Kamis, 29 Oktober 2026
06:25 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Gereja perdana

Gereja perdana

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Kekristenan
Simbol utama Kekristenan
Christian cross Portal Kristen
Artikel ini sudah memiliki referensi, tetapi tidak disertai kutipan yang cukup. Anda dapat membantu mengembangkan artikel ini dengan menambahkan lebih banyak kutipan pada teks artikel. (Januari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
lossy-page1-250px-Early_Christian%2C_Syria%28%3F%29_or_Asia_Minor%2C_3rd-4th_Century_-_Fish_Gem_-_1954.592_-_Cleveland_Museum_of_Art.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Kristen perdana untuk mengetahui letak gereja yang disembunyikan. Bahasa yunani untuk ikan (ICHTHYS) merupakan akronim dari Iesous Christos Theou Yios Soter, yang berarti Yesus Kristus, Putra Allah Bapa, Penyelamat.

Gereja mula-mula, Gereja perdana, jemaat perdana, Kekristenan mula-mula, atau Kekristenan awal[butuh rujukan] merupakan sebutan untuk periode sejarah agama Kristen hingga Konsili Nikea Pertama pada tahun 325. Selama periode tersebut, Kekristenan menyebar dari Levant, melintasi Kekaisaran Romawi, dan ke daerah-daerah lain. Pada mulanya, perkembangan agama ini berkaitan erat dengan pusat-pusat Yahudi yang sudah didirikan di Tanah Suci dan diaspora Yahudi di Mediterania Timur. Pengikut-pengikut pertama agama Kristen adalah orang Yahudi yang telah berpindah keyakinan, yaitu umat Kristen Yahudi dan juga Bangsa Fenisia (yang saat ini merupakan bagian dari Kristen Lebanon).[1]

Takhta Apostolik mengklaim telah didirikan oleh satu atau lebih para rasul Yesus, yang dikatakan telah tersebar dari Yerusalem beberapa saat setelah penyaliban Yesus, kira-kira pada tahun 26–36, mungkin mengikuti Amanat Agung. Orang-orang Kristen awal berkumpul di rumah-rumah pribadi kecil,[2] dikenal sebagai gereja rumah, tetapi seluruh komunitas Kristen juga disebut sebagai gereja. Kata gereja sendiri berasal dari kata benda Yunani ἐκκλησία (ekklesia) secara harfiah berarti pertemuan atau jemaat.[3][4] Namun, ekklesia diterjemahkan sebagai gereja dalam berbagai bahasa, termasuk Inggris dan Indonesia.

Mayoritas umat Kristen mula-mula adalah para pedagang dan orang-orang yang bepergian ke Afrika Utara, Anatolia, Jazirah Arab, Balkan, dan wilayah lain.[5][6][7] Lebih dari 40 komunitas Kristen didirikan pada tahun 100,[6][7] banyak di antaranya terdapat di Anatolia, yang juga dikenal sebagai Asia Kecil, seperti Tujuh Jemaat di Asia Kecil. Pada akhir abad pertama, Kekristenan telah menyebar ke Roma, Armenia, Yunani, dan Suriah, menjadi dasar penyebaran Kekristenan yang meluas, akhirnya ke seluruh dunia.

Bibliografi

  • Dunn, James D.G. Jews and Christians: The Parting of the Ways, AD 70 to 135. Pp 33–34. Wm. B. Eerdmans Publishing (1999). ISBN0-8028-4498-7.
  • Esler, Philip F. The Early Christian World. Routledge (2004). ISBN0-415-33312-1.
  • Pelikan, Jaroslav Jan. The Christian Tradition: The Emergence of the Catholic Tradition (100–600). University of Chicago Press (1975). ISBN0-226-65371-4.
  • Stark, Rodney.The Rise of Christianity. Harper Collins Pbk. Ed edition 1997. ISBN0-06-067701-5
  • Taylor, Joan E. Christians and the Holy Places: The Myth of Jewish-Christian Origins. Oxford University Press (1993). ISBN0-19-814785-6.
  • Thiede, Carsten Peter. The Dead Sea Scrolls and the Jewish Origins of Christianity. Palgrabe Macmillan (2003). ISBN1-4039-6143-3.

Referensi

  1. ↑ Khalaf, Salim G. (Maret 2013). "Jesus Visits Phoenicea". Touristica International. No. 49. hlm. 22–35. Diakses tanggal Mei 28, 2024.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Paulus, contohnya menyapa jemaat di gereja rumah dalam Roma 16:5.
  3. ↑ ἐκκλησία Diarsipkan 2023-03-26 di Wayback Machine Lidell, Henry George; Scott, Robert; A Greek-English Lexicon di Perseus Project.
  4. ↑ Leksikon Bauer
  5. ↑ Vidmar, The Catholic Church Through the Ages (2005), pp. 19–20
  6. 1 2 Hitchcock, Geography of Religion (2004), p. 281, quote: "By the year 100, more than 40 Christian communities existed in cities around the Mediterranean, including two in North Africa, at Alexandria and Cyrene, and several in Italy."
  7. 1 2 Bokenkotter, A Concise History of the Catholic Church (2004), p. 18, quote: "The story of how this tiny community of believers spread to many cities of the Roman Empire within less than a century is indeed a remarkable chapter in the history of humanity."

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan