Minggu, 18 Oktober 2026
15:57 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Hans Asperger

Hans Asperger

dokter asal Austria

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Mei 2024) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Hans_Asperger_portrait_ca_1940.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Johann Friedrich Karl Asperger, lahir tanggal 18 Februari 1906 dan meninggal tanggal 21 Oktober 1980 adalah seorang dokter dari Austria yang terkenal karena mendalami anak-anak dengan kondisi autistik sindrom asperger. Ia menulis lebih dari 300 tulisan mengenai gangguan psikologis yang kemudian diterbitkan setelah ia meninggal, pada tahun 1980.

Tulisannya mengenai autisme, psikopati autistik, banyak mengundang kontroversi. Kontroversi lebih jauh muncul pada tahun 2010an, karena ia dituduh mengirim anak-anak ke klinik Nazi yang bertanggung jawab atas pembunuhan orang-orang dengan disabilitas, walaupun sampai sekarang bukti mengenai keterlibatannya tidak diketahui.

Pendidikan

Ia menyatakan mulai tertarik dengan dunia kedokteran saat membedah hati seekor tikus saat masih SMA. Prestasinya menonjol dengan penilaian "sangat bagus" untuk semua mata pelajaran. Ia kemudian belajar ilmu kedokteran di Universitas Wina, di bawah Franz Hamburger dan kemudian bekerja di University Children's Hospital di Wina. Ia mendapat gelar dokter pada tahun 1931 dan menjadi Direktur Pendidikan Spesial di klinik anak milik universitas pada tahun 1932.

Keterlibatan dengan NAZI

Hans Asperger diketahui dekat dengan kekuasaan pada saat Hitler berkuasa. Ini terjadi karena banyaknya ilmuwan yang direkrut oleh Jerman setelah penaklukan Austria pada tahun 1938, sementara rekan-rekannya yang berdarah Yahudi banyak yang disingkirkan. Untuk bisa bertahan hidup dan menyelamatkan posisi di Universitas, para ilmuwan harus menyatakan kesetiaannya kepada Hitler. Ia sendiri tidak pernah tercatat bergabung dengan Partai NAZI.[1]

Berkembangnya eugenetik membuat banyak anak-anak dengan disabilitas menjadi dikorbankan. Ia juga kadang dianggap terlibat dalam mengizinkan pengiriman anak-anak dengan disabilitas ke Spiegelgrund, tempat pembunuhan warga yang dianggap menjadi beban masyarakat.[2] Namun di balik kekuasaannya, Hans Asperger sendiri memiliki peran menyelamatkan sebagian dari mereka dengan membangun pengetahuan bahwa beberapa disabilitas seperti autisme, disleksia, dan ADHD, meskipun memiliki kekurangan, juga menyimpan kelebihan yang membuat mereka bisa berguna bagi masyarakat.[1]

Kecurigaan atas keterlibatannya dengan NAZI ini membuat ilmuwan lain enggan memberikan referensi kepada penelitian Hans Asperger, sebelum akhirnya namanya kembali dipulihkan.

Kehidupan personal

Hans Asperger menikah dengan Hanna Kalmon pada tahun 1935, yang pertama kali ditemuinya saat hiking. Mereka memiliki lima anak, empat perempuan dan dua laki-laki. Gertrud lahir tahun 1936, Hans lahir tahun 1938, Hedwig lahir tahun 1940, Maria lahir tahun 1946, dan Brigitte lahir tahun 1948. Gertrude lulus dari studi doktoralnya di Innsbruck pada tahun 1961. Maria kemudian menjadi psikiater anak. Hans dikenal memiliki kedekatan dengan anak-anaknya.

Kematian

Tiga tahun setelah diangkat menjadi profesor emeritus, ia menderita sakit dan mendadak meninggal pada tanggal 20 October 1980 di Wina, Austria.

Referensi


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan