Minggu, 18 Oktober 2026
21:19 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Giovanni Giustiniani

Giovanni Giustiniani

Bagikan:
Infobox orangGiovanni Giustiniani
Giovanni_Giustiniani.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran1418 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata
Genova Suntingan nilai di Wikidata
Kematian1 Juni 1453 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata (34/35 tahun)
Khios Suntingan nilai di Wikidata
Penyebab kematianGangren Suntingan nilai di Wikidata
Protostrator (en) Terjemahkan
Strategos
Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpersonel militer Suntingan nilai di Wikidata
Pangkat militerjenderal Suntingan nilai di Wikidata
KonflikKejatuhan Konstantinopel Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
KeluargaHouse of Giustiniani (Genoa) (en) Terjemahkan dan House of Longo (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata

Giovanni Giustiniani Longo (bahasa Yunani:Ιωάννης Λόνγος Ιουστινιάνης, Iōánnēs Lóngos Ioustiniánēs; bahasa Latin:Ioannes Iustinianus Longus; 1418 - 1 Juni 1453) adalah seorang kapten Genova yang dikenal akan upayanya untuk mempertahankan ibu kota Kekaisaran Romawi Timur, Konstantinopel, dari gempuran pasukan Turki Utsmaniyah pada tahun 1453.[1] Ia memimpin 700 tentara profesional yang meliputi orang Genova maupun Yunani dari Pulau Chios, yang pada saat itu merupakan bagian dari Republik Genova. Ia membiayai, merencanakan, dan memimpin ekspedisi ke Konstantinopel atas prakarsanya sendiri, dan setelah tiba ia ditugaskan memimpin pertahanan darat oleh Kaisar Konstantinos XI Palaiologos. Giustiniani berperan penting dalam memimpin pasukan darat dan memastikan agar orang-orang Yunani, Genoa, dan Venesia tidak saling bertengkar. Ia juga terus mengupayakan perbaikan tembok kota setelah dilubangi meriam Utsmaniyah.

Pada 29 Mei 1453, saat Sultan Mehmed II melancarkan serangan terakhir, Giustiniani terluka akibat tembakan meriam Utsmaniyah saat sedang mempertahankan tembok Konstantinopel. Beberapa sumber mengatakan luka itu disebabkan oleh panah busur silang . Sumber-sumber sejarah tidak bersepakat apakah ia menderita luka di lengan, kaki, atau dadanya, tetapi luka tersebut memaksanya mundur dari posisinya di tembok kota. Ia kembali ke kota melalui gerbang yang terkunci, dan hal ini memberi kesempatan bagi serdadu yang takut untuk melarikan diri, sehingga menimbulkan kepanikan di barisan pasukan.

Setelah melihat kejatuhan moral yang disebabkan oleh mundurnya Giustiniani, Mehmed II memerintahkan serangan yang akhirnya berhasil mematahkan pertahanan Romawi Timur dan Konstantinopel pun ditaklukkan oleh Utsmaniyah. Meskipun pasukan Giustiniani berhasil melarikan diri dengan panglima mereka setelah kota tersebut jatuh, Giustiniani meninggal akibat luka-lukanya pada 1 Juni 1453.

Jenazahnya dibawa oleh rekan-rekannya ke Pulau Chios. Makamnya di Gereja San Domenico di Chios sudah hilang ditelan zaman (kemungkinan karena gempa bumi tahun 1881).[2]

Referensi

  1. ↑ David Nicolle, John Haldon. The fall of Constantinople: the Ottoman conquest of Byzantium.
  2. ↑ M. Philippides, W. K. Hanak, The Siege and the Fall of Constantinople in 1453, p. 543-545.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan