Sabtu, 31 Oktober 2026
14:30 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Gravettia

Gravettia

Bagikan:
Gravettia
Two Gravette points, a tool characteristic of the Gravettian
Jangkauan
geografis
Eropa
PeriodePaleolitikum Akhir
Tanggal33.000[1] hingga 17.000 tahun yang lalu (paling inklusif)[2]
Jenis situsLa Gravette
Situs indukDordogne
Didahului olehAurignacia
Diikuti olehSolutrea, Epigravettia

Gravettia adalah sebuah kebudayaan arkeologis di Eropa pada masa Paleolitikum Akhir yang menggantikan kebudayaan Aurignacia sekitar 33.000 tahun yang lalu.[1][3]

Secara arkeologis, kebudayaan Gravettia merupakan kebudayaan Eropa terakhir yang dianggap sebagai satu kebudayaan.[4] Kebudayaan ini telah menghilang sekitar 22.000 tahun yang lalu, walaupun beberapa elemen kebudayaan ini masih ada hingga 17.000 tahun yang lalu.[2] Pada masa ini, kebudayaan Gravettia telah digantikan oleh kebudayaan Solutrea di Prancis dan Spanyol dan berkembang menjadi kebudayaan Epigravettia di Italia, Balkan, Ukraina[5] dan Rusia.[6]

Asal-usul kebudayaan Gravettia masih belum jelas dan mereka tampaknya secara mendadak muncul di Eropa.[7] Mereka dikenal akan figurin-figurin Venus yang mereka hasilkan.

Kebudayaan ini pertama kali ditemukan dari situs La Gravette di Prancis barat daya.

Catatan kaki

  1. 1 2 Jacobi, R.M.; Higham, T.F.G.; Haesaerts, P.; Jadin, I.; Basell, L.S. (2015). "Radiocarbon chronology for the Early Gravettian of northern Europe: New AMS determinations for Maisières-Canal, Belgium". Antiquity. 84 (323): 26–40. doi:10.1017/S0003598X00099749.
  2. 1 2 Pesesse, Damien (2013). "Le Gravettien existe-t-il? Le prisme du système technique lithique" [Does the Gravettian exist? The prism of the lithic technical system]. Dalam Marcel Otte (ed.). Les Gravettiens. Civilisations et cultures (dalam bahasa French). Paris: Éditions errance. hlm. 66–104. ISBN 978-2877725095.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ Pike, A. W. G.; Hoffmann, D. L.; Garcia-Diez, M.; Pettitt, P. B.; Alcolea, J.; De Balbin, R.; Gonzalez-Sainz, C.; De Las Heras, C.; Lasheras, J. A.; Montes, R.; Zilhao, J. (2012). "U-Series Dating of Paleolithic Art in 11 Caves in Spain". Science. 336 (6087): 1409–13. Bibcode:2012Sci...336.1409P. doi:10.1126/science.1219957. PMID 22700921.
  4. ↑ Noiret, Pierre (2013). "De quoi Gravettien est-il le nom?" [Gravettian is the name of what?]. Dalam Marcel Otte (ed.). Les Gravettiens. Civilisations et cultures (dalam bahasa French). Paris: Éditions errance. hlm. 28–64. ISBN 978-2877725095.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ↑ Marquer, L.; Lebreton, V.; Otto, T.; Valladas, H.; Haesaerts, P.; Messager, E.; Nuzhnyi, D.; Péan, S. (2012). "Charcoal scarcity in Epigravettian settlements with mammoth bone dwellings: The taphonomic evidence from Mezhyrich (Ukraine)". Journal of Archaeological Science. 39 (1): 109–20. doi:10.1016/j.jas.2011.09.008.
  6. ↑ Germonpré, Mietje; Sablin, Mikhail; Khlopachev, Gennady Adolfovich; Grigorieva, Galina Vasilievna (2008). "Possible evidence of mammoth hunting during the Epigravettian at Yudinovo, Russian Plain". Journal of Anthropological Archaeology. 27 (4): 475–92. doi:10.1016/j.jaa.2008.07.003.
  7. ↑ F. Djindjian; J. Koslowski; M. Otte (1999). Le Paléolithique supérieur en Europe (dalam bahasa French). Paris: Armand Colin. hlm. 205. ISBN 978-2200251079.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan