Rabu, 28 Oktober 2026
05:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Gravettia

Gravettia

Bagikan:
Gravettia
Two Gravette points, a tool characteristic of the Gravettian
Jangkauan
geografis
Eropa
PeriodePaleolitikum Akhir
Tanggal33.000[1] hingga 17.000 tahun yang lalu (paling inklusif)[2]
Jenis situsLa Gravette
Situs indukDordogne
Didahului olehAurignacia
Diikuti olehSolutrea, Epigravettia

Gravettia adalah sebuah kebudayaan arkeologis di Eropa pada masa Paleolitikum Akhir yang menggantikan kebudayaan Aurignacia sekitar 33.000 tahun yang lalu.[1][3]

Secara arkeologis, kebudayaan Gravettia merupakan kebudayaan Eropa terakhir yang dianggap sebagai satu kebudayaan.[4] Kebudayaan ini telah menghilang sekitar 22.000 tahun yang lalu, walaupun beberapa elemen kebudayaan ini masih ada hingga 17.000 tahun yang lalu.[2] Pada masa ini, kebudayaan Gravettia telah digantikan oleh kebudayaan Solutrea di Prancis dan Spanyol dan berkembang menjadi kebudayaan Epigravettia di Italia, Balkan, Ukraina[5] dan Rusia.[6]

Asal-usul kebudayaan Gravettia masih belum jelas dan mereka tampaknya secara mendadak muncul di Eropa.[7] Mereka dikenal akan figurin-figurin Venus yang mereka hasilkan.

Kebudayaan ini pertama kali ditemukan dari situs La Gravette di Prancis barat daya.

Catatan kaki

  1. 1 2 Jacobi, R.M.; Higham, T.F.G.; Haesaerts, P.; Jadin, I.; Basell, L.S. (2015). "Radiocarbon chronology for the Early Gravettian of northern Europe: New AMS determinations for Maisières-Canal, Belgium". Antiquity. 84 (323): 26–40. doi:10.1017/S0003598X00099749.
  2. 1 2 Pesesse, Damien (2013). "Le Gravettien existe-t-il? Le prisme du système technique lithique" [Does the Gravettian exist? The prism of the lithic technical system]. Dalam Marcel Otte (ed.). Les Gravettiens. Civilisations et cultures (dalam bahasa French). Paris: Éditions errance. hlm. 66–104. ISBN 978-2877725095.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ Pike, A. W. G.; Hoffmann, D. L.; Garcia-Diez, M.; Pettitt, P. B.; Alcolea, J.; De Balbin, R.; Gonzalez-Sainz, C.; De Las Heras, C.; Lasheras, J. A.; Montes, R.; Zilhao, J. (2012). "U-Series Dating of Paleolithic Art in 11 Caves in Spain". Science. 336 (6087): 1409–13. Bibcode:2012Sci...336.1409P. doi:10.1126/science.1219957. PMID 22700921.
  4. ↑ Noiret, Pierre (2013). "De quoi Gravettien est-il le nom?" [Gravettian is the name of what?]. Dalam Marcel Otte (ed.). Les Gravettiens. Civilisations et cultures (dalam bahasa French). Paris: Éditions errance. hlm. 28–64. ISBN 978-2877725095.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ↑ Marquer, L.; Lebreton, V.; Otto, T.; Valladas, H.; Haesaerts, P.; Messager, E.; Nuzhnyi, D.; Péan, S. (2012). "Charcoal scarcity in Epigravettian settlements with mammoth bone dwellings: The taphonomic evidence from Mezhyrich (Ukraine)". Journal of Archaeological Science. 39 (1): 109–20. doi:10.1016/j.jas.2011.09.008.
  6. ↑ Germonpré, Mietje; Sablin, Mikhail; Khlopachev, Gennady Adolfovich; Grigorieva, Galina Vasilievna (2008). "Possible evidence of mammoth hunting during the Epigravettian at Yudinovo, Russian Plain". Journal of Anthropological Archaeology. 27 (4): 475–92. doi:10.1016/j.jaa.2008.07.003.
  7. ↑ F. Djindjian; J. Koslowski; M. Otte (1999). Le Paléolithique supérieur en Europe (dalam bahasa French). Paris: Armand Colin. hlm. 205. ISBN 978-2200251079.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan