Jumat, 16 Oktober 2026
01:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Gorila timur

Gorila timur

Bagikan:
Gorila timur[1]
250px-Gorillas_in_Uganda-1%2C_by_Fiver_L%C3%B6cker.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jantan
250px-Gorillas_in_Uganda-3%2C_by_Fiver_L%C3%B6cker.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Betina dengan anaknya
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Haplorhini
Infraordo: Simiiformes
Famili: Hominidae
Subfamili: Homininae
Genus: Gorilla
Spesies:
G. beringei
Nama binomial
Gorilla beringei
Matschie, 1903
Subspecies

G. b. beringei
G. b. graueri

250px-Eastern_Gorilla_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persebaran gorila timur

Gorila timur (Gorilla beringei) merupakan spesies yang terancam kritis dari genus gorila dan primata terbesar. Saat ini, spesies ini dibagi menjadi dua subspesies. Gorila Grauer, awalnya dikenal dengan gorila dataran rendah timur (G. b. graueri) merupakan spesies yang paling terkenal, berjumlah sekitar 3.800 ekor.[3] Gorila gunung (G. b. beringei) hanya berjumlah 880 ekor. Uni Internasional untuk Konservasi Alam menyatakan adanya perburuan ilegal sehingga menyebabkan gorila tersebut terancam kritis.[4][5]

Taksonomi

Terdapat dua subspesies terkenal dari gorila timur: gorila gunung (Gorilla beringei beringei) dari lereng gunung berapi Rwanda, Uganda, dan bagian timur Kongo; dan gorila Grauer atau gorila dataran rendah timur (Gorilla beringei graueri) di bagian timur Republik Demokratik Kongo.

Gorila Grauer dan gorila gunung pada awalnya diperkirakan sebagai dua dari tiga subspesies dari spesies tunggal gorila (Gorilla gorilla). Namun, penelitian genetik menunjukkan bahwa dua subspesies timur hubungan jauh lebih dekat dari subspesies barat: gorila barat dataran rendah (G. gorilla gorilla), yang dibenarkan klasifikasi terpisah.[6] Dua subspesies timur saat ini diklasifikasikan sebagai G. beringei.

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Gorilla beringei.
  1. ↑ Groves, C.P. (2005). Wilson, D.E.; Reeder, D.M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 181–182. ISBN 0-801-88221-4. OCLC 62265494.
  2. ↑ Plumptre, A.; Robbins, M.; Williamson, E. A. (2016). "Gorilla beringei". IUCN Red List of Threatened Species. 2016. IUCN: e.T39994A17964126. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-11-10. Diakses tanggal 5 September 2016.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ UNEP. "Press Releases January 2009 - Gorillas on Thin Ice". unep.org (dalam bahasa bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2016-05-18. Diakses tanggal 7 September 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "World's largest living primate close to extinction". cbsnews.com (dalam bahasa bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-11-30. Diakses tanggal 7 September 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Four out of six great apes one step away from extinction". IUCN World Conservation Congress (dalam bahasa bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2016-09-08. Diakses tanggal 7 September 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Taylor, Andrea Beth; Goldsmith, Michele Lynn (2003). Gorilla biology: a multidisciplinary perspective. Cambridge University Press. hlm. 13. ISBN 978-0-521-79281-3.


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan