdapat lambang keluarga. Selain itu, jenis happi berlengan pendek yang lebih bervariasi, yang mulai dipakai rakyat jelata sekitar abad ke-18, yang disebut hanten, juga banyak dipakai oleh pekerja kerajinan dan karyawan toko. Namun, pada akhir zaman Edo, ketika happi mulai dipakai oleh banyak orang, menjadi sulit untuk membedakan dari bentuk dan desain, sehingga shirushi banten (印半纏), yang terdapat nama, intensi, atau lambang keluarga pemakainya, kemudian dikenal secara luas sebagai happi.[1]

Pada akhir zaman Showa (1926–1989), happi mulai umum dipakai sebagai pakaian festival. Bahkan, kebangkitan happi pada festival dapat ditelusuri kembali pada Osaka Expo 1970, di mana pakaian tradisional Jepang semacam ini dipopulerkan dalam konteks acara.[2]

Asal nama

Asal-usul kata happi diperkirakan berasal dari pakaian tanpa lengan yang dipakai para bangsawan terdahulu yang disebut banpi (半臂). Hal tersebut memperjelas bahwa kata happi tidak memiliki hubungan dengan kata happy dalam bahasa Inggris.[2]

Penggunaan

Seseorang biasanya memakai mantel ini di luar kaos dalam dan memasangkannya dengan celana biasa atau celana pendek. Terkadang, para pria memilih untuk memasangkan mantel happi mereka dengan fundoshi, pakaian dalam tradisional Jepang yang biasanya dikenakan oleh pengemudi dan pekerja becak selama abad ke-19. Happi juga sering dipasangkan dengan ikat kepala yang serasi.[3]

Wisatawan yang melihat seseorang mengenakan mantel happi yang berbeda dapat berasumsi bahwa dia memiliki hubungan resmi dengan festival tersebut. Lebih sering daripada tidak, happi digunakan kembali selama mungkin, kecuali jika diperlukan perubahan desain.[3]

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Happi.
  1. ↑ SURPRISE CREATIVE CO.,LTD (2020). "Happi.Tokyo" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-11-11. Diakses tanggal 11-11-2021.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. 1 2 "Happi Coat". japanoscope.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-10. Diakses tanggal 11-11-2021.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  3. 1 2 "Happi - The Uniform of Japanese Festivals". yabai.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-02-02. Diakses tanggal 11-11-2021.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan