Jumat, 16 Oktober 2026
05:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Halte Pakis I

Halte Pakis I

halte kereta api di Indonesia

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Stasiun Pakisaji.
Untuk kegunaan lain, lihat PKS.
Halte Pakis
Pakis
330px-StasiunPakis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bangunan Halte Pakis yang kini dijadikan sebagai tempat pertokoan
Lokasi
Koordinat 8°11′43″S 113°38′47″E / 8.19528°S 113.64639°E / -8.19528; 113.64639
Operator
Letak
km 8+650 lintas Blimbing-Tumpang[1]
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiPerhentian dilayani[3]
Sejarah
Ditutup1968;58 tahun lalu (1968)
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-8.1952777777778,113.64638888889,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Halte_Pakis_I&revid=29491905&groups=_a7d28aec8a81e658b6bb7cd7715fd1612626f9d8&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini
250px-Haltepakis3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Eks Halte Pakis pada 2024
250px-Jplwdt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Eks perlintasan sebidang (JPL) yang menuju ke Halte Pakis di kawasan Wendit

Halte Pakis I (PKS 1) adalah halte trem nonaktif yang terletak di Pakiskembar, Pakis, Malang dan termasuk dalam Wilayah Penjagaan Aset VIII Surabaya.

Halte ini dibangun oleh Malang Stoomtram Maatschappij (MS), bersamaan dengan pembangunan jalur trem Blimbing–Tumpang. Jalur ini difungsikan untuk menghubungkan daerah Tumpang dengan Blimbing, Malang yang saat itu sulit diakses oleh transportasi jalan raya. Pembangunan jalur ini sepaket dengan jalur Blimbing–Singosari yang dibuka pada tanggal 27 April 1901.[4]

Stasiun Blimbing menjadi stasiun antarmoda dengan kereta api rel berat milik Staatsspoorwegen untuk jalur ini.[5][6]

Jalur ini ditutup lebih awal, yaitu pada tahun 1968 karena akses jalan menuju Blimbing yang semakin mudah tanpa trem. Seluruh aset di jalur kereta api ini kini dikuasai oleh Kereta Api Indonesia. Bangunan kini dijadikan sebagai tempat pertokoan. Bagian belakang Halte Pakis yang terdapat eks rumah dinas kini dihuni warga sekitar.

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. ↑ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Buku Jarak untuk Angkutan Barang Jawa dan Madura. Bandung: Perusahaan Jawatan Kereta Api. 1982. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-26. Diakses tanggal 2021-10-23.
  4. ↑ van Dirxland, Baron van der Goes; Martens, C.L.J. (1907). Gedenkboek samengesteld ter gelegenheid van het Vijf en Twintig-Jarig Bestaan der Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij. Den Haag: Koninklijke Nederlandse-Boek en Kunsthandel van M.M. Couvee.
  5. ↑ "Malang - Merdeka.com | Jalur Tram yang menghubungkan wilayah Malang Raya di masa lalu". Merdeka.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-07-16. Diakses tanggal 2018-12-12.
  6. ↑ Widodo, D.I. (2006). Malang tempo doeloe. Malang: Bayumedia.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Bunut (Malang)
menuju Blimbing
Blimbing–Tumpang
Lintas cabang MS
Pakis II
menuju Tumpang
Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Timur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan