Sabtu, 07 November 2026
00:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Halberd

Halberd

Bagikan:
250px-Svenska_hillebarder_%281500-talet%29%2C_Nordisk_familjebok.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mata halberd Swedia dari abad ke-16

Halberd atau tombak kapak adalah senjata jenis tombak dua tangan dengan ujung paduan kapak dan bagian lainnya runcing. Halberd selalu memiliki bagian belakang kapak yang memiliki kait untuk menarik kavaleri lawan.[1] Desainnya mirip tombak voulge. Panjang halberd biasanya 1,5 hingga 1,8 meter[2]

Biaya produksi halberd cukup ringan dan penggunaannya dalam pertempuran sangat fleksibel. Dengan pengembangan yang ada, halberd bisa dengan mudah mengalahkan tombak dan pike. Bahkan bisa memukul mundur pasukan berkuda, karena kaitnya bisa menarik penunggang kuda hingga jatuh.[3] Sebagai buktinya, seorang penduduk Swiss biasa dengan halberd bisa membunuh Charles the Bold,[4] Adipati Burgundi, dalam hitungan menit mengakhiri Perang Burgundi, hanya dalam satu kali serangan.[5] Peneliti memperkirakan bahwa halberd adalah salah satu senjata yang mungkin memecahkan kepala Raja Richard III dari Inggris saat Pertempuran Bosworth.[6]

Halberd adalah senjata resmi prajurit Swiss pada abad 14 hingga 15[3] Setelahnya, Swiss menggunakan pula pike, long sword, dan pisau untuk bisa lebih baik melawan kesatria berkuda dan infantri. Landsknecht Jerman, yang meniru Swiss, juga menggunakan pike, dilengkapi halberd. Namun lebih memilih pedang pendek sebagai cadangan, bernama Katzbalger.[7]

Referensi

  1. ↑ John F. Guilmartin, Jr. "military technology – Britannica Online Encyclopedia". Britannica.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-06-12. Diakses tanggal 2013-06-13.
  2. ↑ "halberd – Britannica Online Encyclopedia". Britannica.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-08-21. Diakses tanggal 2013-06-13.
  3. 1 2 "History of WARFARE – LAND". Historyworld.net. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-02-25. Diakses tanggal 2013-06-13.
  4. ↑ Klaus Schelle, Charles le Téméraire (Arthème Fayard, 1979), p. 316
  5. ↑ Gilbert, Adrian (2003) [2002]. "Medieval Warfare". The Encyclopedia of Warfare: From Earliest Times to the Present Day. Guildford, CT: The Lyons Press. hlm. 71. ISBN 1-59228-027-7. At Nancy, it was a halberd that brought down Charles the Bold with a single blow that split his skull open.
  6. ↑ Richard III dig: Grim clues to the death of a king Diarsipkan 2023-03-26 di Wayback Machine By Greig Watson, BBC News, 4 February 2013
  7. ↑ Gilbert, Adrian (2013-12-16). Encyclopedia of Warfare: From the Earliest Times to the Present Day (dalam bahasa Inggris). Routledge. hlm. 75. ISBN 978-1-135-95697-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

  • O'Flaherty, Ronan; The Early Bronze Age halberd: a history of research and a brief guide to the sources, pp. 74–94, Journal of the Royal Society of Antiquaries of Ireland, Vol.128 (1998).
  • Brandtherm, Dirk & O'Flaherty, Ronan; Prodigal sons: two 'halberds' in the Hunt Museum, Limerick, from Cuenca, Spain and Beyrǔt, Syria, pp. 56–60, JRSAI Vol.131 (2001). .
  • R. E. Oakeshott, European weapons and armour: From the Renaissance to the industrial revolution (1980), 44–48.

Templat:Pole weapons


Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai halberds.


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan