Rabu, 23 September 2026
06:16 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Depresi Besar

Depresi Besar

peristiwa menurunnya tingkat ekonomi di seluruh dunia

Artikel ini bukan mengenai Gangguan depresi mayor.
Depresi Besar
250px-Unemployed_men_queued_outside_a_depression_soup_kitchen_opened_in_Chicago_by_Al_Capone%2C_02-1931_-_NARA_-_541927.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Orang-orang pengangguran mengantre di luar dapur umum yang dibuka di Chicago oleh Al Capone, Februari 1931
Tanggal1929–1939
LokasiGlobal
PenyebabKeruntuhan Wall Street 1929
HasilNew Deal
250px-Lone_Driller%E2%80%99s_Water_Break_%28Kilgore%2C_Texas%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang pekerja pengeboran minyak sedang minum air dari panci yang sudah penyok saat masa ledakan minyak Texas di Kilgore, Texas, tahun 1939

Depresi Besar adalah krisis ekonomi global yang parah yang terjadi antara tahun 1929 hingga 1939. Periode ini ditandai dengan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tinggi, penurunan drastis dalam produksi industri dan perdagangan internasional, serta kegagalan bank dan perusahaan secara luas di seluruh dunia. Penularan krisis ekonomi dimulai pada tahun 1929 di Amerika Serikat, ekonomi terbesar di dunia, dengan kejatuhan Wall Street tahun 1929 sering dianggap sebagai awal dari Depresi. Di antara negara-negara dengan tingkat pengangguran tertinggi adalah Amerika Serikat, Britania Raya, dan Jerman.

Depresi Besar didahului oleh periode pertumbuhan industri dan perkembangan sosial yang dikenal sebagai "Roaring Twenties". Sebagian besar keuntungan yang dihasilkan dari masa kejayaan ekonomi tersebut diinvestasikan dalam kegiatan spekulatif, seperti di pasar saham, yang turut memperparah ketimpangan kekayaan. Regulasi perbankan saat itu sangat minim, sehingga praktik pemberian pinjaman menjadi longgar dan utang pun membengkak di mana-mana. Menjelang tahun 1929, penurunan daya beli masyarakat menyebabkan berkurangnya produksi manufaktur dan meningkatnya angka pengangguran. Nilai saham terus melonjak hingga terjadinya kejatuhan pasar pada bulan Oktober 1929; setelah itu, nilai saham terus merosot hingga Juli 1932, disertai dengan hilangnya kepercayaan terhadap sistem keuangan. Pada tahun 1933, tingkat pengangguran di Amerika Serikat telah melonjak hingga 25%, sekitar sepertiga petani kehilangan lahan mereka, dan 9.000 dari total 25.000 bank bangkrut. Presiden Herbert Hoover enggan melakukan intervensi besar-besaran dalam perekonomian, dan pada tahun 1930 ia menandatangani Undang-Undang Tarif Smoot-Hawley yang justru memperparah Depresi tersebut. Dalam pemilihan presiden tahun 1932, Hoover dikalahkan oleh Franklin D. Roosevelt, yang mulai tahun 1933 menjalankan serangkaian program New Deal berskala luas untuk memberikan bantuan dan menciptakan lapangan kerja. Di Jerman, yang sangat bergantung pada pinjaman dari Amerika Serikat, krisis ini menyebabkan angka pengangguran melonjak hingga hampir 30% dan memicu ekstremisme politik, sehingga membuka jalan bagi Partai Nazi pimpinan Adolf Hitler untuk berkuasa pada tahun 1933.

Antara tahun 1929 dan 1932, produk domestik bruto (PDB) dunia diperkirakan turun sebesar 15%; di Amerika Serikat, Depresi Besar menyebabkan kontraksi PDB sebesar 30%.[1] Pemulihan ekonomi berlangsung sangat bervariasi di berbagai belahan dunia. Beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang, mulai pulih pada pertengahan tahun 1930-an; sementara negara lain, seperti Prancis, baru kembali ke tingkat pertumbuhan sebelum krisis pada masa-masa akhir dekade tersebut.[2] Depresi ini membawa dampak ekonomi yang sangat parah, baik bagi negara kaya maupun miskin: semuanya mengalami penurunan pendapatan perorangan, harga (deflasi), penerimaan pajak, dan keuntungan. Perdagangan internasional merosot lebih dari 50%, dan tingkat pengangguran di beberapa negara melonjak hingga mencapai 33%.[3] Kota-kota di seluruh dunia, terutama yang bergantung pada industri berat, sangat terdampak. Kegiatan konstruksi praktis terhenti di banyak negara, sementara komunitas petani dan wilayah pedesaan menderita akibat anjloknya harga hasil pertanian hingga 60%.[4][5][6] Wilayah yang bergantung pada industri sektor primer adalah yang paling menderita akibat merosotnya permintaan dan minimnya alternatif pekerjaan.[7] Pecahnya Perang Dunia II pada tahun 1939 mengakhiri masa Depresi tersebut, karena perang memacu produksi pabrik dan membuka lapangan kerja bagi perempuan, sementara militer menyerap banyak pria muda yang sebelumnya menganggur.

Penyebab pasti Depresi Besar masih menjadi perdebatan. Sebagai contoh, satu kelompok sejarawan berfokus pada penyebab ekonomi non-moneter. Di antara mereka, ada yang menganggap keruntuhan Wall Street itu sendiri sebagai penyebab utama; sementara yang lain memandang keruntuhan tersebut hanyalah gejala dari tren ekonomi yang lebih umum pada masa itu, yang sebenarnya sudah berlangsung sejak akhir tahun 1920-an.[3][8] Pandangan yang berbeda—yang mengemuka pada paruh kedua abad ke-20[9]—menempatkan kegagalan kebijakan moneter sebagai faktor yang lebih dominan. Menurut para ahli tersebut, meskipun tren ekonomi umum dapat menjelaskan awal mula kemerosotan ekonomi, tren itu tidak mampu menjelaskan tingkat keparahan maupun durasi panjangnya; mereka berpendapat bahwa hal-hal tersebut disebabkan oleh tidak adanya respons yang memadai terhadap krisis likuiditas yang menyusul guncangan ekonomi awal tahun 1929, serta kegagalan bank yang terjadi kemudian dan disertai dengan runtuhnya pasar keuangan secara menyeluruh.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Friedman, Milton; Schwartz, Anna Jacobson (2008). A monetary history of the United States 1867–1960. Princeton paperbacks (Edisi 9th pbk. printing, 22nd printing). Princeton: Princeton University Press. ISBN 978-0-691-00354-2.
  2. Lewis, William Arthur (2003). Economic survey: 1919–1939. International economics (Edisi Reprint [der Ausg.] 1949). London [u.a.]: Routledge. ISBN 978-0-415-31359-9.
  3. 1 2 Frank, Robert H.; Bernanke, Ben S. (2007). Principles of Macroeconomics (Edisi 3rd). Boston: McGraw-Hill/Irwin. hlm. 98. ISBN 978-0-07-319397-7.
  4. "Commodity Data". U.S. Bureau of Labor Statistics. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Juni 2019. Diakses tanggal 30 November 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Cochrane, Willard W. (1958). Farm Prices, Myth and Reality. hlm. 15.
  6. "World Economic Survey 1932–33". League of Nations: 43.
  7. Mitchell, Depression Decade
  8. "Great Depression" Diarsipkan 9 May 2015 di Wayback Machine., Encyclopædia Britannica
  9. Thomas S. Coleman (2019). Milton Friedman, Anna Schwartz, and A Monetary History of the US. Draft Lecture, Harris School of Public Policy, University of Chicago.
Sejarah
Garis waktu
Topik
Pemerintah
federal
Hukum
Legislatif - Kongres
Yudikatif - Mahkamah Agung
Eksekutif - Presiden
Intelijen
Angkatan dan korps
Politik
Geografi
Ekonomi
Masyarakat
Topik
Kelas sosial
Budaya
Masalah
Ekonomi makro
Ekonomi mikro
Subdisiplin
Metodologi
Sejarah
Ekonom ternama
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan