Rabu, 28 Oktober 2026
14:49 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
HTMS Bhumibol Adulyadej

HTMS Bhumibol Adulyadej

kapal fregat milik Angkatan Laut Kerajaan Thailand

Bagikan:
250px-HTMS_Bhumibol_Adulyadej_%28FFG-471%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
HTMS Bhumibol Adulyadej (FFG-471) sedang bersandar di dermaga.

HTMS Bhumibol Adulyadej adalah kapal perang milik Angkatan Laut Kerajaan Thailand.[1]

Riwayat

Bhumibol Adulyadej dibangun di galangan kapal asal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering dari tahun 2013 sampai 2018. Kapal ini resmi bertugas pada tanggal 7 Januari 2019.[2]

Spesifikasi

Ditenagai oleh dua mesin diesel MTU 16V1163 M94 dan satu mesin turbin gas General Electric LM2500 sebagai penggerak utama, kapal ini dapat melaju hingga kecepatan 33 knot dan menjelajahi 4.000 mil laut.

Persenjataan

Kapal ini dipersenjatai dengan meriam utama OTO Melara 76 mm (varian Super Rapid) dan sistem peluncuran rudal vertikal (VLS) Mk 41 sebanyak 8 sel untuk pertahanan udara. Untuk pertempuran anti-kapal selamnya, kapal ini mengandalkan torpedo Mark 32.

Referensi

  1. ↑ "แข็งแกร่ง ล้ำสมัย! ยลโฉม "ร.ล.ภูมิพลอดุลยเดช" เขี้ยวเล็บลำใหม่ทัพเรือไทย (คลิป)". www.thairath.co.th (dalam bahasa Thai). 2019-04-26. Diakses tanggal 2026-10-26.
  2. ↑ "HTMS Bhumibol Adulyade (FFG-471) (Tachin) Guided-Missile Stealth Frigate Warship". www.militaryfactory.com. Diakses tanggal 2026-10-26.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan