Sabtu, 10 Oktober 2026
01:42 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Tembikar Papua

Bagikan:

Tembikar Papua adalah kerajinan tembikar yang merujuk pada kebudayaan pembuatan tembikar pada masyarakat di pesisir utara Papua. Suku Sentani memiliki tembikar ikonik yang disebut sebagai tembikar Abar, tembikar ini dinamai menurut pusat kebudayaan tembikar Sentani, yakni Abar.[1] Sedangkan pada masyarakat suku Kurudu, tembikar dikenal sebagai sempe dalam bahasa Kurudu. Pada abad ke-18, penduduk pulau Kurudu memperdagangkan tembikar dan benda-benda lainnya ke penduduk di pesisir utara Papua, khususnya kepada masyarakat Mamberamo.[2]

Referensi

  1. ↑ Suroto, Hari (2017-07-31). "BUDAYA AUSTRONESIA Dl KAWASAN DANAU SENTANI". Jurnal Penelitian Arkeologi Papua Dan Papua Barat. 8 (2): 121–128. doi:10.24832/papua.v8i2. ISSN 2085-9767. Diakses tanggal 2023-02-1.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. ↑ "Orang Kurudu dan Perdagangan di Masa Lalu". www.pustakapapua.com. Diakses tanggal 18 Mei 2023.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan