| Gunung Besar | |
|---|---|
| Gunung Besak | |
| Titik tertinggi | |
| Ketinggian | 1.899 m (6.230 ft) |
| Koordinat | 4°26′S 103°40′E / 4.43°S 103.67°E / -4.43; 103.67 |
| Geografi | |
| Letak | Sumatra Selatan, Indonesia |
| Pegunungan | Bukit Barisan |
| Geologi | |
| Jenis gunung | Stratovulkano |
| Letusan terakhir | April 1940 |
Gunung Besar adalah sebuah gunung berapi kerucut yang berada di sebelah tenggara pulau Sumatra, Indonesia. Endapan sulfur yang kecil dapat ditemukan di kawahnya. Sebuah ladang solfatara besar yang disebut Marga Bayur terletak di sepanjang sisi utara-selatan-barat (sistem patahan Semangko). Gunung ini pertama kali diidentifikasikan oleh Neumann van Padang pada tahun 1951. Gunung ini juga memiliki keunikannya tersendiri yaitu memiliki 2 puncak yang pertama puncak top dan kedua puncak kawah. Dengan puncak kawah lebih rendah sekitar 50 mdpl perbedaannya. Gunung ini membutuhkan waktu 3 - 7 hari untuk dapat sampai ke puncak kawah yang disertai jalan curam, terjal,dan berbatu.
Hal yang cukup menarik adalah hubungan Gunung Besar dengan lapangan solfatara Marga Bayur. Lapangan ini berada di sisi utara hingga barat laut Gunung Besar dan mengikuti struktur Sesar Semangko. Kawasan tersebut memperlihatkan manifestasi panas bumi berupa fumarola, mata air yang dipanaskan uap, lumpur panas, dan keluarnya gas belerang. Studi JICA menyebut Gunung Besar sebagai gunung api setinggi 1.899 m dan Marga Bayur sebagai sistem panas bumi utama di lereng utaranya[1].
Sistem Marga Bayur ternyata tidak hanya terdiri atas satu titik. Catatan vulkanologi yang dihimpun Smithsonian menyebut sedikitnya empat kawasan solfatara, yaitu Gemurah Badas, Gemurah Bubur, Gemurah Keningan, dan Gemurah Ilahan.
- Gemurah Badas memiliki mata air panas dan keluarnya gas belerang.
- Gemurah Bubur berupa cekungan besar berisi air mendidih yang terbentuk sekitar 1930–1940.
- Gemurah Keningan memiliki mata air lumpur mendidih dan tercatat sangat aktif pada 1938–1940.
- Gemurah Ilahan memiliki mata air lumpur dengan semburan seperti geyser dan pepohonan mati di sekitarnya[2].
Referensi
- Hochstein, M. P.; Sudarman, Sayogi (1993-06-01). "Geothermal resources of Sumatra". Geothermics. 22 (3): 181–200. doi:10.1016/0375-6505(93)90042-L. ISSN 0375-6505.
- "Master Plan Study for Geothermal Power Development in the Republic of Indonesia". West Japan Engineering Consultants, Inc. September 2007.
{{cite journal}}:|first2=tidak memiliki|last2=;|first=tidak memiliki|last=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "IAVCEI Data Sheets. International Association of Volcanology and Chemistry of the Earth's Interior, Rome". Post-Miocene Volcanoes of the World. 56 (1). 1994-03: 80–85. doi:10.1007/bf00279731. ISSN 0258-8900.
{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan|journal=; Periksa nilai tanggal dalam:|date= - M., Neumann van Padang (Januari 1, 1951). Catalogue of the Active Volcanoes of the World, Including Solfatara Fields: Indonesia. Rome: International Volcanological Association. ASIN B00NVRV8GO.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)</ref>
Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
- ↑ "Master plan study for geothermal power development in the Republic of Indonesia: Final report. Japan International Cooperation Agency". Japan International Cooperation Agency, & West Japan Engineering Consultants, Inc. 2007.
- ↑ "Global Volcanism Program | Volcanoes of the World (VOTW) Webservices Information". volcano.si.edu. Diakses tanggal 2026-09-25.