Selasa, 29 September 2026
02:40 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Hananeel

Menara Hananeel (bahasa Ibrani:חננאל‎ hanan'e-el, khanan'e-el, "El (Allah) pemurah";[1] bahasa Inggris:Hananel, Versi Raja James: Hananeel) terletak di tembok kota Yerusalem, bersebelahan dengan Menara Mea (Hammeah) yang di sebelah timur (Nehemia 3:1; 12:39).[2][3] Menara ini ada di bagian utara kota dekat ke sisi timur dan di Kitab Zakharia dijadikan titik paling utara Yerusalem.[4]

Tembok Yerusalem

330px-NehemiahWall.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menara Hananeel di tembok kota Yerusalem pada zaman Nehemia.

Nabi Yeremia menubuatkan di awal abad ke-6 SM bahwa Yerusalem yang segera akan dihancurkan oleh musuhnya, akan diberi kemurahan pada masa kemudian:[5]

Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa kota itu akan dibangun kembali bagi TUHAN, dari menara Hananeel sampai Pintu Gerbang Sudut

— Yeremia 31:38

Sekitar 150 tahun kemudian tembok kota Yerusalem dibangun kembali di bawah pimpinan Nehemia:[6]

Maka bersiaplah imam besar Elyasib dan para imam, saudara-saudaranya, lalu membangun kembali pintu gerbang Domba. Mereka mentahbiskannya dan memasang pintu-pintunya. Mereka mentahbiskannya sampai menara Mea, menara Hananeel.

— Nehemia 3:1

Setelah tembok kota itu jadi, maka diadakanlah upacara pentahbisan dengan penuh ucapan syukur kepada Tuhan.[7]

Lalu kami melalui pintu gerbang Efraim, pintu gerbang Lama, pintu gerbang Ikan, menara Hananeel dan menara Mea sampai pintu gerbang Domba. Mereka berhenti di pintu gerbang Penjagaan.

— Nehemia 12:39

Nubuat Zakharia

Nabi Zakharia menyebut menara ini dalam nubuatnya mengenai masa depan kota Yerusalem yang dibangun dari utara (menara Hananeel) ke selatan (tempat pemerasan anggur raja).[4]

Seluruh negeri ini akan berubah menjadi seperti Araba-Yordan, dari Geba sampai ke Rimon di sebelah selatan Yerusalem. Namun, kota itu akan menjulang tinggi dan tetap tinggal di tempatnya, dari pintu gerbang Benyamin sampai ke tempat pintu gerbang yang dahulu, yakni sampai ke pintu gerbang Sudut, dan dari menara Hananeel sampai ke tempat pemerasan anggur raja.

— Zakharia 14:10

Tradisi Kristen

Paus Gregorius Agung memberikan interpretasi alegoris dari bagian Kitab Yeremia, bahwa sebagaimana "kota Tuhan dibangun dari menara Hananeel ke gerbang sudut", maka "Gereja Suci, atas keagungan rahmat Ilahi, dibangun menjadi pintu masuk kedua bangsa, yaitu, Yahudi dan bukan Yahudi."[8]

Referensi

  1. ↑ Smith, William. Smith's Bible Dictionary.
  2. ↑ "Easton, Matthew George. "Easton's Bible Dictionary" (juga dikenal sebagai "Illustrated Bible Dictionary"). 1897". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2007-05-21. Diakses tanggal 2012-02-24.
  3. ↑ Nave, Orville James. "Nave's Topical Bible". 1896.
  4. 1 2 Zakharia 14:10
  5. ↑ Yeremia 31:38
  6. ↑ Nehemia 3:1
  7. ↑ Nehemia 12:39
  8. ↑ Morals on the Book of Job, papa Gregorio Magno, trad. J. Bliss, Libro XXVI, p. 112: Kutipan (bahasa Italia): "E' anche detto dal Profeta Geremia, La città sarà costruita al Signore, dalla torre di Ananehel fino alla porta dell'angolo, e andrà avanti aldilà dello standard di misura. Giacche' nessuno in verità ignora che la Santa Chiesa è la città del Signore. Ma Ananehel è interpretato la grazia di Dio, e due mura si incontrano in un angolo. La città del Signore sarà dunque costruita dalla torre di Ananehel fino alla porta dell'angolo: poiché la Santa Chiesa, iniziando dall'altezza della grazia Divina, si costruisce fino all'entrata di entrambe le genti, ossia, Ebrei e Gentili."

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan