Hafez Ibrahim | |
|---|---|
| Lahir | (1872-02-24)24 Februari 1872 |
| Meninggal | 21 Juni 1932(1932-06-21) (umur 60) |
| Pekerjaan | Penyair |
Mohamed Hafez Ibrahim Dengarkanⓘ (Arab: محمد حافظ إبراهيم, ALA-LC:Muḥammad Ḥāfiẓ Ibrāhīm; 24 Februari 1872 – 21 Juni 1932) adalah seorang penyair Mesir terkenal pada awal abad ke-20. Ia dijuluki "Penyair Sungai Nil", dan kadang disebut "Penyair Rakyat", karena komitmen politiknya terhadap kaum miskin.[1] Puisi-puisinya menyoroti persoalan mayoritas rakyat Mesir biasa, termasuk hak-hak perempuan, kemiskinan, pendidikan, serta kritiknya terhadap Kekaisaran Britania dan pendudukan asing.[1][2]
Ia merupakan salah satu dari beberapa penyair Mesir yang menghidupkan kembali puisi Arab klasik pada paruh kedua abad ke-19. Meskipun tetap menggunakan sistem klasik Arab berupa metrum dan rima, para penyair ini menulis untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan baru yang tidak dikenal oleh para penyair klasik. Hafez dikenal karena menulis puisi yang berisi komentar politik dan sosial.
Kehidupan awal
Hafez lahir pada 1872 di Dayrut, Mesir. Ayahnya adalah seorang insinyur Mesir dan ibunya berasal dari Turki.[3][2] Setelah ayahnya meninggal ketika ia berusia empat tahun, Hafez diasuh oleh pamannya dari pihak ibu di Tanta di mana ia menempuh pendidikan sekolah dasar. Ia kemudian pindah ke Kairo untuk tinggal bersama ibunya dan seorang paman, di sana ia menyelesaikan pendidikan menengahnya. Setelah ibunya meninggal, Hafez kembali ke Tanta dan bekerja bersama pengacara nasionalis Mesir Mohamed Abou Shadi; di tempat inilah ia menemukan banyak buku sastra dan mulai mengenal para tokoh terkemuka Gerakan nasionalisme Mesir.[2]
Karier
Pada 1888, Hafez masuk Akademi Militer dan lulus tiga tahun kemudian dengan pangkat letnan. Ia kemudian diangkat oleh Kementerian Dalam Negeri, dan pada 1896 ditugaskan ke Sudan sebagai bagian dari kampanye Mesir di Sudan. Di sana, Hafez bersama beberapa rekannya terlibat dalam pemberontakan menentang perlakuan buruk terhadap rakyat Sudan, sehingga ia diadili oleh pengadilan militer dan dikirim kembali ke Mesir.[2]
Pada 1911, Hafez diangkat sebagai kepala bagian sastra di Dar al Kutub al Masriyah (Perpustakaan Nasional Mesir), dan Menteri Pendidikan menganugerahkan kepadanya gelar "Bey" yang memberikan Hafez kestabilan finansial.[2] Setelah itu, ia mulai mencurahkan lebih banyak waktu untuk sastra dan puisi. Hafez bergabung dengan lingkaran seniman neo-klasik dalam puisi Arab modern, seperti Ahmad Shawqi dan Mahmoud Samy El Baroudy, dengan meniru gaya penulisan klasik Arab berupa metrum dan rima.[2]
Karya
Banyak puisi ditulis oleh Hafez, di antaranya:
- Albasūka al-dimāʾ fawq al-dimāʾ, ألبسوك الدماء فوق الدماء (Mereka mengenakan darah di atas darah).[4]
- Yā sayyidī wa imāmī, يا سيدي و إمامي (Wahai tuanku dan imamku).[4]
- Shakartu jamīl ṣunʿikum, شكرت جميل صنعكم (Aku berterima kasih atas kebaikanmu).[4]
- Maṣr tatakallam ʿan nafsihā, مصر تتكلم عن نفسها (Mesir berbicara tentang dirinya sendiri).[4]
- Lī kasāʾ anʿam bihi min kasāʾ, لي كساء أنعم به من كساء (Aku memiliki pakaian, dan betapa indahnya pakaian itu).[4]
- Qul li-l-raʾīs adāma Allāh dawlatahu, قل للرئيس أدام الله دولته (Katakan kepada Presiden bahwa Tuhan telah memanjangkan usia negaranya).[4]
- Terjemahan Les Misérables karya Victor Hugo, 1903[5]
Monumen
Terdapat sebuah patung Hafez, dipahat oleh Faruq Ibrahim, di Pulau Gezira.[1]
Lihat pula
Referensi
- 1 2 3 Lababidi, Lesley (2008), Cairo's Street Stories: Exploring the City's Statues, Squares, Bridges, Gardens, and Sidewalk Cafés, American University in Cairo Press, hlm. 80, ISBN 978-9774161537
- 1 2 3 4 5 6 Kabha, Mustafa (2012), "Ibrahim, Hafiz", Dictionary of African Biography, Oxford University Press, hlm. 127, ISBN 978-0195382075
- ↑ Badawī, Muḥammad Muṣṭafá (1975), A critical introduction to modern Arabic poetry, Cambridge University Press, hlm. 42, ISBN 0-521-29023-6
- 1 2 3 4 5 6 "poems". Diarsipkan dari versi asli pada 23 Februari 2012. Diakses tanggal 16 Oktober 2009.
- ↑ Abdellah Touhami, Étude de la traduction des Misérables (Victor Hugo) par Hafiz Ibrahim, Université de la Sorbonne nouvelle, 1986