Kamis, 22 Oktober 2026
20:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Hering paruh-ramping

Hering paruh-ramping

Bagikan:
Hering paruh-ramping
250px-Gyps_tenuirostris.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kepala Gyps tenuirostris
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
G. tenuirostris
Nama binomial
Gyps tenuirostris
Hodgson (in Gray), 1844[1][2][3]
250px-GypsBengalensisMap.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebaran dalam warna biru
Sinonim

Gyps indicus tenuirostris
Gyps indicus nudiceps[4][5]

Artikel takson sembarang

Hering paruh-ramping (Gyps tenuirostris) adalah spesies Hering Dunia Lama. Spesies merupakan spesies yang terancam punah dan statusnya dalam daftar merah IUCN adalah kritis. Populasi spesies ini terus berkurang karena penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) diklofenak pada hewan ternak, terutama di India. Diklofenak beracun bagi burung hering, menyebabkan gagal ginjal dan kini digantikan oleh meloksikam (suatu OAINS lainnya), yang tidak beracun terhadap hering. Namun diklofenak masih didapat secara ilegal dan digunakan pada hewan ternak.

Karakteristik

Gyps tenuirostris berukuran sekitar 80–95 cm. G. tenuirostris dewasa ditandai dengan tubuh dan bulu sayap yang sebagian besar berwarna coklat pasir pucat. Warnanya kontras dengan kepala yang kehitaman. Paruh ramping berwarna gelap. Leher relatif kecil berwarna putih kekuningan. Bagian punggung bawah berwarna keputihan. Bulu bagian atas dan bawah dengan corak besar berwarna gelap di tengah. bulu besar di tengah gelap. Kaki berwarna. Saat terbang, bulu bagian atas dan bawah sayap berwarna pucat. Bagian bawah tubuh berwarna pucat. Bulu sekunder dan primer berwarna kehitaman.[6]

Pada G. tenuitris remaja terdapat bulu leher yang lebih coklat. Bagian bulu sayap atas lebih kusam dan coklat serta bergaris samar. Bulu bawah lebih kusam dan coklat. Hering paruh-ramping dapat ditemukan di daratan rendah.[6]

Referensi

  1. ↑ Gray GR (1944) The Genera of Birds. volume 1:6
  2. ↑ Hume A O (1878) Stray Feathers 7:326
  3. ↑ Deignan, HG (1946). "The correct names of three Asiatic birds" (PDF). Ibis. 88: 402–403.
  4. ↑ Baker, ECS (1927) Bull. Brit. Orn. Club 47:151
  5. ↑ Rand, AL & RL Fleming (1957). "Birds from Nepal". Fieldiana: Zoology. 41 (1): 55.
  6. 1 2 Robson, Craig (2007). NEW HOLLAND FIELD GUIDE TO THE BIRDS OF SOUTH-EAST ASIA : THAILAND, PENINSULAR MALAYSIA, SINGAPORE, VIETNAM, CAMBODIA, LAOS, MYANMAR. London: New Holland. hlm. 124.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan