Rabu, 30 September 2026
20:35 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
High-Speed Uplink Packet Access

High-Speed Uplink Packet Access

Bagikan:
Bagian dari seri
Generasi telepon genggam
250px-Cellular_network_standards_and_generation_timeline.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Telekomunikasi seluler

High-Speed Uplink Packet Access (HSUPA) adalah protokol telepon genggam 3G dalam keluarga HSPA dengan kecepatan unggah/"uplink" hingga 5.76 Mbit/s. Nama HSUPA diciptakan oleh Nokia. 3GPP tidak mensupport istilah 'HSUPA', sebagai gantinya digunakan istilah Enhanced Uplink (EUL).[1]

Spesifikasi HSUPA termasuk dalam Universal Mobile Telecommunications System rilis ke 6 standard yang dipublikasikan oleh 3GPP. – "The technical purpose of the Enhanced Uplink feature is to improve the performance of uplink dedicated transport channels, i.e. to increase capacity and throughput and reduce delay."

HSUPA memakai sebuah unggah enhanced dedicated channel (E-DCH) yang mengimplementasikan metode link adaptation serupa dengan yang digunakan oleh HSDPA, yakni:

Mirip-mirip dengan HSDPA, HSUPA menggunakan packet scheduler, tetapi beroperasinya berdasarkan prinsip request-grant di mana UEs meminta izin untuk mengirim data dan scheduler (penjadwal) memutuskan kapan dan seberapa banyak UE yang diperbolehkan mengirimkan data. Permintaan untuk mentransmit data berisikan status dari buffer transmisi dan antrean di UE, juga ketersediaan margin dayanya. Bagaimanapun, tidak seperti HSDPA, transmisi uplink tidak ortogonal satu dengan yang lainnya.

Tambahan untuk mode transmisi scheduled ini, standarnya juga mengizinkan adanya mode transmit mandiri/"self-initiated" dari UE-UE yang ada, tercatat sebagai non-scheduled. Mode non-scheduled, sebagai contoh bisa digunakan untuk layanan VoIP bahkan pada saat "reduced TTI" dan [Node B] berbasis "scheduler" tak mampu menyediakan waktu tunda yang sangat pendek, serta bandwidth konstan yang dibutuhkan.

Masing-masing alur MAC-d (misal alur QoS) dikonfigurasi untuk menggunakan entah itu mode scheduled ataupun non-scheduled. modes; the UE adjusts the data rate for scheduled and non-scheduled flows independently. The maximum data rate of each Alur Non-scheduled pada saat "call setup", dan tipikalnya tak berubah terlalu sering. Daya yang digunakan oleh alur-alur scheduled dikontrol secara dinamis oleh [Node B] melalui "absolute grant" (terdiri atas nilai aktual) dan pesan-pesan "relative grant"(terdiri atas single up/down bit).

Pada "Layer" 1, HSUPA memperkenalkan kanal fisik baru E-AGCH (Access Grant Channel), E-DCH Relative Grant Channel, F-DPCH (Fractional-DPCH), E-HICH (E-DCH Hybrid ARQ Indicator Channel), E-DPCCH (E-DCH Dedicated Physical Control Channel) dan E-DPDCH (E-DCH Dedicated Physical Data Channel).

E-DPDCH digunakan untuk membawah E-DCH "Transport Channel"; dan E-DPCCH digunakan untuk membawa informasi kontrol yang diasosiasikan dengan E-DCH.

Versi

Tabel berikut memberikan informasi kecepatan unggah untuk kategori-kategori yang berbeda dari HSUPA.

HSUPA Kategori Kecepatan Unggah Maks
Kategori 1 0.73 Mbit/s
Kategori 2 1.46 Mbit/s
Kategori 3 1.46 Mbit/s
Kategori 4 2.93 Mbit/s
Kategori 5 2.00 Mbit/s
Kategori 6 5.76 Mbit/s
Kategori 7 (3GPP Rel7) 11.5 Mbit/s

Peta Jalan

Setelah HSUPA, 3GPP bekerja pada laju transfer yang lebih jauh. LTE menyediakan hingga 326.4 Mbit/s untuk unduh/"download" dan 86.4 Mbit/s untuk unggah. LTE-Advanced, masih dalam pengembangan sebagai "minor update" untuk jaringan LTE, mendukung hingga rata-rata unduh maksimum 1 Gbit/s.

Lihat pula

Referensi

0G radiotelepon (1946)
1G (1979)
Keluarga AMPS
Lainnya
2G (1991)
Keluarga GSM/3GPP
Keluarga 3GPP2
AMPS
Lainnya
2G transisi
(2.5G, 2.75G)
Keluarga GSM/3GPP
Keluarga 3GPP2
Lainnya
3G (2001)
Keluarga 3GPP
Keluarga 3GPP2
3G transisi
(3.5G, 3.75G, 3.9G)
Keluarga 3GPP
Keluarga 3GPP2
Keluarga IEEE
Keluarga ETSI
4G (2009)
IMT Advanced (2013)
Keluarga 3GPP
Keluarga IEEE
5G (2019)
IMT-2020 (dalam pengembangan)
Keluarga 3GPP
Lainnya
Berkaitan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan