Minggu, 27 September 2026
00:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Hans Driesch

Hans Driesch

ahli biologi asal Kekaisaran Jerman

Hans Driesch
Driesch1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Hans Driesch sekitar tahun 1915.
Lahir28 Oktober 1867
Bad Kreuznach, Kerajaan Prusia
Meninggal16 April 1941(1941-04-16) (umur 73)
PendidikanUniversitas Freiburg, Universitas Jena
PekerjaanBiolog, filsuf
EraAbad ke-20

Hans Adolf Eduard Driesch (28 Oktober 1867 – 16 April 1941) adalah seorang biolog dan filsuf Jerman yang dikenal karena eksperimennya yang mengubah sejarah embriologi. Ia merupakan tokoh kunci yang menghidupkan kembali aliran Vitalisme melalui bukti-bukti empiris dari laboratorium.[1]

Eksperimen Embriologi

Pada tahun 1891, Driesch melakukan eksperimen terkenal pada embrio bulu babi. Ia memisahkan dua sel pertama dari embrio yang baru membelah. Menurut pandangan mekanistik saat itu (seperti teori Wilhelm Roux), sel-sel tersebut seharusnya tumbuh menjadi setengah bagian tubuh saja.

Namun, Driesch menemukan bahwa setiap sel yang dipisahkan tersebut ternyata mampu tumbuh menjadi larva bulu babi yang lengkap, meskipun ukurannya lebih kecil. Hal ini membuktikan bahwa sel memiliki kemampuan untuk mengatur diri sendiri (ekuitensi potensial).[2]

Pemikiran Neovitalisme

Berdasarkan hasil eksperimennya, Driesch menyimpulkan bahwa kehidupan tidak bisa dijelaskan hanya sebagai mesin fisik-kimia yang rumit. Ia mencetuskan kembali istilah Entteleki (dari bahasa Yunani: entelecheia), yaitu kekuatan pengatur internal yang mengarahkan perkembangan organisme hidup menuju tujuan akhirnya.[3] Pemikirannya ini sangat memengaruhi filsuf seperti Henri Bergson dalam mengembangkan konsep Élan vital.

Karya Utama

  • Analytische Theorie der organischen Entwicklung (Teori Analitis Perkembangan Organik, 1894)
  • The Science and Philosophy of the Organism (Sains dan Filsafat Organisme, 1908)

Referensi

  1. ↑ Fearing, F. (2023). "Hans Adolf Eduard Driesch". Encyclopedia Britannica.
  2. ↑ Greer, S. C. (2021). "Vitalism". Stanford Encyclopedia of Philosophy.
  3. ↑ Ansell-Pearson, K. (2018). Bergson: Thinking Backwards. Cambridge University Press.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan